Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$59.000, Pedagang Sebut Fenomena Puncak Gunung Es

Jakarta – Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual. Harga Bitcoin (BTC) terpantau ambles signifikan pada perdagangan Kamis (25/6). Dalam pergerakan intraday, aset digital paling dominan ini semp

Jul 08, 2026 - 00:35
0 0
Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$59.000, Pedagang Sebut Fenomena Puncak Gunung Es

Jakarta – Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual. Harga Bitcoin (BTC) terpantau ambles signifikan pada perdagangan Kamis (25/6). Dalam pergerakan intraday, aset digital paling dominan ini sempat menyentuh titik terendah di US$58.995 atau setara Rp1,05 miliar dengan asumsi kurs Rp17.947 per dolar AS.

Berdasarkan laporan CNBC yang dikutip Apaberita.com, koreksi ini memperpanjang derita Bitcoin yang telah kehilangan 52 persen nilainya dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai tahun lalu. Sejak awal tahun, Bitcoin terus berjuang mempertahankan level psikologis US$60.000, namun kembali gagal dan terperosok ke zona bawah.

Bukan Sekadar Koreksi Biasa

Di tengah pelemahan yang terjadi, sejumlah pelaku pasar justru melihat penurunan ini bukan sebagai akhir dari siklus bearish, melainkan fenomena teknis yang lebih dalam. “Ini fenomena puncak gunung es,” ungkap analis dan pedagang senior yang disarikan dari diskusi pasar oleh tim redaksi Apaberita.com. Artinya, sentimen negatif yang tampak di permukaan masih dibayangi fundamental on-chain yang lebih kompleks, termasuk volume transaksi institusional yang belum sepenuhnya pulih.

“Para pedagang melihat penurunan harga Bitcoin saat ini sebagai fenomena puncak gunung es. Ada potensi tekanan lanjutan bila level US$58.000 tak mampu bertahan,” demikian ringkasan pandangan pelaku pasar yang dihimpun Apaberita.com.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terjadi rebound teknis dalam jangka pendek, struktur pasar masih cenderung rapuh. Pergerakan harga Bitcoin ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan menembus kembali area resistensi di US$62.000.

Aktivitas Opsi yang Memanas di ETF IBIT

Di tengah anjloknya harga, data dari Cboe LiveVol menunjukkan lonjakan aktivitas pada instrumen derivatif. Tercatat hampir 1,1 juta kontrak opsi pada iShares Bitcoin Trust (IBIT) diperdagangkan hanya dalam satu hari perdagangan. Lonjakan volume ini menandakan adanya posisi lindung nilai (hedging) besar-besaran dari investor institusi, sekaligus spekulasi arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Ketika volume opsi melonjak di tengah koreksi harga, biasanya mencerminkan meningkatnya ketidakpastian. Namun, data juga bisa diartikan sebagai persiapan akumulasi oleh dana besar yang memanfaatkan momentum pelemahan. Redaksi Apaberita.com akan terus memantau perkembangan pasar kripto dan pergerakan aset digital utama secara berimbang dan terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User