Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dianiaya hingga Tewas di Malaysia

Sebuah tragedi memilukan menimpa tenaga kerja Indonesia asal Aceh di Malaysia. Seorang perempuan muda bernama Putri Hensy Aprilda (22), yang berasal dari Aceh Tamiang, dilaporkan meninggal dunia bers

Jul 07, 2026 - 23:57
0 0
Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dianiaya hingga Tewas di Malaysia

Sebuah tragedi memilukan menimpa tenaga kerja Indonesia asal Aceh di Malaysia. Seorang perempuan muda bernama Putri Hensy Aprilda (22), yang berasal dari Aceh Tamiang, dilaporkan meninggal dunia bersama bayinya setelah diduga menjadi korban penganiayaan berat di Negeri Jiran. Informasi ini pertama kali mencuat setelah tim gabungan yang terdiri dari perwakilan DPD RI dan komunitas Aceh di Malaysia melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian.

Korban yang saat itu tengah mengandung diduga mengalami penyiksaan begitu kejam hingga memicu persalinan prematur. Bayi yang dikandungnya terpaksa lahir lebih awal dalam kondisi yang sangat tragis. Laporan yang diterima Apaberita.com pada Selasa (23/6/2026) menyebutkan bahwa perut korban dipukul dan diinjak-injak oleh pelaku tanpa rasa kemanusiaan. Akibatnya, perempuan malang itu melahirkan sendiri di tengah penderitaan, sementara sang bayi lahir dalam keadaan berlumuran darah.

Kesaksian dan Proses Pengurusan Jenazah

"Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah,"

Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, yang langsung bergerak cepat mengoordinasikan bantuan setelah mendapat laporan awal. Timnya bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia langsung menuju tempat kejadian untuk mengurus jenazah ibu dan bayi tersebut. Insiden nahas ini diketahui terjadi pada 25 Maret 2026 di kawasan Klang, Selangor, yang menjadi salah satu wilayah konsentrasi pekerja migran asal Indonesia. Hingga kini, proses pemulangan jenazah masih diupayakan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bersama komunitas setempat.

Dari penelusuran sementara, belum diketahui secara pasti apa motif di balik aksi biadab tersebut. Pihak keluarga di Aceh pun terpukul hebat mendengar kabar duka ini. Kasus ini kembali menyoroti rentannya posisi pekerja migran, khususnya perempuan, terhadap kekerasan di tempat kerja. Apalagi korban yang sedang hamil seharusnya mendapat perlindungan ekstra, bukan malah menjadi sasaran kebengisan.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Malaysia didesak untuk segera turun tangan memastikan kasus ini diusut tuntas. Berbagai elemen masyarakat Aceh juga menuntut agar pelaku dijerat dengan hukuman maksimal sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat tindakan penganiayaan ini telah merenggut dua nyawa sekaligus. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan pengungkapan fakta di balik kasus ini serta upaya pemulangan jenazah ke kampung halaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User