Jakarta, Apaberita.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan bilateral yang berlangsung hangat ini menandai babak baru penguatan hubungan strategis antara Indonesia dan India di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus bergeser.
Pembahasan Fokus pada Kemitraan Ekonomi dan Pertahanan Dalam sesi pertemuan tatap muka yang berlangsung sekitar 90 menit, kedua pemimpin membahas sejumlah
Pembahasan Fokus pada Kemitraan Ekonomi dan Pertahanan
Dalam sesi pertemuan tatap muka yang berlangsung sekitar 90 menit, kedua pemimpin membahas sejumlah agenda prioritas. Sumber di lingkungan kepresidenan yang enggan disebut namanya mengungkapkan, isu utama yang mengemuka adalah penguatan kerja sama ekonomi digital, energi hijau, dan rantai pasok semikonduktor. India, yang kini muncul sebagai pusat manufaktur semikonduktor global, dinilai dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia yang tengah membangun ekosistem industri serupa di Batang dan Kendal.
Selain itu, kerja sama pertahanan menjadi topik yang mendapat porsi cukup besar. Prabowo, yang sejak awal masa jabatannya menekankan pentingnya kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista), disebut-sebut tertarik untuk menjajaki joint production kendaraan tempur ringan serta sistem radar maritim dengan perusahaan-perusahaan pertahanan India. India sendiri telah sukses mengembangkan rudal jelajah supersonik BrahMos, yang teknologinya terbuka untuk ekspor terbatas ke negara mitra.
"Pertemuan ini menegaskan kembali komitmen kita untuk meningkatkan kemitraan strategis di berbagai bidang, terutama ekonomi biru, teknologi, dan pertahanan," ujar Prabowo dalam keterangan pers singkat seusai pertemuan.
Modi Dorong Konektivitas Maritim dan Perdagangan Bebas
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri Modi mendorong percepatan pembahasan Indonesia-India Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Menurutnya, volume perdagangan bilateral yang saat ini berada di kisaran 30 miliar dolar AS per tahun masih dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat jika hambatan tarif dan nontarif dapat diurai. Modi juga menekankan pentingnya konektivitas maritim langsung antara pelabuhan-pelabuhan di India Selatan dengan Sumatra dan Jawa untuk memangkas biaya logistik.
Kedatangan Modi ke Jakarta kali ini juga istimewa karena menjadi kunjungan pertamanya ke Indonesia setelah kemenangan telak partainya dalam pemilu federal India yang digelar dua bulan sebelumnya. Analis menilai, langkah Modi menjadikan Asia Tenggara, dan Indonesia secara khusus, sebagai destinasi pertama kunjungan luar negeri pasca-pelantikan adalah sinyal kuat bahwa poros kebijakan luar negeri India akan semakin condong ke timur.
Rangkaian acara kenegaraan dimulai dengan upacara penyambutan resmi di halaman Istana Merdeka yang diiringi dentuman meriam 21 kali. Kedua pemimpin kemudian melakukan penanaman pohon cendana, yang dalam tradisi diplomatik Indonesia melambangkan persahabatan abadi. Setelah pertemuan bilateral, dilanjutkan jamuan santap siang yang menyajikan aneka kuliner Nusantara dan India, termasuk menu favorit Modi yang dikenal vegetarian.
Dari pantauan terbatas awak media, suasana pertemuan terlihat penuh keakraban. Prabowo dan Modi beberapa kali terlihat bertukar tawa dan berbicara dalam bahasa Inggris tanpa penerjemah, mengingat keduanya sama-sama alumni akademi militer dengan latar belakang pengalaman memimpin negara di tengah lanskap politik yang penuh tekanan.
Target Investasi Infrastruktur Rp50 Triliun
Laporan redaksi Apaberita.com menghimpun informasi bahwa dalam pertemuan ini turut dibahas potensi investasi India di sektor infrastruktur Indonesia hingga 50 triliun rupiah dalam lima tahun ke depan. Rencana investasi ini akan difokuskan pada pembangunan pelabuhan, kawasan industri terpadu di luar Jawa, serta pengembangan jaringan kereta semi-cepat yang menghubungkan kawasan ekonomi khusus.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah rencana keterlibatan perusahaan India dalam pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara, yang diproyeksikan menjadi gerbang ekspor-impor alternatif bagi arus barang antara Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di sektor telekomunikasi, India yang unggul dalam pengembangan jaringan 5G skala besar juga berminat untuk berbagi pengalaman implementasi dan pelatihan SDM dengan operator-operator seluler Indonesia.
Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk membahas isu-isu kawasan, termasuk situasi di Laut China Selatan dan krisis kemanusiaan yang masih memerlukan perhatian global. Indonesia dan India, sebagai dua negara demokrasi terbesar di Asia, memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya tatanan Indo-Pasifik yang inklusif dan berbasis hukum internasional.
Di sela-sela kunjungan, Modi dijadwalkan menghadiri CEO Forum dan menyapa diaspora India yang bermukim di Jabodetabek. Sementara itu, Presiden Prabowo diagendakan untuk melakukan kunjungan balasan ke New Delhi pada kuartal pertama tahun depan guna meresmikan kesepakatan-kesepakatan yang mulai dibahas hari ini. Rangkaian pertemuan ini diyakini para pengamat akan menjadi fondasi kokoh bagi hubungan bilateral yang tidak hanya saling menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berperan sebagai penyeimbang di tengah rivalitas kekuatan besar di kawasan.
(Laporan Redaksi Apaberita.com)
Comments (0)