RI Sabet 3 Medali di World Climbing Series Krakow, Desak Made Raih Emas
Tim nasional panjat tebing Indonesia mengawali World Climbing Series Krakow 2026 dengan capaian meyakinkan. Pada hari pertama kompetisi di Krakow, Polandia, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, Merah Putih berhasil mengoleksi tiga medali dari nomor speed perorangan dan speed relay campuran. Rinciannya, satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu berhasil diamankan para atlet tanah air.
Desak Made Kembali Berjaya di Krakow
Medali emas dipersembahkan oleh andalan putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang tampil di nomor speed perorangan. Berdasarkan informasi yang diterima media kami dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Desak Made menunjukkan performa impresif sejak babak 16 besar hingga menembus partai puncak. Pada perebutan medali, ia harus bersaing ketat dengan tiga atlet tuan rumah Polandia, yakni Natalia Kalucka, Emma Hunt, dan Aleksandra Miroslaw.
Drama terjadi ketika Aleksandra Miroslaw lebih dulu melakukan false start sehingga harus didiskualifikasi. Pada pemanjatan ulang, Desak Made tampil sebagai yang tercepat dengan membukukan catatan waktu 6,54 detik. Ia unggul atas Natalia Kalucka yang finis di posisi kedua dengan 6,62 detik, sementara Emma Hunt harus puas di tempat ketiga dengan waktu 11,37 detik. Keberhasilan ini menjadikan Desak Made kembali meraih podium tertinggi di Krakow setelah sebelumnya juga merebut medali emas pada seri IFSC World Cup Krakow 2025.
Raharjati Sumbang Perunggu, Relay Campuran Raih Perak
Dari sektor putra, Raharjati Nursamsa turut menyumbangkan medali perunggu. Ia menyelesaikan lintasan dengan catatan waktu 4,79 detik, finis di belakang Samuel Watson dari Amerika Serikat yang merebut emas lewat waktu 4,60 detik, dan Yicheng Zhao dari China yang mengantongi perak dengan 4,69 detik.
Pada nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua pasangan. Tim Indonesia II yang diperkuat Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made berhasil melaju hingga partai final. Namun, mereka harus mengakui keunggulan Amerika Serikat yang diwakili pasangan Samuel Watson dan Emma Hunt. Pasangan Negeri Paman Sam itu merebut emas dengan catatan 10,89 detik, sedangkan Tim Indonesia II membukukan waktu 11,30 detik dan berhak atas medali perak. Sementara itu, Tim Indonesia I yang menurunkan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Salsabillah gagal menyumbang medali setelah mengalami kekalahan.
Modal Penting Jelang Asian Games
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai hasil yang diraih Desak Made menjadi momentum berharga untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. "Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya," ujar Wahyu.
Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan modal penting bagi Desak Made dalam menghadapi Asian Games yang akan berlangsung kurang dari dua bulan lagi. Pihaknya berharap Desak Made dapat kembali tampil maksimal pada seri berikutnya di Chamonix, Prancis. Keberhasilan di Krakow ini sekaligus menegaskan kekuatan tim panjat tebing Indonesia di level dunia, khususnya pada nomor speed yang selama ini menjadi andalan Merah Putih.
Comments (0)