Gegana Brimob Sterilkan SDN Srengseng Sawah Pascateror Ancaman Bom

JAKARTA – Tim Gegana Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metro Jaya mensterilkan lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin ...

Jul 13, 2026 - 17:33
0 0
Gegana Brimob Sterilkan SDN Srengseng Sawah Pascateror Ancaman Bom

JAKARTA – Tim Gegana Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metro Jaya mensterilkan lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). Sterilisasi mendadak ini merupakan respons terhadap ancaman dugaan teror bom yang diterima pihak sekolah melalui aplikasi percakapan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Kronologi Penerimaan Ancaman

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun di lapangan, ancaman dugaan bom tersebut diterima oleh salah seorang guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp sekitar pukul 06.30 WIB. Pesan tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa sebuah benda berbahaya telah ditempatkan di area sekolah dan akan segera meledak. Guru yang bersangkutan segera melaporkan temuan ini kepada Kepala Sekolah, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Jagakarsa dan diteruskan ke jajaran Polda Metro Jaya.

Dengan dilandasi prosedur standar penanganan ancaman teror, kepolisian tidak mengambil risiko dan langsung menurunkan tim Gegana Brimob ke lokasi kejadian. Proses pengecekan awal dilakukan oleh Bhabinkamtibmas setempat, Aiptu Hendra Gunawan, yang berada di lokasi sekitar lima menit setelah laporan diterima. Ia mengonfirmasi bahwa tidak boleh ada aktivitas di area tersebut sebelum tim teknis tiba.

Prosedur Sterilisasi oleh Tim Gegana

Tim Gegana yang dipimpin oleh Inspektur Dua Dedi Suryadi tiba di lokasi pada pukul 07.15 WIB dengan dua unit mobil operasional deteksi bahan peledak. Area sekolah yang meliputi 12 ruang kelas, satu ruang guru, perpustakaan, kantin, dan lapangan seluas 400 meter persegi disterilkan secara bertahap. Pemeriksaan dilakukan dengan peralatan pendeteksi metal dan detektor bahan peledak canggih, serta melibatkan tujuh personel Gegana yang terlatih.

Kapolsek Jagakarsa, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendro Yulianto, yang ikut mengawasi proses sterilisasi, menyatakan bahwa personel Brimob juga memeriksa setiap sudut, termasuk selokan, atap, dan tempat sampah di sekitar sekolah. Sementara itu, para siswa yang sudah berdatangan diarahkan menunggu di shelter pengungsian yang berjarak 200 meter dari gedung sekolah. Sekolah yang memiliki 450 siswa dan 35 tenaga kependidikan itu untuk sementara waktu dikosongkan dari aktivitas.

Temuan dan Hasil Akhir Penyisiran

Setelah proses sterilisasi yang berlangsung selama hampir dua jam, tim Gegana menyatakan bahwa tidak ditemukan barang mencurigakan ataupun bahan yang dapat dikategorikan sebagai alat peledak di seluruh area sekolah. Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan, dalam konferensi persnya menegaskan,

Berdasarkan hasil penyisiran menyeluruh oleh tim teknis kami, situasi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi dinyatakan steril dan aman dari ancaman bom. Tidak ada temuan benda mencurigakan sedikit pun.

Kendati demikian, Kombes Guruh menambahkan,

Kami tidak akan berhenti hanya pada hasil negatif ini. Saat ini tim siber kami sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap metadata pengirim pesan ancaman. Kami pastikan pelaku, siapapun dan dari manapun, akan kami lacak dan proses sesuai hukum yang berlaku.

Investigasi dan Langkah Berikutnya

Kombes Endra Zulpan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, secara terpisah menyatakan bahwa ancaman ini sangat mungkin dilakukan oleh individu tidak bertanggung jawab dengan motif belum jelas. Pihaknya bersama Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya tengah melakukan penelusuran nomor pengirim pesan dan alamat IP terkait. Ia mengatakan,

Kami sudah memintakan keterangan dari saksi, yaitu guru penerima pesan dan pihak sekolah. Ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang di institusi pendidikan manapun.

Polisi tidak menutup kemungkinan ancaman ini adalah hoaks atau bagian dari uji psikologis yang menargetkan institusi pendidikan. Namun, Kombes Endra menegaskan bahwa polisi tetap memperlakukan setiap ancaman seolah-olah nyata guna menjamin keselamatan publik. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan informasi tersebut dan menyerahkan seluruh proses penanganan kepada aparat berwenang.

Kesimpulan dan Imbauan Kepada Masyarakat

Pukul 09.30 WIB, kegiatan belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi dinyatakan kembali normal. Kepala Sekolah, Ibu Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat kepolisian.

Kami sangat berterima kasih atas kesigapan Brimob dan Polsek Jagakarsa. Orang tua murid pun kami yakinkan bahwa sekolah sudah dinyatakan aman sepenuhnya,
ujarnya ketika ditemui di depan gerbang sekolah.

Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menginstruksikan agar seluruh satuan pendidikan di kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teror fisik maupun digital. Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, menambahkan bahwa koordinasi dengan kepolisian akan diperkuat dan pelatihan tanggap darurat ancaman bom akan dimasukkan dalam program sekolah.

Kombes Endra Zulpan menutup pernyataannya dengan seruan kepada seluruh warga Jakarta,

Kami mengajak masyarakat untuk proaktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menerima pesan ancaman serupa. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama, dan kami pastikan Polda Metro Jaya beserta jajaran akan terus bersiaga melindungi segenap warga negara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User