Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1 mengguncang perairan selatan Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (24/8/2026) pagi. Berdasarkan data resmi BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 7,93 lintang selatan dan 108,61 bujur timur, berada di laut pada jarak sekitar 62 kilometer arah barat daya pesisir Pangandaran dengan kedalaman 34 kilometer. Getaran akibat gempa tersebut dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangandaran dengan skala intensitas III MMI, serta menjalar hingga sebagian wilayah Kabupaten Cianjur dengan intensitas II hingga III MMI.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan itu disampaikan menyusul proses analisis cepat yang dilakukan tim geofisika BMKG pasca kejadian, termasuk pemantauan muka air laut di sejumlah titik pantai selatan Jawa Barat.
Parameter Gempa dan Analisis Mekanisme
BMKG mencatat gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia di zona tumbukan selatan Pulau Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa guncangan yang terjadi memiliki mekanisme sesar naik atau thrust fault, pola yang umum terjadi pada segmen megathrust selatan Jawa.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal dengan mekanisme sesar naik yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia,” demikian keterangan resmi Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.
Berdasarkan catatan BMKG, hingga pukul 08.00 WIB Senin pagi belum tercatat aktivitas gempa susulan yang signifikan. Meski demikian, BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah perairan selatan Jawa Barat dan memperbarui informasi secara berkala melalui kanal resmi.
Getaran Terasa Hingga Wilayah Cianjur
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, antara lain Kecamatan Pangandaran, Cijulang, dan Parigi, dengan durasi dua hingga tiga detik. Di Kabupaten Cianjur, guncangan terasa hingga Kecamatan Kadupandak dan Tanggeung, terutama di permukiman yang berada di kawasan perbukitan selatan.
Seorang warga Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, menyatakan guncangan terasa cukup jelas saat dirinya bersiap menjalankan aktivitas pagi. Warga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi, sementara sebagian lainnya mengaku merasakan perabot rumah ikut bergoyang selama beberapa detik sebelum getaran mereda.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyatakan hingga Senin siang belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim reaksi cepat telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan di wilayah selatan yang merasakan guncangan paling kuat.
Status Tsunami dan Imbauan Keselamatan
Berdasarkan hasil analisis parameter gempa, BMKG menegaskan kejadian ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan lereng atau perbukitan agar mewaspadai potensi longsor akibat guncangan, serta meminta masyarakat memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. “Pastikan bangunan dalam kondisi aman dan tidak mengalami keretakan yang membahayakan sebelum kembali masuk ke dalam rumah,” demikian imbauan BMKG.
Respons Pemerintah Daerah
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menggelar Rapat Koordinasi penanganan bencana pada Senin pagi. Dalam rapat tersebut ditetapkan sejumlah keputusan, antara lain percepatan asesmen dampak di wilayah pesisir serta penyiapan pos pemantauan informasi kegempaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran menyatakan status tanggap darurat belum diberlakukan mengingat hingga saat ini tidak ditemukan kerusakan berarti. Pemerintah daerah tetap menyiagakan personel, peralatan, dan jalur evakuasi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan koordinasi lintas kabupaten berjalan lancar. Rapat Koordinasi antara BPBD Provinsi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Cianjur dijadwalkan untuk mematangkan langkah mitigasi lanjutan. Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Comments (0)