Jakarta — Alwi Farhan Siap All Out Buru Gelar Super 750 di Japan Open
Sinar matahari siang menyelinap di sela-sela atap tinggi Pelatnas PBSI Cipayung, menyaksikan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melompat ringan mengejar
Sinar matahari siang menyelinap di sela-sela atap tinggi Pelatnas PBSI Cipayung, menyaksikan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melompat ringan mengejar kok di sudut lapangan. Gerakannya lincah, fokus, dan penuh determinasi — seperti ada misi besar yang hendak ia tuntaskan. Rabu (8/7/2026) itu, Alwi menggenapkan semua latihannya dengan satu sasaran jelas: Japan Open 2026, turnamen berlevel Super 750 yang bisa memberinya gelar perdana di kasta kedua tertinggi dalam kalender BWF World Tour.
Pemulihan Pasca Australia Open
Jalan menuju Japan Open tidak sepenuhnya mulus. Alwi baru saja kembali dari Australia Open dengan tubuh yang meminta jeda. Kelelahan akut dan gangguan kesehatan sempat menghantuinya, membuat persiapan turnamen selanjutnya sedikit tersendat. Namun, pemain berusia 22 tahun itu memastikan kondisi fisiknya kini telah berangsur pulih.
"Alhamdulillah, persiapannya cukup baik. Memang ada beberapa kondisi yang dari kemarin habis dari Australia juga sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga. Tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open,"
Pernyataannya menegaskan bahwa kendala kesehatan bukan lagi penghalang baginya untuk tampil maksimal di turnamen yang akan berlangsung di Tokyo pada 28 Juli hingga 3 Agustus 2026 itu. Progres positif selama latihan di Cipayung menjadi modal berharga — sekaligus sinyal bahwa Alwi siap memberikan performa terbaiknya.
Ujian dari Senior Tuan Rumah
Di babak pertama Japan Open, kiprah Alwi berpotensi langsung diuji oleh wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto. Nama Nishimoto bukanlah sosok asing bagi Alwi. Dua pertemuan sebelumnya — di Thailand Open dan Kejuaraan Asia 2025 — berakhir dengan kemenangan sang senior Jepang. Catatan 0-2 itu bisa jadi beban psikologis, tapi Alwi melihatnya dari sudut yang berbeda: kini ia bukanlah pemain yang sama seperti tahun lalu.
"Karena dia pemain senior juga, beberapa kali ketemu tapi sudah di tahun lalu. Dan ya, saya rasa Alwi sekarang yang berbedalah daripada tahun lalu. Jadi ya, saya akan mempersiapkan diri saya dan saya akan kasih performa terbaik saya,"
Keyakinan itu berakar dari pengalaman dan kematangan yang terus ia asah selama satu tahun terakhir. Alwi tak lagi sekadar penantang muda; ia kini datang sebagai pemain yang siap menggulingkan ekspektasi. Pertarungan melawan Nishimoto — jika benar terwujud dalam undian — akan menjadi panggung pembuktian bahwa dirinya layak bersaing di level paling elite.
Misi Sang Super 750
Japan Open adalah turnamen kelima dalam rangkaian BWF World Tour bulan Juli 2026 yang padat. Sebelumnya, para pemain telah melakoni Australia Open (Super 500) dan akan langsung menuju China Open (Super 1000) setelah Tokyo. Namun, bagi Alwi, turnamen di Negeri Sakura ini menyimpan arti lebih: peluang meraih gelar Super 750 perdana yang akan melambungkan namanya di peta persaingan tunggal putra dunia.
Dengan kondisi yang kian membaik dan motivasi membara, Alwi tidak sekadar berpartisipasi. Ia ingin membuat kejutan. “All out” bukan hanya slogan; itu adalah komitmen yang akan ia bawa ke setiap pojok lapangan. Jika performa terlatih dan semangat tak kenal lelah bersatu, hasil besar bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Alwi Farhan di Japan Open 2026.
Comments (0)