PTBA Habiskan Rp 29 Miliar untuk Eksplorasi Triwulan II
JAKARTA, Apaberita – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) secara transparan menyampaikan laporan eksplorasi triwulanan untuk periode kuartal II-2026. Emiten batu bara
JAKARTA, Apaberita – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) secara transparan menyampaikan laporan eksplorasi triwulanan untuk periode kuartal II-2026. Emiten batu bara milik negara ini mencatat total biaya eksplorasi sebesar Rp 29,17 miliar (unaudited) yang dikeluarkan sepanjang April hingga Juni 2026 di lokasi penambangan utama Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Sekretaris Perusahaan PTBA, Eko Prayitno, menjelaskan bahwa operasional penambangan perseroan dilaksanakan sesuai dengan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP) yang tersebar di tiga lokasi strategis, yakni Tanjung Enim (Sumatera Selatan), Peranap (Riau), dan Ombilin (Sumatera Barat). Perusahaan juga mengoperasikan satu entitas anak, PT Internasional Prima Coal, yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur. "PTBA mengumumkan laporan eksplorasi triwulanan untuk periode triwulan II Tahun 2026, pada bulan Juli 2026 sebagai ketentuan Bursa Efek Indonesia," ujar Eko dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (8/7/2026).
Kegiatan eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site (TEMS) dilakukan secara kolaboratif antara tim internal PTBA dan kontraktor jasa pengeboran pihak ketiga. Ruang lingkup pekerjaan mencakup pemetaan geologi, pengeboran dengan dua metode utama yaitu coring dan open hole, logging geofisika, pengambilan serta pengujian sampel batu bara dan batuan, hingga monitoring TOC (Top of Coal) dan BOC (Bottom of Coal).
Analisis Kegiatan Eksplorasi
Pada triwulan II-2026, fokus eksplorasi terpusat pada empat wilayah IUP di TEMS, yaitu IUP Air Laya, IUP MTB, IUP Banko Barat, dan Banko Tengah B. Total pengeboran mencapai 95 titik dengan kedalaman kumulatif 15.514 meter. Eko merinci bahwa pengeboran pre production bertujuan meningkatkan akurasi model geologi di area rencana operasional tambang, sedangkan pengeboran infill difokuskan untuk verifikasi sumber daya dan cadangan batu bara di kawasan TEMS.
Untuk pengambilan sampel, realisasi pengujian menunjukkan angka signifikan. Sebanyak 1.533 contoan batu bara diambil dari inti bor dan front tambang guna kepentingan kontrol kualitas (QC). Sementara itu, sampel batuan inti bor diambil untuk dua keperluan berbeda: 308 contoan untuk uji keasaman batuan dan 398 contoan untuk uji mekanika batuan. Di sisi pemantauan, kegiatan monitoring TOC dan BOC berhasil direalisasikan pada area seluas 661 hektare.
| Lokasi IUP | Jumlah Titik Bor | Total Kedalaman (meter) |
|---|---|---|
| Air Laya | - | - |
| MTB | - | - |
| Banko Barat | - | - |
| Banko Tengah B | - | - |
| Total | 95 titik | 15.514 meter |
Selain aktivitas di TEMS, PTBA juga melanjutkan eksplorasi di Ombilin Mining Site. Meskipun data rinci untuk lokasi ini belum dijabarkan sekomprehensif TEMS, langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan inventarisasi sumber daya di seluruh wilayah operasional. Biaya eksplorasi sebesar Rp 29,17 miliar yang bersifat unaudited ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan teknis di seluruh area tambang, termasuk biaya kontraktor pengeboran dan pengujian laboratorium.
Langkah PTBA yang merilis data eksplorasi secara rinci merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Pelaporan ini memberikan gambaran jelas kepada investor mengenai aktivitas hulu perusahaan dan potensi pengembangan cadangan di masa depan. Menurut analis pasar modal, transparansi data geologis semacam ini umumnya dipandang positif karena membantu pemegang saham menghitung estimasi umur tambang dan proyeksi produksi jangka panjang.
Comments (0)