Eddy Soeparno Ajak Legislator Muda Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengajak para legislator muda untuk menjadi motor penguatan kualitas demokrasi Indonesia, antara lain dengan menghadirkan produk legis...

Eddy Soeparno Ajak Legislator Muda Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengajak para legislator muda untuk menjadi motor penguatan kualitas demokrasi Indonesia, antara lain dengan menghadirkan produk legislasi yang responsif terhadap persoalan rakyat serta memiliki substansi yang mendalam. Ajakan itu disampaikan Eddy Soeparno dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8/2026), ketika dinamika pembahasan sejumlah rancangan undang-undang di DPR RI tengah berlangsung.

Menurut Eddy Soeparno, keterlibatan generasi muda di lembaga perwakilan bukan sekadar simbol regenerasi politik, melainkan kebutuhan fundamental agar kebijakan negara selaras dengan dinamika zaman. Ia menilai anggota legislatif dari kalangan muda membawa perspektif baru dalam membaca aspirasi masyarakat, khususnya kelompok pemilih muda yang jumlahnya terus meningkat dalam setiap gelaran pemilihan umum.

Ia menambahkan, demokrasi yang berkualitas tercermin dari tiga hal, yakni penyelenggaraan pemilu yang kredibel, lembaga perwakilan yang responsif, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Ketiganya, menurut Eddy Soeparno, saling terkait dan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh penyelenggara negara dari semua angkatan, termasuk generasi muda.

Peran Strategis Legislator Muda

Eddy Soeparno menegaskan bahwa regenerasi di lembaga legislatif harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas, integritas, dan pemahaman terhadap konstitusi. Legislator muda, lanjutnya, dituntut memahami secara utuh mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan beserta perubahannya.

Menurut Wakil Ketua MPR itu, posisi legislator muda sangat strategis karena mereka menjadi jembatan antara negara dan generasi digital yang kini mendominasi struktur penduduk Indonesia. Aspirasi yang tumbuh di ruang publik digital, termasuk kritik terhadap kinerja lembaga negara, seharusnya ditangkap, ditelaah, dan diolah menjadi masukan bagi proses legislasi. Hal ini, ujarnya, menjadi salah satu materi yang terus didorong dalam berbagai forum dan rapat koordinasi di lingkungan MPR.

Legislasi Responsif dan Substansial

Lebih lanjut, Eddy Soeparno menyatakan bahwa produk undang-undang yang responsif adalah produk yang lahir dari penyerapan aspirasi yang sungguh-sungguh, bukan sekadar hasil kompromi politik antarfraksi. Ia mengingatkan agar setiap rancangan undang-undang dikaji secara komprehensif, mencakup aspek hukum, sosial, ekonomi, hingga dampaknya terhadap kelompok rentan dalam masyarakat.

Legislasi yang substansial, menurutnya, adalah undang-undang yang mampu menjawab persoalan konkret di masyarakat dan tidak menyisakan ruang penafsiran yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Karena itu, partisipasi publik dalam setiap tahapan pembahasan perlu diperluas, tidak hanya melalui mekanisme resmi, tetapi juga melalui kanal digital yang memudahkan masyarakat menyampaikan masukan dan tanggapan terhadap setiap rancangan peraturan.

Eddy Soeparno juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan yang dijalankan legislator muda. Menurutnya, pengawasan yang kritis dan berbasis data akan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.

Kualitas Demokrasi Tanggung Jawab Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Eddy Soeparno juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, bukan hanya lembaga legislatif. Eksekutif, yudikatif, partai politik, organisasi kemasyarakatan, hingga media memiliki peran masing-masing dalam menjaga kesehatan demokrasi Indonesia.

MPR sebagai lembaga yang mengemban fungsi mengkaji sistem ketatanegaraan, menurut Eddy Soeparno, terus mendorong konsolidasi demokrasi melalui berbagai forum, termasuk sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai tersebut, ujarnya, menjadi fondasi agar demokrasi Indonesia berjalan dalam koridor konstitusi.

Harapan bagi Generasi Penerus

Eddy Soeparno berharap para legislator muda mampu menjaga integritas dan menjauhkan diri dari praktik politik yang pragmatis serta transaksional. Kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan, ujarnya, hanya dapat dipulihkan melalui kinerja yang nyata, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Di akhir keterangannya, ia mengajak seluruh legislator muda menjadikan masa kepemimpinan mereka sebagai momentum pembuktian bahwa regenerasi politik menghadirkan perbaikan kualitas demokrasi. "Jadikan legislasi yang responsif dan substansial sebagai sumbangsih nyata bagi rakyat dan negara," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User