Harga Emas Antam Kembali Turun, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut
Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) tercatat melemah pada perdagangan Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia Antam yang dipantau Apaberita.com, harga ema
Jakarta – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) tercatat melemah pada perdagangan Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan laman resmi Logam Mulia Antam yang dipantau Apaberita.com, harga emas 24 karat turun sebesar Rp5.000 per gram, sehingga kini bertengger di level Rp2.668.000 per gram. Pelemahan ini menambah catatan koreksi pada pekan ini, setelah sebelumnya harga sempat bergerak fluktuatif di kisaran atas.
Untuk satuan perdagangan lainnya, emas Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp1.384.000. Adapun untuk ukuran yang lebih besar, emas batangan 10 gram dibanderol Rp26.175.000, sedangkan untuk ukuran 1.000 gram (1 kilogram) dipatok pada harga Rp2.608.600.000. Harga tersebut sudah termasuk margin dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di butik resmi Logam Mulia.
Tren Penurunan Harga Emas dalam Sepekan dan Sebulan
Jika merujuk pergerakan harga sepekan terakhir, emas Antam bergerak dalam rentang Rp2.668.000 hingga Rp2.733.000 per gram. Artinya, pelemahan hari ini menyentuh batas bawah rentang mingguan tersebut. Dalam sebulan terakhir, fluktuasi harga emas Antam semakin melebar, yakni antara Rp2.668.000 hingga Rp2.819.000 per gram. Penurunan sekitar Rp151.000 dari posisi tertinggi bulanan itu menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan.
Faktor Pendorong Pelemahan
Berdasarkan laporan Apaberita.com, beberapa analis menilai penurunan harga emas domestik tak lepas dari penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar yang kembali naik menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS membuat investor cenderung beralih ke instrumen berbunga tinggi.
“Secara historis, ketika dolar menguat dan imbal hasil obligasi naik, emas seringkali mengalami tekanan. Kondisi ini tampaknya tercermin pada harga emas Antam saat ini,” ujar seorang analis komoditas independen yang diwawancarai Apaberita.com.
Di sisi lain, permintaan fisik logam mulia di semester pertama 2026 diperkirakan mengalami sedikit perlambatan, sejalan dengan normalisasi permintaan pasca stimulus besar-besaran pada tahun sebelumnya. Faktor musiman juga turut mempengaruhi minat beli ritel di pasar domestik.
Prospek dan Rekomendasi
Dengan kondisi saat ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support dan resistance. Jika harga emas Antam terus bergerak di bawah level psikologis Rp2,7 juta per gram, bukan tidak mungkin koreksi lanjutan akan terjadi hingga akhir kuartal kedua. Namun, bagi investor jangka panjang, momen pelemahan justru sering dijadikan pintu masuk yang menarik untuk akumulasi.
Apaberita.com terus memantau perkembangan harga emas Antam setiap hari. Pantau terus laporan kami untuk update pergerakan harga logam mulia terkini.
Comments (0)