Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, beserta rombongan penerima Nobel Perdamaian dalam pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. Agenda pertemuan mencakup penguatan hubungan bilateral di bidang perbatasan, perdagangan, dan pendidikan, serta komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Kedatangan Ramos-Horta beserta para penerima Nobel Perdamaian disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana resmi kenegaraan. Pertemuan tersebut menegaskan kedekatan hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, sebagaimana tercermin dari intensitas komunikasi tingkat tinggi kedua negara pada berbagai forum bilateral maupun multilateral.
Ramos-Horta merupakan salah satu tokoh yang dianugerahi Nobel Perdamaian pada tahun 1996 bersama Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo atas perjuangannya dalam penyelesaian damai konflik di Timor-Leste. Kehadirannya dalam pertemuan ini dinilai sebagai penguatan simbol persahabatan kedua negara yang telah menempuh perjalanan panjang menuju rekonsiliasi.
Agenda Penguatan Kerja Sama Bilateral
Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya penyelesaian isu perbatasan darat yang menjadi prioritas dalam hubungan bilateral. Kedua pihak menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi bersama yang telah disepakati sebelumnya, termasuk penyelenggaraan pertemuan Komite Perbatasan Bersama secara berkala.
Selain perbatasan, kerja sama perdagangan dan investasi menjadi sorotan utama. Indonesia dan Timor-Leste sepakat memperkuat konektivitas ekonomi, termasuk pembukaan jalur perdagangan yang lebih efisien di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra pembangunan yang andal bagi Timor-Leste dalam berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga ketahanan pangan.
Bidang pendidikan turut menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut. Kedua negara membahas peluang peningkatan jumlah pelajar Timor-Leste yang menempuh pendidikan di Indonesia melalui program beasiswa, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia kawasan. Kerja sama ini dinilai dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara dalam jangka panjang.
Peran Penerima Nobel dalam Perdamaian
Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah penerima Nobel Perdamaian yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya diplomasi dan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan kawasan. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan dukungan komunitas internasional terhadap upaya Indonesia dan Timor-Leste dalam menjaga perdamaian di kawasan.
Dalam kesempatan tersebut, para penerima Nobel Perdamaian menyampaikan apresiasi atas peran Indonesia dalam mendorong stabilitas di Asia Tenggara. Mereka menilai pengalaman Indonesia dalam merawat persatuan di tengah keberagaman dapat menjadi teladan bagi negara lain dalam menyelesaikan konflik secara damai melalui jalur musyawarah.
Presiden Prabowo menyambut positif pandangan tersebut. Ia menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia, sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagai cita-cita bangsa.
Komitmen Menjaga Stabilitas Kawasan
Pertemuan ini juga menjadi forum untuk membahas dinamika keamanan kawasan yang semakin kompleks. Kedua kepala negara sepakat bahwa kerja sama regional, termasuk melalui forum ASEAN, harus terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan bersama, seperti perubahan iklim, keamanan maritim, dan dinamika perdagangan global.
Ramos-Horta menilai hubungan Indonesia–Timor-Leste berada pada titik terbaik dalam sejarah kedua negara. Ia menyatakan optimisme terhadap masa depan kerja sama bilateral, terutama setelah kedua negara menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai forum internasional dalam kurun waktu terakhir.
Sebagai penutup, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk terus melanjutkan komunikasi tingkat tinggi dan mempercepat realisasi berbagai kerja sama yang telah dirancang. Kedua negara berkomitmen untuk merealisasikan seluruh kesepakatan dalam waktu dekat, diiringi mekanisme pemantauan yang jelas dan terukur.
Harapan Baru bagi Hubungan Kedua Negara
Pertemuan ini dinilai membuka babak baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Timor-Leste. Kehadiran Ramos-Horta dan para penerima Nobel Perdamaian di Istana Kepresidenan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian yang selama ini menjadi fondasi hubungan kedua negara.
Dengan agenda yang telah disepakati, kedua pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh hasil pembahasan melalui mekanisme kerja sama yang telah ada. Langkah ini diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, sekaligus memperkokoh kontribusi kawasan terhadap perdamaian dunia.
Comments (0)