Enam Ribu Pesilat Semarakkan Flash Mob Pencak Silat di Bundaran HI
JAKARTA — Sebanyak 6.000 pesilat dari berbagai perguruan pencak silat se-Jabodetabek mengikuti kegiatan flash mob pencak silat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu, 9...
JAKARTA — Sebanyak 6.000 pesilat dari berbagai perguruan pencak silat se-Jabodetabek mengikuti kegiatan flash mob pencak silat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Aksi bela diri tradisional yang digelar secara serentak itu berlangsung di tengah pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap pekan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.
Ribuan pesilat tersebut tampak berkumpul di sekitar Bundaran HI sejak pagi hari dengan mengenakan seragam latihan dari perguruan masing-masing. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang tengah memanfaatkan kawasan bebas kendaraan itu untuk berolahraga maupun berjalan santai bersama keluarga.
Aksi Serentak di Jantung Ibu Kota
Gerakan flash mob dimulai ketika para pesilat mengambil posisi di area sekitar Bundaran HI. Secara serentak, mereka memeragakan rangkaian jurus pencak silat yang meliputi sikap pasang, tangkisan, pukulan, dan tendangan dengan irama yang kompak. Meski berasal dari aliran dan perguruan yang berbeda-beda, ribuan pesilat itu bergerak dalam satu kesatuan gerakan yang terkoordinasi.
Aksi tersebut sontak mengundang perhatian pengunjung CFD. Tidak sedikit warga yang berhenti berlari maupun bersepeda untuk menyaksikan pertunjukan dadakan itu dari tepi jalan. Sebagian di antara mereka tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara sebagian lain memberikan tepuk tangan usai rangkaian gerakan selesai diperagakan.
Momentum Pelestarian Warisan Budaya Takbenda
Pencak silat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 12 Desember 2019. Penetapan itu dilakukan dalam sidang Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang berlangsung di Bogotá, Kolombia. Pengakuan internasional tersebut menegaskan kedudukan pencak silat sebagai khazanah budaya bangsa yang diakui dunia.
Sejak pengakuan itu, berbagai upaya pelestarian terus digalakkan, mulai dari pengenalan pencak silat di lingkungan pendidikan hingga penyelenggaraan kegiatan di ruang publik. Kegiatan flash mob di Bundaran HI ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di kawasan perkotaan.
Ruang Publik sebagai Panggung Kebudayaan
Kawasan CFD Jakarta selama ini tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga, tetapi juga menjadi panggung bagi berbagai komunitas seni dan budaya. Kehadiran ribuan pesilat pada Minggu pagi itu memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat difungsikan sebagai sarana promosi kebudayaan yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Sejumlah peserta menyatakan antusiasme mereka mengikuti kegiatan tersebut. Bagi sebagian pesilat, tampil di hadapan ribuan warga di jantung Ibu Kota merupakan pengalaman berkesan sekaligus kebanggaan tersendiri.
"Kami bangga bisa memperlihatkan pencak silat kepada masyarakat secara langsung di ruang terbuka seperti ini. Semoga semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari bela diri warisan leluhur kita," ujar salah seorang peserta dari perguruan silat di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan flash mob pencak silat itu berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga lainnya di kawasan CFD. Petugas di lokasi tampak mengatur arus warga agar kegiatan berjalan lancar hingga selesai. Aksi serentak ribuan pesilat itu pun menjadi penutup yang semarak dalam pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor pada pekan ini.
Comments (0)