Gempa M 7,7 Guncang NTT, Tsunami 0,3 Meter Terdeteksi di Labuan Bajo

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 10 Februari 2023, sekitar pukul 02.30 Wita, dengan episenter terletak di koordinat 7,65 Lintang...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Tsunami 0,3 Meter Terdeteksi di Labuan Bajo

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 10 Februari 2023, sekitar pukul 02.30 Wita, dengan episenter terletak di koordinat 7,65 Lintang Selatan dan 121,40 Bujur Timur pada kedalaman 18 kilometer di bawah permukaan laut. Akibat gempa tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya tsunami setinggi 0,3 meter yang masuk ke perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, sehingga keputusan status siaga bencana ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat untuk mengurangi risiko korban jiwa.

BMKG Menyatakan Potensi Tsunami Pasca Gempa Megathrust

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Nagekeo merupakan jenis gempa megathrust yang berpotensi menimbulkan gelombang laut tidak normal di sejumlah titik pantai NTT. Berdasarkan analisis parameter gempa dan pola pergerakan lempeng, BMKG segera menerbitkan peringatan dini tsunami setelah kejadian gempa utama tercatat di jaringan seismograf nasional.

"Berdasarkan data sensor pasang surut, kenaikan muka air laut terukur mencapai 0,3 meter di Labuan Bajo. Meski kategori kecil, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi gelombang susulan," tegas Dwikorita dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat pagi.

Dwikorita menegaskan bahwa proses verifikasi data gempa dan tsunami telah disahkan oleh tim ahli geofisika dalam rapat evaluasi teknis yang digelar pukul 04.00 Wita. Hasil rapat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman instruksi resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur NTT, serta Bupati Manggarai Barat untuk mengaktifkan posko penanganan darurat di tingkat provinsi dan kabupaten.

Pemerintah Daerah dan Pusat Gelar Rapat Koordinasi Darurat

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan seluruh perangkat daerah di wilayah pesisir untuk segera mengevakuasi masyarakat ke titik-titik kumpul aman yang telah ditetapkan berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam Rapat Koordinasi darurat yang digelar di Kantor Gubernur NTT pukul 06.00 Wita, keputusan bersama diambil untuk menyiagakan tim SAR gabungan, TNI, Polri, serta relawan di sepanjang garis pantai Labuan Bajo hingga wilayah Nagekeo.

"Kami menindaklanjuti peringatan dari BMKG dengan menempatkan personel di lokasi rawan. Prioritas utama adalah keselamatan warga di pesisir sebelum kami lakukan penilaian kerusahan infrastruktur," ujar Viktor Laiskodat seusai memimpin Rapat Koordinasi pagi tersebut.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa pemerintah kabupaten telah mengaktifkan delapan posko pengungsian di Kecamatan Komodo dan sekitarnya. Ia menyatakan bahwa meskipun ketinggian tsunami yang terdeteksi hanya 0,3 meter, dinamika gelombang laut pasca-gempa besar tetap harus dimonitor intensif selama 24 jam ke depan. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Pelabuhan Labuan Bajo untuk menghentikan sementara aktivitas kapal wisata dan perikanan hingga kondisi laut kembali normal.

Evakuasi dan Status Siaga Ditetapkan di Wilayah Pesisir

Di tingkat legislatif, sejumlah anggota DPRD NTT dari berbagai Fraksi menyatakan kesiapan mengawasi alokasi anggaran darurat bencana yang akan diproses melalui mekanisme Pleno pengambilan keputusan jika diperlukan penambahan dana operasional penanganan. Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, menegaskan bahwa Fraksi-fraksi telah bersepakat untuk mempercepat proses pengesahan perubahan anggaran darurat sesuai mekanisme yang berlaku apabila BNPB dan Pemprov NTT mengajukan permohonan formal.

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim reaksi cepat ke Labuan Bajo dan Nagekeo untuk melakukan assessment kerusakan serta mendistribusikan logistik darurat. Dalam rapat koordinasi virtual dengan BMKG dan Pemprov NTT, Suharyanto menegaskan bahwa status tanggap darurat bencana di wilayah Nagekeo dan Manggarai Barat ditetapkan selama tujuh hari pertama, dengan evaluasi berkala setiap 24 jam.

"BNPB telah mengirimkan bantuan tenda, makanan siap saji, dan obat-obatan ke lokasi. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," tutur Suharyanto.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dampak gempa dan tsunami masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemerintah menegaskan bahwa informasi perkembangan terkini akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi untuk memastikan akurasi data dan menghindari penyebaran berita tidak benar di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User