Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menangani penuh dampak kebakaran di Jalan Rasamala II, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Kebakaran tersebut menewaskan empat warga, dan gubernur meminta pendampingan diberikan hingga tahap pemakaman para korban. Instruksi itu disampaikan Pramono di sela peresmian operasional Rumah Sakit Toto Tentrem di kawasan Menteng Dalam, Senin (24/8).
Dalam keterangannya, Pramono mengungkapkan telah menerima laporan langsung dari Damkar DKI Jakarta mengenai peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan itu, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak tiga korban telah teridentifikasi, sementara satu korban lainnya masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
“Angka korban jiwa tercatat empat orang. Tiga di antaranya sudah teridentifikasi, satu lainnya belum,” ujar Pramono.
Dari identitas yang sudah terungkap, dua korban merupakan warga lanjut usia berusia sekitar 70 tahun. Satu korban lainnya berusia 40 tahun. Adapun penyebab kebakaran hingga kini belum dipastikan dan masih menjadi materi pendalaman tim teknis di lapangan.
Peristiwa kebakaran di permukiman padat tersebut menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Gubernur menilai penanganan musibah tidak boleh berhenti pada pemadaman api semata, melainkan harus berlanjut hingga pemulihan kondisi keluarga yang terdampak.
Instruksi Gubernur kepada Damkar dan OPD
Pramono menegaskan bahwa negara hadir untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Ia meminta Damkar dan seluruh OPD terkait bersinergi memberikan bantuan secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan darurat penyintas, pelayanan kesehatan, hingga fasilitasi proses pemakaman yang layak bagi para korban.
“Pemprov telah meminta jajaran Damkar dan OPD untuk mendampingi para korban dan keluarga secara penuh, termasuk dalam urusan pemakaman, baik bagi korban yang identitasnya sudah jelas maupun yang masih berproses,” tutur Pramono.
Bantuan yang diinstruksikan mencakup kebutuhan dasar keluarga korban, dukungan layanan kesehatan, hingga penyelenggaraan pemakaman secara layak sesuai ketentuan yang berlaku. Gubernur memastikan seluruh proses akan dikawal oleh perangkat daerah hingga tuntas.
Dalam instruksinya, Pramono juga mengingatkan agar jajaran terkait tidak menunda pelayanan publik dalam situasi darurat. Setiap unit diminta bergerak sesuai tupoksinya masing-masing, dengan satu tujuan utama, yaitu meringankan beban para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Langkah tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam menindaklanjuti musibah yang menimpa warga. Pramono menekankan agar bantuan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan langsung keluarga korban di lapangan. Koordinasi antarinstansi diminta berjalan cepat agar tidak ada tahapan penanganan yang terhambat.
Proses Identifikasi Korban
Hingga keterangan resmi disampaikan Senin (24/8), proses identifikasi terhadap korban masih berlangsung. Penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku agar penyerahan kepada keluarga dapat dilakukan secara baik dan transparan.
Pemerintah daerah memastikan proses identifikasi berjalan transparan dan manusiawi. Keluarga korban, menurut rencana, akan terus memperoleh pembaruan informasi dari petugas terkait perkembangan penanganan jenazah dan hak-hak bantuan yang dapat diterima.
Pendalaman Sumber Api
Selain penanganan korban, aparat dan tim teknis masih mendalami sumber api yang melahap bangunan di Jalan Rasamala II tersebut. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum ditetapkan dan belum ada kesimpulan resmi dari pemeriksaan yang berjalan.
Gubernur menyebut pendalaman tersebut bagian dari upaya evaluasi agar peristiwa serupa dapat dicegah di kemudian hari. “Penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman oleh tim,” katanya.
Kawasan Menteng Dalam merupakan salah satu permukiman dengan kepadatan tinggi di Jakarta Selatan. Peristiwa kebakaran di wilayah padat penduduk kerap menjadi perhatian khusus pemerintah daerah, terutama terkait akses pemadam kebakaran dan kesiapsiagaan warga menghadapi potensi musibah.
Tindak Lanjut Pemerintah
Atas instruksi Gubernur, Damkar dan OPD terkait diminta menyusun langkah penanganan secara terpadu. Sinergi lintas instansi dinilai penting agar bantuan tiba tepat sasaran, mulai dari evakuasi, pendataan korban dan kerugian, hingga pendampingan psikologis bagi keluarga yang berduka.
Pemprov DKI Jakarta juga memastikan keluarga korban memperoleh akses informasi yang memadai, termasuk perkembangan identifikasi dan tahapan bantuan yang dapat diakses. Pendampingan akan terus berjalan hingga seluruh kebutuhan keluarga dinyatakan terpenuhi.
Peristiwa kebakaran ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan permukiman. Pemerintah daerah diharapkan menindaklanjuti evaluasi menyeluruh pascakejadian, termasuk aspek pencegahan, agar musibah serupa tidak kembali merenggut korban jiwa di wilayah DKI Jakarta.
Comments (0)