Harga Emas Perhiasan Hari Ini Tembus Rp2,665 Juta per Gram
Aktivitas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pagi ini tampak lebih sibuk dari biasanya. Seorang karyawan dengan cekatan mengeluarkan beberapa perhiasan
Aktivitas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pagi ini tampak lebih sibuk dari biasanya. Seorang karyawan dengan cekatan mengeluarkan beberapa perhiasan emas dari etalase kaca, memperlihatkannya kepada calon pembeli yang serius mengamati kilau logam mulia itu. Di saat yang sama, layar monitor di meja kasir menampilkan angka yang membuat para pedagang terus memperbarui kalkulasi mereka: harga emas kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini melonjak tajam sebesar Rp13.000, menetapkan posisi baru di level Rp2.665.000 per gram. Kenaikan ini mematahkan tren stabil yang sempat dinikmati pelaku pasar selama tiga hari perdagangan sebelumnya, dan langsung merembet ke segmen emas perhiasan yang menjadi acuan utama konsumen ritel.
Rincian Harga Emas Antam Berdasarkan Satuan
Bagi investor dan kolektor, kenaikan tipis di harga dasar memiliki efek berantai yang signifikan. Berdasarkan daftar harga resmi yang dirilis Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, berikut adalah rincian harga per Rabu, 14 Januari 2026:
Satuan terkecil, emas batangan 0,5 gram, kini dibanderol seharga Rp1.382.500. Sementara itu, kemasan populer 1 gram berada di angka Rp2.665.000. Untuk kebutuhan investasi kelas menengah, batangan 5 gram harus ditebus dengan Rp12.650.000, dan 10 gram menembus Rp25.180.000.
Pada segmen berat yang lebih besar, emas batangan 25 gram dipatok Rp62.750.000, 50 gram di level Rp125.350.000, dan 100 gram mencapai Rp250.600.000. Harga ini belum termasuk pajak penghasilan (PPh 22) yang berlaku bagi pembeli yang tidak menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yaitu tambahan sebesar 0,25% dari total transaksi.
Dampak pada Segmen Perhiasan Ritel
Tidak hanya emas batangan, gejolak harga dasar ini langsung diterjemahkan oleh toko-toko perhiasan ke dalam kalkulasi baru. Di Banda Aceh dan kota-kota besar lainnya, emas perhiasan dengan kadar 22 karat kini bertengger di kisaran Rp2.400.000 hingga Rp2.550.000 per gram, bergantung pada tingkat kesulitan pembuatan dan merek toko. Perajin lokal terpaksa menaikkan ongkos produksi sebesar 3% hingga 5% untuk menyesuaikan dengan fluktuasi harga bahan baku yang semakin volatil.
Seorang pemilik toko emas di kawasan Pasar Aceh menyatakan bahwa lonjakan ini memang membuat sebagian konsumen menunda pembelian, namun tidak menyurutkan minat mereka yang memandang emas sebagai instrumen lindung nilai.
"Biasanya, kalau harga naik begini, yang datang justru pembeli yang ingin menyicil emas batangan kecil. Mereka takut harga besok lebih tinggi lagi,"demikian tanggapannya saat ditemui di selah kesibukan melayani pelanggan.
Konteks Pergerakan Pasar Global
Penguatan harga emas Antam kali ini tidak terlepas dari dinamika pasar spot internasional. Hingga pukul 09:30 WIB, harga emas dunia (XAU/USD) tercatat menguat tipis ke level $3.025 per troy ounce, terangkat oleh sentimen risk-off para pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat malam nanti. Ketegangan geopolitik di kawasan Eropa Timur yang kembali memanas juga menjadi katalis pendorong permintaan aset safe haven.
Bagi konsumen Indonesia, pergerakan harga dunia memiliki dampak langsung karena Antam mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia dan harga acuan London Bullion Market Association (LBMA). Pada sesi pagi ini, rupiah tercatat melemah tipis ke posisi Rp15.780 per dolar AS, turut memperkuat tekanan pada harga emas domestik.
Dengan menyisakan satu bulan menuju perayaan Imlek, para analis memprediksi permintaan emas perhiasan akan tetap tinggi meskipun harga terus bergerak di zona bullish. Tradisi pemberian emas sebagai simbol kemakmuran di kalangan masyarakat Tionghoa menjadi faktor musiman yang turut menopang angka penjualan toko-toko perhiasan di seluruh Indonesia.
Comments (0)