Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon

Jakarta, Apaberita.com – Otoritas Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon selatan. Penutupan jalur air strategis dunia ini terjadi saat perundingan antara

Jul 08, 2026 - 00:09
0 0
Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon

Jakarta, Apaberita.com – Otoritas Iran kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon selatan. Penutupan jalur air strategis dunia ini terjadi saat perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mulai digelar di Swiss, menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri ketegangan militer kedua negara. Sumber pejabat Iran yang dekat dengan tim negosiasi mengatakan, Selat Hormuz akan tetap ditutup sepanjang gencatan senjata di Lebanon tidak ditegakkan.

Menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim, yang dikonfirmasi oleh Reuters dan Al Arabiya pada Senin (22/6/2026), Teheran menuntut dua syarat utama sebelum membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut: penghormatan penuh terhadap gencatan senjata di Lebanon dan pemberian izin resmi bagi penjualan minyak Iran yang selama ini terhambat sanksi. Kedua syarat itu dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi kepentingan nasional dan stabilitas kawasan.

Posisi Tegas di Tengah Diplomasi

Penutupan Selat Hormuz bukan kali pertama dilakukan Iran. Namun, langkah terbaru ini diambil di tengah sinyal diplomatik yang mulai menguat antara Teheran dan Washington. MoU yang ditandatangani sebelumnya diharapkan bisa menjadi fondasi bagi pengurangan konflik, termasuk di Lebanon. Akan tetapi, sikap tegas Iran menunjukkan bahwa diplomasi tidak boleh mengorbankan kedaulatan dan keamanan kawasan, terutama setelah eskalasi militer di perbatasan Lebanon-Israel kembali memakan korban jiwa.

“Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati. Jalur ini juga akan tetap ditutup sampai ada izin yang memungkinkan penjualan minyak Iran dikeluarkan,” ujar sumber pejabat Iran yang enggan disebutkan identitasnya.

Dampak Global yang Signifikan

Selat Hormuz merupakan salah satu titik tersempit sekaligus paling penting dalam rantai pasok energi global. Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewati selat ini setiap harinya. Penutupan total berpotensi mengguncang pasar energi internasional, mendorong lonjakan harga minyak mentah, serta mengganggu stabilitas ekonomi di negara-negara importir energi utama, termasuk di Asia dan Eropa. Oleh karena itu, respons komunitas internasional akan sangat menentukan arah perundingan selanjutnya.

Para pengamat menilai, langkah Iran ini juga menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan berkompromi pada isu yang menyangkut keamanan poros perlawanan di Timur Tengah. Di sisi lain, Amerika Serikat dihadapkan pada dilema antara menjaga stabilitas harga energi dan memberikan konsesi diplomatik yang bisa meredakan ketegangan di Lebanon. Sampai saat ini, perundingan di Swiss masih berlangsung dalam suasana tertutup, namun satu hal yang jelas: tanpa jaminan penghentian serangan Israel dan pelonggaran izin ekspor minyak, Selat Hormuz akan tetap menjadi pintu yang tertutup bagi lalu lintas energi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User