IEU-CEPA Masuki Tahap Pengesahan, Ekspor RI ke Eropa Berpeluang Naik

Jakarta, Apaberita.com – Upaya pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi global melalui berbagai perjanjian bilateral mencapai kemajuan berarti. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif I

Jul 07, 2026 - 23:11
0 0
IEU-CEPA Masuki Tahap Pengesahan, Ekspor RI ke Eropa Berpeluang Naik

Jakarta, Apaberita.com – Upaya pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi global melalui berbagai perjanjian bilateral mencapai kemajuan berarti. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) kini berada di tikungan akhir setelah Komisi Eropa secara resmi mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) kepada Dewan Uni Eropa. Usulan ini juga menyertakan Perjanjian Perlindungan Investasi (IPA) sebagai paket kesepakatan yang tidak terpisahkan. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa negosiasi panjang yang dimulai sejak 2016 akan segera menuai hasil konkret.

Dengan masuknya usulan ke Dewan Uni Eropa, prosedur internal di tingkat Eropa akan berjalan. Komisi Eropa merekomendasikan agar Dewan mengadopsi keputusan untuk menandatangani sekaligus menyimpulkan perjanjian ini. Jika Dewan menyetujui, maka proses akan berlanjut ke penandatanganan oleh perwakilan resmi kedua pihak. Selanjutnya, naskah akan dibawa ke parlemen masing-masing untuk diratifikasi. Di Indonesia, DPR RI akan membahas rancangan undang-undang ratifikasi sebagai dasar pemberlakuan IEU-CEPA.

Perdagangan Bebas yang Dinanti

IEU-CEPA diyakini bakal mendongkrak kinerja ekspor nasional ke kawasan Eropa secara signifikan. Selama ini, sejumlah produk unggulan Indonesia seperti tekstil, alas kaki, produk perikanan, elektronik, dan minyak sawit menghadapi tarif bea masuk yang relatif tinggi di pasar Uni Eropa. Di bawah skema perjanjian ini, lebih dari 95% pos tarif akan dihapuskan secara bertahap, memberi keleluasaan bagi pelaku usaha Tanah Air untuk meningkatkan penetrasi pasar. Berdasarkan data yang dihimpun Apaberita.com, total perdagangan bilateral Indonesia-Uni Eropa mencapai lebih dari 30 miliar dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia. Meski demikian, surplus itu masih bisa diperlebar mengingat besarnya permintaan Eropa akan produk konsumsi, pertanian, dan manufaktur.

“Ini adalah momentum krusial. Kami optimistis, begitu perjanjian berlaku, ekspor Indonesia ke Eropa akan naik signifikan, terutama untuk sektor manufaktur dan produk pertanian bernilai tambah. Pelaku usaha harus bersiap memenuhi standar pasar Eropa,” ujar seorang pejabat Kementerian Perdagangan saat dihubungi Apaberita.com, Kamis (8/5/2025).

Selain peningkatan ekspor, IEU-CEPA juga dirancang untuk menarik lebih banyak investasi Eropa ke Indonesia. Melalui IPA yang menjadi bagian integral dari kesepakatan, investor Eropa akan mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian berusaha. Iklim investasi yang lebih terjamin itu diharapkan bisa mendorong aliran modal ke sektor-sektor prioritas nasional seperti energi terbarukan, infrastruktur, manufaktur cerdas, dan teknologi digital. Pemerintah pun menilai perjanjian ini sejalan dengan agenda hilirisasi industri yang tengah digalakkan.

Proses di tingkat Dewan Uni Eropa akan melalui pembahasan di kelompok kerja serta persetujuan para menteri negara anggota. Apabila berjalan lancar, penandatanganan bisa dilakukan dalam beberapa bulan mendatang. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Luar Negeri terus menjalin komunikasi intensif dengan Brussels untuk memastikan seluruh tahapan terlaksana tanpa hambatan. Di sisi lain, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia menilai penyelesaian IEU-CEPA akan menjadi katalis positif bagi perekonomian nasional yang tengah bertransformasi.

“Ini adalah perjanjian perdagangan bebas paling komprehensif yang dinegosiasikan Indonesia dalam satu dekade terakhir. Dampaknya bukan hanya pada arus barang dan modal, tetapi juga pada reformasi regulasi dan peningkatan standar di dalam negeri,” kata pengamat tersebut kepada Apaberita.com. Dunia usaha di Tanah Air diimbau mulai menyiapkan diri, termasuk memenuhi standar keberlanjutan dan sertifikasi internasional yang menjadi prasyarat utama pasar Eropa. Pemerintah pun berjanji akan menghadirkan program pendampingan khusus bagi UMKM agar mampu ikut serta memanfaatkan peluang yang terbuka lebar. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan proses pengesahan IEU-CEPA ini untuk Anda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User