Jakarta — IDAI Sarankan Orang Tua Ajak Anak Olahraga Ringan di Rumah
JAKARTA, 15 Juli 2025 — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk menjadikan olahraga ringan bersama anak di rumah sebagai kebiasaan ha
JAKARTA, 15 Juli 2025 — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk menjadikan olahraga ringan bersama anak di rumah sebagai kebiasaan harian. Imbauan ini disampaikan menyikapi hasil Survei Kesehatan Dasar 2024 yang menunjukkan 67,3% anak usia 6–12 tahun di perkotaan hanya melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit per hari, jauh di bawah rekomendasi minimal Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dr. Andini Pratiwi, Sp.A(K), menekankan bahwa keterbatasan ruang bukan alasan untuk mengabaikan gerak anak. “Ruang tamu berukuran 2×3 meter pun bisa menjadi arena latihan yang cukup. Yang dibutuhkan hanya disiplin waktu dan variasi gerakan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/7).
“Kami mencatat peningkatan keluhan obesitas dan gangguan konsentrasi pada anak yang selama pandemi hingga kini masih mengadopsi pola sedentari. Padahal, loncat tali 10 menit sudah membakar setara 100 kalori dan merangsang produksi endorfin,” tambah dr. Andini.
Rekomendasi Aktivitas dan Durasi
Berdasarkan panduan IDAI yang dirilis bersamaan dengan imbauan tersebut, terdapat tiga kategori olahraga ringan yang dapat dilakukan tanpa alat khusus di dalam rumah:
- Kardio sederhana: lompat bintang (jumping jack), lari di tempat dengan lutut diangkat tinggi, dan shadow boxing — masing-masing selama 3–5 menit per sesi, diulang 2–3 kali sehari.
- Latihan kekuatan tubuh: plank modifikasi bertumpu pada lutut, squat sambil menyender ke dinding, dan push-up dinding — setiap gerakan bisa dimulai dengan 5–8 repetisi.
- Permainan motorik: balok rintangan dari bantal, lempar tangkap bola kertas, dan tari bebas mengikuti lagu — disarankan total durasi 20 menit dalam satu waktu.
Data yang dikumpulkan dari 2.100 responden di 15 kota menunjukkan bahwa keluarga yang menerapkan rutinitas gerak 45 menit terbagi dalam tiga sesi singkat per hari melaporkan penurunan frekuensi konflik anak-orang tua hingga 28% dan peningkatan kualitas tidur anak sebesar 34% dalam empat minggu. Penelitian kecil ini dilakukan oleh Pusat Studi Keluarga Universitas Indonesia bersama IDAI pada Mei–Juni 2025.
Keamanan dan Adaptasi
dr. Andini mengingatkan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas. “Pastikan area bebas dari sudut tajam, gunakan alas anti-selip, dan sesuaikan intensitas dengan usia. Untuk anak usia 3–5 tahun, aktivitas sebaiknya berbasis permainan, bukan repetisi terstruktur,” katanya. Ia juga menyarankan agar orang tua ikut bergerak, bukan hanya mengawasi, agar anak meniru secara alami.
Sementara itu, instruktur kebugaran anak bersertifikat, Yoga Prasetya, menambahkan bahwa memilih musik dengan tempo 120–140 beat per menit (BPM) dapat meningkatkan semangat anak. “Kami uji coba di 20 komunitas, hasilnya durasi aktif anak naik rata-rata 11 menit ketika sesi diiringi lagu upbeat dibandingkan tanpa musik,” ujar Yoga.
IDAI berencana mengintegrasikan panduan ini ke dalam program Posyandu dan sekolah daring pada semester mendatang. Masyarakat dapat mengakses infografik dan video tutorial di laman resmi IDAI mulai akhir Juli 2025.
Comments (0)