Oct 12, 2026
Politik

Indonesia Tegaskan Dukungan Hak Air Mesir di Sungai Nil

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap upaya Mesir dalam mengamankan hak air negaranya di sepanjang aliran Sungai Nil. Pernyat...

Indonesia Tegaskan Dukungan Hak Air Mesir di Sungai Nil

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap upaya Mesir dalam mengamankan hak air negaranya di sepanjang aliran Sungai Nil. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di sela kunjungan kenegaraan, sebagai bagian dari penguatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin sejak lama.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memahami posisi Mesir yang menganggap Sungai Nil sebagai sumber kehidupan strategis bagi rakyatnya. Menurutnya, hak atas air merupakan bagian dari kepentingan nasional yang sah dan dilindungi oleh hukum internasional, sehingga penyelesaian sengketa harus mengedepankan prinsip keadilan, kerja sama, serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

"Indonesia mendukung penuh upaya Mesir untuk mengamankan hak airnya di Sungai Nil. Air adalah hak hidup, dan setiap negara berhak mendapatkan akses yang adil dan berkelanjutan," tegas Presiden Prabowo dalam pernyataan resmi yang dikutip dari keterangan pers Istana Kepresidenan.

Komitmen Diplomasi Damai dan Berkeadilan

Presiden Prabowo menekankan bahwa dukungan Indonesia tidak dimaksudkan untuk memihak salah satu pihak dalam perselisihan mengenai pemanfaatan air Sungai Nil. Sebaliknya, dukungan tersebut merupakan wujud konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, yang selalu mendorong penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, mediasi, dan mekanisme multilateral yang diakui secara internasional.

Ia menambahkan, sebagai negara dengan pengalaman panjang dalam mengelola sumber daya air lintas batas, Indonesia memahami kompleksitas persoalan yang dihadapi kawasan Afrika Timur. Karena itu, Indonesia siap memberikan kontribusi pemikiran melalui forum-forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mendorong tercapainya kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang berkepentingan.

Pemerintah Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip yang tertuang dalam Konvensi PBB tentang Hukum Penggunaan Sumber Daya Air Internasional untuk Tujuan Non-Navigasi. Berdasarkan kerangka hukum tersebut, pemanfaatan sungai lintas negara harus dilakukan secara wajar, adil, dan tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi negara lain di kawasan aliran sungai.

Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Mesir

Pertemuan bilateral tersebut tidak hanya membahas isu Sungai Nil. Kedua kepala negara juga menyepakati sejumlah kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan energi terbarukan. Presiden Prabowo menyatakan bahwa Mesir merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Afrika dan Timur Tengah, sekaligus pintu masuk bagi produk-produk Indonesia ke pasar Afrika Utara.

Dalam rapat terbatas yang digelar setelah pertemuan bilateral, Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa dukungan terhadap Mesir akan ditindaklanjuti melalui serangkaian langkah diplomatik konkret. Langkah tersebut meliputi penyampaian sikap resmi Indonesia dalam forum internasional, penguatan kerja sama teknis pengelolaan sumber daya air, hingga pembukaan jalur komunikasi dengan negara-negara hulu Sungai Nil demi mendorong tercapainya solusi yang inklusif.

Menteri Luar Negeri menambahkan, Indonesia akan terus berperan aktif sebagai jembatan dialog antara negara-negara yang berkepentingan terhadap Sungai Nil. Pendekatan ini sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyerukan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Respons dan Prospek Kerja Sama Kawasan

Dukungan Indonesia terhadap Mesir disambut positif oleh pemerintah Kairo. Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan penghargaan atas sikap Indonesia yang dinilai mencerminkan solidaritas sesama negara berkembang dalam memperjuangkan hak-hak dasar rakyatnya. Mesir berharap dukungan tersebut dapat memperkuat posisi negara-negara Afrika dalam negosiasi mengenai tata kelola air lintas batas di kawasan.

Pengamat hubungan internasional menilai langkah Indonesia ini merupakan bagian dari diplomasi multilateral yang semakin aktif di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Menurut sejumlah kalangan, keterlibatan Indonesia dalam isu Sungai Nil memberikan nilai tambah bagi posisi Indonesia di kawasan Afrika dan memperluas jaringan kemitraan strategis di luar kawasan Asia Tenggara.

Sungai Nil merupakan salah satu sungai terpanjang di dunia dan menjadi sumber air utama bagi lebih dari 280 juta penduduk di sebelas negara di kawasan Afrika Timur dan Afrika Utara. Mesir sendiri sangat bergantung pada aliran sungai tersebut untuk kebutuhan irigasi pertanian, pasokan air bersih, serta pembangkit listrik tenaga air. Berdasarkan data resmi, lebih dari 95 persen kebutuhan air Mesir berasal dari Sungai Nil, sehingga stabilitas aliran sungai menjadi persoalan krusial bagi ketahanan nasional negara tersebut.

Dengan dukungan yang disampaikan Presiden Prabowo, Indonesia secara resmi menempatkan diri sebagai salah satu negara yang mendorong penyelesaian damai atas sengketa air di kawasan tersebut. Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap konsisten memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kerja sama internasional demi kesejahteraan rakyat banyak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User