Gubernur dan Pangdam Lampung Panen Raya Dukung Swasembada

Gubernur Lampung, Dr. H. Rahmat Mirzani Djausal, S.Sos., M.M., bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Dwi Edi Herwanto, menghadiri Panen Raya Serentak TNI di Des...

Jul 19, 2026 - 19:28
0 0
Gubernur dan Pangdam Lampung Panen Raya Dukung Swasembada

Gubernur Lampung, Dr. H. Rahmat Mirzani Djausal, S.Sos., M.M., bersama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Dwi Edi Herwanto, menghadiri Panen Raya Serentak TNI di Desa Suka Maju, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Senin, 18 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan di tahun 2027. Panen raya tersebut melibatkan sekitar 1.200 personel TNI, petani, dan pemerintah daerah, dengan total luas lahan yang dipanen mencapai 500 hektar.

Kolaborasi TNI-Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam percepatan swasembada pangan. "Kami bersama Pangdam dan jajaran TNI telah menindaklanjuti keputusan Rapat Koordinasi Nasional Ketahanan Pangan yang digelar pada awal Juli lalu. Hasil panen hari ini membuktikan bahwa kolaborasi ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan," ujarnya di hadapan ratusan petani dan aparat. Gubernur juga menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk program bantuan alsintan dan pupuk bersubsidi pada tahun 2026.

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Dwi Edi Herwanto, menyatakan bahwa TNI siap mendukung penuh program Presiden Prabowo dalam mencapai swasembada pangan. "Berdasarkan arahan Kepala Staf Angkatan Darat, kami telah mengerahkan personel TNI di setiap kecamatan untuk membantu petani mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Hari ini, kita panen bersama dengan hasil rata-rata 6,5 ton per hektar, naik 15 persen dari musim tanam sebelumnya," jelasnya. Pangdam juga menambahkan bahwa ke depan TNI akan mendirikan lumbung pangan di setiap koramil untuk menjamin ketersediaan cadangan beras.

Target Swasembada Pangan 2027

Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato yang dibacakan oleh Gubernur Lampung, menekankan pentingnya peran TNI dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional. "Saya telah menetapkan bahwa tahun 2027 Indonesia harus swasembada pangan. Tidak ada lagi impor beras. TNI dan Polri adalah garda terdepan dalam mewujudkan hal ini," demikian pesan Presiden yang disampaikan dalam acara tersebut. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian, telah menetapkan target produksi padi nasional sebesar 55 juta ton gabah kering giling pada tahun 2027, meningkat dari 53 juta ton di tahun 2025.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta pada 5 Juli 2026, Menteri Pertanian bersama Panglima TNI dan Kapolri menyepakati pembentukan posko ketahanan pangan di setiap provinsi. Keputusan ini ditindaklanjuti dengan instruksi kepada seluruh gubernur dan pangdam untuk melaksanakan panen raya serentak sebagai simbol dimulainya gerakan nasional tersebut. Gubernur Rahmat menambahkan, "Kami telah menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Lampung untuk mengalokasikan minimal 30 persen dari anggaran ketahanan pangan daerah untuk mendukung program TNI. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami."

Dampak bagi Petani Lokal

Para petani yang hadir menyambut positif keterlibatan TNI dalam sektor pertanian. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Maju, Supriyadi, mengungkapkan bahwa pendampingan dari TNI sangat membantu dalam hal teknologi pertanian dan akses pasar. "Dulu kami kesulitan mendapatkan pupuk dan alat panen. Sekarang TNI langsung turun ke sawah, memberikan pelatihan, dan bahkan membantu distribusi hasil panen. Hasilnya, produksi kami meningkat drastis," katanya. Data dari Dinas Pertanian Lampung menunjukkan bahwa produksi padi di Kabupaten Lampung Selatan pada musim tanam Juli 2026 mencapai 120.000 ton, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Fraksi Partai Golkar di DPRD Lampung, melalui juru bicaranya, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. "Kami telah mengesahkan peraturan daerah tentang ketahanan pangan yang memberikan insentif bagi petani yang bekerja sama dengan TNI. Ini adalah langkah strategis yang harus didukung oleh semua fraksi," ujar anggota Fraksi Golkar, Ahmad Fauzi. Sementara itu, Fraksi PDI-P juga menegaskan bahwa mereka akan mengawal realisasi anggaran agar tepat sasaran.

Panen raya serentak TNI di Lampung menjadi model bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program swasembada pangan. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, TNI, dan petani, target Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia pada 2027 diyakini dapat tercapai. Gubernur Rahmat mengakhiri keterangannya dengan optimisme, "Kami yakin, dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh dari TNI, Lampung akan menjadi salah satu penyangga utama pangan nasional."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User