Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bengkulu Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Senin pukul 14.37 ...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, pada Senin pukul 14.37 WIB. Pusat gempa berada di wilayah laut pada koordinat 3,21 derajat Lintang Selatan dan 101,58 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 24 kilometer, atau berjarak sekitar 62 kilometer arah barat daya dari Arga Makmur, ibu kota Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, gempa tersebut dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bengkulu dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut termasuk kategori gempa bumi dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di segmen Mentawai," ujarnya.
Parameter Gempa Berdasarkan Hasil Analisis BMKG
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan gempa terjadi pada pukul 14.37.26 WIB dengan parameter pemutakhiran magnitudo 5,2. Episenter terletak di laut dan terdeteksi oleh jaringan sensor seismik yang tersebar di wilayah Sumatra bagian selatan. Selain berjarak 62 kilometer dari Arga Makmur, titik gempa juga berada pada jarak kurang lebih 80 kilometer dari Kota Bengkulu, sehingga getarannya masih dapat dirasakan oleh masyarakat di ibu kota provinsi tersebut.
BMKG menegaskan, wilayah pesisir barat Bengkulu merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi karena berada di dekat zona tumbukan dua lempeng tektonik besar. Catatan sejarah menunjukkan wilayah ini pernah diguncang gempa besar, antara lain gempa berkekuatan magnitudo 7,9 pada 4 Juni 2000 serta rangkaian gempa besar pada 12 dan 13 September 2007 yang berkekuatan magnitudo 8,4 dan 7,9. Kondisi geologi tersebut menjadikan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi harus terus dipelihara.
Getaran Dirasakan hingga Kota Bengkulu
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, getaran gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dengan skala intensitas III hingga IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seolah-olah ada truk yang sedang melintas, disertai bunyi gemeretak pada jendela dan pintu. Sementara itu, di Kota Bengkulu getaran dilaporkan pada skala II hingga III MMI, dan di Kabupaten Kepahiang serta Bengkulu Tengah pada skala II MMI, yakni hanya dirasakan oleh sebagian orang, terutama yang berada di dalam bangunan.
"Hingga pukul 16.00 WIB, hasil pemantauan menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan yang jauh lebih kecil. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," demikian pernyataan BMKG. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa tektonik menunjukkan kejadian ini tidak berpotensi tsunami karena kedalaman dan magnitudonya tidak memenuhi ambang pembangkitan gelombang tsunami.
BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara langsung menindaklanjuti informasi gempa dengan mengerahkan tim reaksi cepat ke sejumlah kecamatan yang berada di sekitar episenter, antara lain Kecamatan Arga Makmur, Kerkap, Lais, dan Batik Nau. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkulu Utara menyatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi singkat bersama unsur TNI, Polri, serta perangkat kecamatan dan desa guna memastikan kondisi di lapangan. "Berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 17.00 WIB, belum ditemukan laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa. Kami tetap menyiagakan personel dan peralatan sebagai langkah antisipasi," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara juga menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk bersiaga. Selain itu, posko siaga bencana di kantor BPBD dibuka selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. Warga yang menemukan keretakan pada bangunan atau kerusakan lain akibat gempa diminta segera melaporkannya kepada aparat desa setempat agar dapat diverifikasi oleh petugas.
Imbauan Resmi kepada Masyarakat
BMKG dan BPBD secara bersama-sama menyampaikan sejumlah imbauan resmi kepada masyarakat. Pertama, tetap tenang dan tidak panik karena kepanikan justru berpotensi menimbulkan risiko cedera. Kedua, memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk, terutama apabila terdapat retakan pada dinding atau pergeseran struktur atap. Ketiga, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan serta area tebing dan lereng yang rawan longsor. Keempat, mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG dan pemerintah daerah melalui kanal-kanal resmi, serta tidak menyebarluaskan kabar bohong yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini disusun, BMKG menyatakan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Bengkulu terus dilakukan melalui jaringan stasiun seismik yang beroperasi penuh selama 24 jam. Setiap perkembangan parameter gempa, termasuk kemungkinan gempa susulan, akan disampaikan kepada publik melalui situs resmi, aplikasi, serta media sosial lembaga. Masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kantor BMKG terdekat atau mengakses layanan informasi gempa bumi yang tersedia.
Comments (0)