Aug 29, 2026
Politik

Hasto Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Hari Lahir Pancasila

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin langsung Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng...

Hasto Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Hari Lahir Pancasila

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memimpin langsung Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). Upacara yang digelar sejak pukul 07.30 WIB itu diikuti jajaran pengurus DPP, kader partai dari berbagai daerah, serta simpatisan yang mengenakan pakaian adat Nusantara.

Dalam kapasitasnya sebagai inspektur upacara, Hasto memimpin penghormatan kepada bendera, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan amanat. Seluruh rangkaian prosesi berlangsung khidmat di tengah suasana pagi yang cerah di kawasan Lenteng Agung.

Rangkaian Upacara di Halaman Kantor DPP

Rangkaian upacara diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera. Pasukan pengibar bendera terdiri atas kader-kader terlatih yang telah menjalani latihan intensif selama beberapa pekan sebelumnya. Prosesi berjalan tertib diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan paduan suara serta korps musik partai, sementara seluruh peserta berdiri tegak dan mengikuti setiap tahapan hingga pengibaran bendera dinyatakan selesai.

Usai mengheningkan cipta, Hasto membacakan amanat yang mengajak seluruh kader menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berpartai, bermasyarakat, dan bernegara. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum refleksi dan penguatan ideologi.

“Upacara ini kita laksanakan sebagai wujud penghormatan kepada para pendiri bangsa yang telah merumuskan dasar negara. Melalui peringatan ini, kita tegaskan bahwa Pancasila adalah jiwa dan kepribadian bangsa yang harus dijaga dari segala bentuk ancaman,” tegas Hasto dalam amanatnya.

Sejarah Penetapan Hari Lahir Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato yang dikenal dengan judul Lahirnya Pancasila itu, Soekarno mengusulkan lima sila sebagai dasar negara, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, kebangsaan Indonesia, perikemanusiaan, permusyawaratan, serta keadilan sosial.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Penetapan itu menindaklanjuti aspirasi berbagai elemen masyarakat agar momentum kelahiran dasar negara memperoleh pengakuan resmi dalam kalender nasional. Berbeda dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, Hari Lahir Pancasila diperingati sebagai hari refleksi atas gagasan awal perumusan dasar negara oleh para pendiri bangsa. Sejak saat itu, peringatan ini digelar rutin oleh lembaga negara, partai politik, sekolah, hingga instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Bagi PDI Perjuangan, peringatan ini memiliki makna historis yang mendalam. Partai yang berpedoman pada pemikiran dan ajaran Bung Karno menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber gerak langkah partai, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai. Oleh karena itu, peringatan di lingkungan partai selalu dilaksanakan secara meriah namun tetap khidmat.

Pesan Persatuan di Tengah Dinamika Kebangsaan

Dalam keterangannya usai upacara, Hasto menyatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum memperkuat persatuan di tengah dinamika politik nasional yang kian kompleks. Ia mengingatkan bahwa kemajemukan bangsa merupakan kekuatan, bukan penghalang, selama seluruh elemen bangsa berpegang teguh pada nilai gotong royong dan musyawarah. Menurut Hasto, persatuan yang kokoh menjadi prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan global.

“Pancasila lahir dari proses musyawarah yang panjang. Karena itu, seluruh anak bangsa harus menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap persoalan kebangsaan. Tidak ada ruang bagi sikap saling menjatuhkan di antara anak bangsa,” ujar Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menegaskan bahwa partainya akan terus konsisten menjaga Pancasila sebagai ideologi negara dari berbagai tantangan, termasuk arus pemahaman yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Ia juga meminta seluruh kader menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila, mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga masyarakat luas.

“Kader partai harus menjadi garda terdepan dalam mengamalkan Pancasila. Bukan sekadar dalam pidato, melainkan dalam kerja nyata melayani rakyat,” katanya.

Upacara diakhiri dengan pembacaan doa dan diramaikan suasana kekeluargaan antar peserta. Hasto berharap semangat Hari Lahir Pancasila terus menyala di dada setiap kader dan seluruh rakyat Indonesia dalam mengisi pembangunan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User