Bank Sentral Tanzania Borong 28 Metrik Ton Emas dalam 18 Bulan
JAKARTA — Tren akumulasi emas oleh bank-bank sentral global terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bank Sentral Tanzania mengonfirmasi telah membeli sek
JAKARTA — Tren akumulasi emas oleh bank-bank sentral global terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bank Sentral Tanzania mengonfirmasi telah membeli sekitar 28 metrik ton emas dalam kurun waktu 18 bulan terakhir sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi moneter dan cadangan devisa nasional.
Kronologi dan Detail Pembelian
Gubernur Bank Sentral Tanzania, Emmanuel Tutuba, mengungkapkan bahwa program pembelian emas ini telah berjalan secara sistematis sejak tahun 2023. Langkah ini diambil untuk menopang stabilitas mata uang shilling Tanzania terhadap mata uang asing utama serta memperkokoh posisi cadangan devisa internasional.
"Nilai total pembelian emas oleh bank sentral mencapai US$ 3,68 miliar dengan harga emas saat ini," ungkap Tutuba dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).
Pembelian emas dalam jumlah besar ini didukung oleh regulasi domestik yang progresif. Pemerintah Tanzania melalui regulator pertambangan telah mengeluarkan mandat pada September 2024 yang mewajibkan seluruh perusahaan tambang dan pedagang pengekspor emas untuk mengalokasikan minimal 20% komoditasnya untuk dijual kepada bank sentral. Kebijakan ini memastikan pasokan domestik tetap terkendali dan digunakan langsung untuk kepentingan nasional.
Dampak Sektoral dan Inklusi Keuangan
Program ini tidak hanya berdampak pada level makroekonomi, tetapi juga menyentuh sektor riil dan inklusi keuangan. Tutuba melaporkan bahwa kebijakan pembelian emas oleh bank sentral telah menghasilkan lebih dari 4.000 rekening baru yang dibuka di lembaga keuangan. Rekening-rekening tersebut dimiliki oleh pedagang mineral dan penambang skala kecil yang kini terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal.
Sebagai informasi, Tanzania merupakan salah satu dari 10 besar produsen emas di benua Afrika, sehingga ketersediaan komoditas di pasar domestik cukup memadai untuk mendukung program akumulasi bank sentral ini.
Tutuba turut memaparkan posisi cadangan devisa terkini. Pada pengumuman suku bunga pekan lalu, ia menyatakan bahwa cadangan devisa negara tersebut kini menyentuh angka sekitar US$ 6 miliar, yang setara dengan 4,3 bulan kebutuhan impor. Angka ini mencerminkan peningkatan kapasitas ketahanan eksternal ekonomi Tanzania.
Konteks Global: Bank Sentral Serentak Menimbun Emas
Aksi borong emas oleh Tanzania sejalan dengan tren global yang terekam dalam data terbaru World Gold Council (WGC). Data resmi per Mei 2026 menunjukkan bahwa cadangan bersih emas bank sentral global meningkat sebesar 41 ton, melanjutkan reli akumulasi yang telah diamati selama beberapa tahun terakhir.
Survei Cadangan Emas Bank Sentral kesembilan WGC tahun 2026 memberikan proyeksi yang lebih ambisius.
"Sebanyak 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Sementara itu, rekor tertinggi 45% bankir sentral memperkirakan cadangan emas lembaga mereka akan meningkat selama 12 bulan ke depan," papar WGC.
Indikasi ini menegaskan bahwa meskipun terjadi volatilitas di pasar keuangan global, kepercayaan terhadap emas sebagai aset strategis dan lindung nilai (hedge) terus menguat di jajaran pengambil kebijakan moneter dunia.
Comments (0)