JAKARTA — AHY Serukan Sungai Kembali Jadi Sumber Kehidupan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan pentingnya mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan dan penggerak roda per

Jul 09, 2026 - 06:03
0 0
JAKARTA — AHY Serukan Sungai Kembali Jadi Sumber Kehidupan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyerukan pentingnya mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan dan penggerak roda perekonomian masyarakat. Seruan ini disampaikan menyusul keprihatinannya terhadap kondisi banyak sungai di Indonesia yang semakin kritis akibat ulah manusia.

Dalam pernyataannya, AHY menekankan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan ekosistem vital yang menopang hajat hidup orang banyak. Mulai dari penyedia air bersih, irigasi pertanian, hingga sarana transportasi dan perdagangan sejak zaman dahulu. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang kontradiktif. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, sekitar 59% sungai di Indonesia berada dalam status tercemar berat, terutama di wilayah perkotaan padat penduduk.

Degradasi Fungsi Ekologis

AHY menyoroti fenomena sungai yang telah kehilangan daya dukung lingkungannya. "Sungai-sungai kita kini lebih mirip tempat pembuangan sampah raksasa. Limbah domestik, industri, dan sampah plastik menggunung, membunuh kehidupan akuatik, dan memicu banjir tahunan yang merugikan," ujarnya. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, sedimentasi dan penyempitan badan sungai telah menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kerusakan bantaran sungai akibat alih fungsi lahan untuk permukiman liar turut memperparah keadaan. Hilangnya daerah resapan air membuat siklus hidrologi terganggu. Akibatnya, saat musim hujan debit air melonjak drastis tanpa mampu ditampung, sementara saat kemarau kekeringan melanda.

"Kita harus punya kesadaran kolektif. Sungai adalah nadi kehidupan yang menghubungkan gunung dan laut, desa dan kota. Jika nadi ini tersumbat, maka matilah peradaban yang bergantung padanya," tegas AHY di hadapan sejumlah kader dan relawan lingkungan.

Aspek Ekonomi dan Sosial

Selain fungsi ekologis, AHY juga menyoroti dimensi ekonomi yang terlupakan. Banyak komunitas nelayan sungai, petani tambak, dan sektor pariwisata air yang menggantungkan pendapatan pada kualitas sungai. Di Kalimantan dan Sumatera misalnya, sungai adalah infrastruktur alami utama untuk distribusi hasil bumi. Ketika sungai dangkal dan tercemar, biaya logistik membengkak, harga komoditas anjlok, dan kesejahteraan warga menurun.

Studi Bank Dunia tahun 2024 menyebutkan bahwa kerugian ekonomi akibat pencemaran air di Indonesia mencapai Rp27 triliun per tahun. Angka ini mencakup biaya kesehatan, penurunan produktivitas perikanan, dan pembersihan lingkungan. "Ini bukan angka yang kecil. Ini alarm bagi kita semua untuk segera bertindak," serunya.

Gerakan Konservasi Berbasis Komunitas

Sebagai langkah konkret, Partai Demokrat mendorong gerakan konservasi sungai berbasis masyarakat. Program "Sungai Bersih, Hidup Sehat" akan diluncurkan di 15 provinsi sebagai proyek percontohan. Program ini meliputi kegiatan susur sungai reguler, penanaman pohon di sempadan, dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah komunal sederhana.

AHY juga menginisiasi kolaborasi multipihak antara pemerintah daerah, perusahaan swasta melalui tanggung jawab sosial, dan perguruan tinggi untuk menyediakan teknologi tepat guna. "Saya percaya, jika setiap desa di tepi sungai memiliki satu kader lingkungan yang terlatih, perubahan besar bisa dimulai dari skala kecil," imbuhnya. Targetnya, dalam dua tahun ke depan, setidaknya 70% titik pantau sungai di area proyek menunjukkan perbaikan kualitas air sebesar 15%.

Komitmen ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keenam tentang akses air bersih dan sanitasi. AHY menegaskan bahwa politik lingkungan bukan sekadar wacana elektoral, melainkan mandat konstitusional yang melekat pada Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 tentang penguasaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User