Warga di kawasan Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kabupaten Badung, Bali, kembali diresahkan oleh perbuatan asusila yang dilakukan warga negara asing (WNA) di sekitar permukiman mereka. Peristiwa terbaru menyeret warga negara Australia berinisial BA (27) yang terekam kamera pengawas tengah berhubungan intim di teras rumah milik warga setempat pada Jumat (28/8).
Pemilik Rumah: Kejadian Berulang Lebih dari Sepuluh Kali
Pemilik rumah, Wayan Suyadnya, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah insiden yang pertama kali terjadi di lokasi itu. Ia menyatakan telah berulang kali memergoki WNA berbuat asusila di sekitar permukimannya selama ini.
"Letak rumah saya memang berseberangan dengan tempat hiburan. Kejadian kemarin bukan kejadian yang pertama kali, mungkin lebih dari 10 kali karena saya sudah memergoki kejadian seperti ini tiga kali," kata Suyadnya saat ditemui di kediamannya di Tibubeneng, Jumat (28/8).
Ia menjelaskan, kejadian-kejadian pada periode sebelumnya tidak terekam oleh kamera pengawas sehingga pihaknya belum memiliki bukti digital yang memadai untuk menindaklanjuti. Bukti tersebut baru dimilikinya setelah BA bersama seorang perempuan memasuki pekarangan rumahnya dan melakukan perbuatan asusila di lokasi tersebut.
Rasa Jengkel Warga dan Bukti Rekaman CCTV
Suyadnya mengungkapkan kekesalan mendalam atas perbuatan yang terus berulang di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai tindakan tersebut telah mengganggu ketenteraman warga dan menodai nilai-nilai yang dijunjung masyarakat setempat.
"Kami sudah merasa sangat jengkel dengan kejadian seperti ini yang terus berulang-ulang terjadi di tempat kami. Jadi sudah saatnya, karena kami punya bukti dan momen dalam rekamannya seperti kontras. Istri saya dengan sesajen, mereka melakukan hubungan seperti itu di pagar," ungkapnya.
Menurutnya, rekaman kamera pengawas yang kini dimilikinya menjadi dasar yang kuat bagi warga untuk melaporkan dan menindaklanjuti peristiwa tersebut kepada pihak berwenang. Kontras antara aktivitas keagamaan warga yang tengah bersembahyang dengan perbuatan asusila yang terjadi di pekarangan rumahnya menjadi sorotan utama dalam rekaman itu.
Penyebab dan Harapan Warga
Suyadnya menilai tingginya frekuensi kejadian yang melibatkan WNA di sekitar rumahnya tidak terlepas dari letak permukiman yang berdekatan dengan kawasan wisata dan tempat hiburan malam. Kedekatan tersebut, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang memudahkan terjadinya pelanggaran norma di lingkungan tersebut.
Meski demikian, ia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi para wisatawan asing agar lebih menghormati norma dan adat istiadat yang berlaku di Indonesia, serta mampu mengontrol perilaku ketika berada di negara lain.
"Kami berharap, kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi wisatawan lainnya," terangnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap perilaku WNA di kawasan pariwisata Bali. Warga berharap pihak berwenang dapat menindaklanjuti kejadian tersebut secara tegas berdasarkan ketentuan yang berlaku, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku serta menjadi peringatan bagi wisatawan asing lainnya agar menjaga sikap dan menghormati norma sosial budaya masyarakat setempat.
Comments (0)