ANKARA — Trump Sebut Nyawanya Terancam Balasan Iran

ANKARA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa dirinya kini kemungkinan besar menjadi target utama pembun

Jul 09, 2026 - 10:31
0 0
ANKARA — Trump Sebut Nyawanya Terancam Balasan Iran

ANKARA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa dirinya kini kemungkinan besar menjadi target utama pembunuhan oleh pemerintah Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Ankara, Turki, pada Kamis (9/7/2026), di tengah memanasnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Trump mengaitkan ancaman tersebut dengan operasi militer berkelanjutan AS yang menargetkan para pemimpin senior Iran. "Mereka (Iran) memiliki para pemimpin, namun mereka telah tiada... Mereka memiliki barisan pemimpin lain. Mereka pun bisa saja tiada. Siapa yang tahu? Saya juga bisa saja tiada, karena saya adalah target nomor satu mereka," ujar Trump. Meski demikian, ia menegaskan tidak ambil pusing dengan statusnya sebagai sasaran prioritas, mengklaim hanya fokus pada pelaksanaan tugas sebagai kepala negara.

Klaim Statistik Risiko Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Trump memaparkan kalkulasi pribadi terkait tingkat bahaya yang melekat pada jabatannya. Ia menyebut peluang seorang presiden AS untuk dibunuh mencapai angka 5,2%. Angka ini, menurutnya, jauh melampaui profesi berisiko tinggi lainnya. "Kehidupan presiden sangat berbahaya dengan risiko 5,2%. Bandingkan dengan pembalap mobil atau penunggang banteng yang risikonya hanya sepersepuluh dari 1%. Angka 5,2% bagi presiden berarti Anda terancam tidak selamat," bandingnya.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai perbandingan yang dipaparkan Trump, berikut data klaim risiko kematian yang ia sampaikan:

Profesi/AktivitasKlaim Risiko Kematian
Presiden AS5,2%
Pembalap Mobil~0,1%
Penunggang Banteng~0,1%

Klaim Trump ini bukan tanpa dasar, mengingat rekam jejak upaya pembunuhan yang secara konsisten mengiringinya. Kronologi insiden keamanan yang paling menonjol dalam pengamanan Trump menunjukkan eskalasi signifikan sejak masa kampanye hingga ia kembali menjabat di Gedung Putih.

Kronologi Upaya Pembunuhan terhadap Trump

Serangkaian insiden berbahaya memperkuat persepsi ancaman yang diklaim Trump. Kasus paling mencolok terjadi pada Juli 2024, saat telinga kanannya tertembus peluru dalam sebuah rapat umum kampanye di Pennsylvania. Hanya berselang dua bulan, September 2024, upaya pembunuhan kedua berhasil digagalkan aparat di klub golf miliknya di Florida. Setelah resmi dilantik kembali, teror berlanjut. Pada April 2026, sebuah aksi penembakan pecah dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang dihadiri Trump; tersangka kini telah didakwa atas pasal percobaan pembunuhan presiden. Paling anyar, pada Juni 2026, Biro Investigasi Federal (FBI) bersama Departemen Kehakiman AS membongkar konspirasi yang menargetkan acara UFC di Gedung Putih, yang oleh otoritas keamanan dikategorikan sebagai upaya pembunuhan terhadap presiden.

Klaim ancaman dari Iran ini memiliki benang merah kuat dengan sejarah perseteruan panjang. Hubungan AS-Iran memburuk secara drastis sejak periode pertama kepemimpinan Trump, terutama setelah ia memerintahkan operasi yang menewaskan komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, pada Januari 2020. Eskalasi militer terkini yang kembali menargetkan petinggi Iran, seperti diisyaratkan Trump, tampaknya menjadi pemicu langsung dari klaim ancaman balas dendam ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User