Insiden Maut Gorong-gorong Jaktim, Tiga Pekerja Tewas

JAKARTA — Tragedi di area proyek saluran air bawah tanah menewaskan tiga orang pekerja di wilayah Jakarta Timur pada Kamis (10/7/2026). Ketiga korban yang merupakan tenaga kerja subkontraktor diduga...

Jul 13, 2026 - 10:07
0 1
Insiden Maut Gorong-gorong Jaktim, Tiga Pekerja Tewas

JAKARTA — Tragedi di area proyek saluran air bawah tanah menewaskan tiga orang pekerja di wilayah Jakarta Timur pada Kamis (10/7/2026). Ketiga korban yang merupakan tenaga kerja subkontraktor diduga kuat menghirup gas beracun saat berada di dalam gorong-gorong. Satu di antara korban merupakan warga negara asing.

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika satu pekerja pertama kali masuk ke dalam gorong-gorong untuk menjalankan tugas pemeliharaan. Namun dalam hitungan menit, pekerja tersebut tidak kunjung muncul ke permukaan. Dua rekan kerjanya yang menyadari situasi darurat segera turun untuk melakukan pertolongan, tetapi justru ikut terjebak dan kehilangan kesadaran di lokasi yang sama.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Andi Setiawan, membenarkan adanya insiden tersebut. "Kami menerima laporan sekitar pukul 14.30 WIB. Tiga orang pekerja ditemukan tidak bernyawa di dalam gorong-gorong. Dugaan sementara para korban menghirup gas berbahaya yang terakumulasi di ruang tertutup tersebut," ujar Andi Setiawan dalam keterangan resmi di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (11/7/2026).

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri dan peralatan pernapasan khusus mengingat tingginya konsentrasi gas di dalam gorong-gorong yang diperkirakan memiliki kedalaman mencapai enam meter.

Kronologi dan Identitas Korban

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi di lapangan, peristiwa berawal sekitar pukul 13.45 WIB. Pekerja pertama yang diketahui bernama Supriyanto (42), warga Bekasi, Jawa Barat, masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi saluran air. Lima belas menit berselang tanpa ada respons dari dalam, dua rekannya masing-masing Ahmad Fauzi (29) dan Mr. Kyaw Zin (35), warga negara Myanmar, menyusul masuk.

Ketiganya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh pekerja lain yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada mandor proyek dan pihak berwajib. Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa timnya menerjunkan delapan personel dengan perlengkapan hazmat level dasar untuk mengevakuasi para korban. "Kami harus sangat hati-hati. Konsentrasi gas di titik tersebut cukup tinggi. Tim kami menggunakan gas detektor dan baru bisa masuk setelah memastikan kadar oksigen aman dengan bantuan blower," jelas Isnawa Adji.

Dugaan Gas Beracun dan Standar Keselamatan

Gorong-gorong sebagai ruang terbatas atau confined space memiliki risiko tinggi terhadap akumulasi gas berbahaya seperti hidrogen sulfida (H2S), metana (CH4), dan karbon monoksida (CO). Gas-gas tersebut dapat terbentuk dari dekomposisi material organik yang terbawa aliran air dan terperangkap dalam saluran tertutup. Tanpa ventilasi yang memadai, pekerja yang masuk tanpa alat pelindung pernapasan berisiko kehilangan kesadaran hanya dalam hitungan detik.

Praktisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, Dr. Heru Prasetyo, yang dimintai keterangan secara terpisah, menekankan pentingnya prosedur izin masuk ruang terbatas atau confined space entry permit. "Insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi jika standar K3 ditegakkan dengan ketat. Setiap pekerjaan di ruang terbatas wajib melalui pengukuran kadar gas, penggunaan alat pelindung diri lengkap, serta kehadiran petugas standby di luar. Jangan sampai semangat menolong justru menambah jumlah korban," tegas Heru Prasetyo.

Polres Metro Jakarta Timur bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta kini tengah menyelidiki apakah pihak kontraktor utama maupun subkontraktor telah menerapkan prosedur keselamatan kerja sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan peraturan turunannya. Pemeriksaan terhadap mandor lapangan, manajer proyek, dan perwakilan perusahaan subkontraktor telah dilakukan untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut.

Tanggapan Pemerintah dan Langkah Lanjutan

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, menyampaikan duka mendalam atas insiden ini dan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek infrastruktur bawah tanah yang sedang berlangsung. "Saya sudah meminta Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan audit K3 di semua titik pekerjaan gorong-gorong dan saluran air. Tidak boleh ada lagi pekerja yang kehilangan nyawa karena kelalaian prosedur," ujar Teguh Setyabudi di Balai Kota DKI Jakarta.

Sementara itu, pengurus RT dan RW setempat mengungkapkan bahwa proyek pengerjaan gorong-gorong tersebut sudah berlangsung sekitar tiga pekan. Warga sekitar mengaku beberapa kali mencium bau tidak sedap yang menyengat dari area proyek, terutama saat siang hari. Namun keluhan tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang memadai dari pihak pelaksana proyek.

Proyek saluran air bawah tanah ini merupakan bagian dari program peningkatan sistem drainase DKI Jakarta yang digagas untuk mengurangi risiko banjir di wilayah timur ibu kota. Pekerjaan dikerjakan oleh kontraktor utama yang kemudian menunjuk subkontraktor untuk menangani sejumlah pekerjaan spesifik termasuk pemeliharaan dan pembersihan gorong-gorong.

Ketiga jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Pihak Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta juga telah dihubungi terkait keberadaan korban warga negara asing. Proses pemulangan jenazah akan dikoordinasikan setelah seluruh prosedur pemeriksaan dan administrasi diselesaikan oleh pihak berwenang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User