Dugaan Kebakaran Kampung Adat Sade: Gubernur NTB Sebut Aliran Listrik
JAKARTA — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyatakan dugaan sementara bahwa kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah berkaitan dengan aliran li...
JAKARTA — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menyatakan dugaan sementara bahwa kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah berkaitan dengan aliran listrik di sejumlah bangunan, meskipun penyebab pasti masih dalam proses investigasi. Pernyataan tersebut disampaikan Lalu kepada wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Minggu (23/8).
Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 22.00 WITA. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga, kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan lain di kawasan permukiman adat tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas pendukung aktivitas masyarakat serta pariwisata, ikut terbakar.
Kampung Adat Sade selama ini dikenal sebagai desa adat suku Sasak yang menjadi salah satu tujuan wisata budaya utama di Pulau Lombok. Kawasan permukiman adat tersebut kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin melihat langsung arsitektur tradisional dan kearifan lokal masyarakat Sasak.
Dugaan Sementara Berkaitan dengan Kelistrikan
Lalu menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki kesimpulan final mengenai sumber api. Tim teknis masih melakukan pendalaman di lapangan, termasuk pemeriksaan terhadap kemungkinan gangguan pada instalasi atau aliran listrik di sejumlah bangunan yang terbakar. Pemerintah, kata Lalu, tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh hasil pemeriksaan di lapangan terkumpul.
“Masih kami cari tahu dan dalami bersama tim terkait penyebabnya. Investigasi masih berjalan sehingga kami belum dapat memastikan apa pun,” kata Lalu saat ditemui di JCC.
Kendati belum ada kepastian, Lalu mengungkapkan dugaan awal yang mengarah pada persoalan kelistrikan. “Kemungkinan ada yang terkait dengan aliran listrik yang berada di beberapa bangunan di sana. Namun, hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Olah TKP dan Pemeriksaan Forensik
Menindaklanjuti peristiwa kebakaran tersebut, Polres Lombok Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan petunjuk awal penyebab kebakaran. Tim Identifikasi dan Analisis (Inafis) Polres Lombok Tengah bersama personel Polda NTB telah diterjunkan ke lokasi guna memeriksa titik awal kemunculan api.
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat turut mengerahkan personel untuk mendukung penyelidikan yang dilakukan Polres Lombok Tengah. Koordinasi antara kedua satuan kerja tersebut dilakukan agar proses pengumpulan data dan keterangan di lokasi kejadian dapat berjalan cepat dan hasilnya akurat.
Selain itu, pemeriksaan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) dijadwalkan dilakukan untuk menetapkan penyebab pasti kebakaran berdasarkan temuan ilmiah. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dan kepolisian dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk aspek hukum serta pemulihan kawasan.
Dampak Kebakaran di Kawasan Permukiman Adat
Kondisi pascakebakaran di Dusun Sade terlihat dari dokumentasi foto udara yang memperlihatkan sejumlah bangunan ludes dilalap api. Kerusakan yang menimpa rumah warga dan fasilitas pendukung pariwisata tersebut turut menghentikan sementara aktivitas masyarakat serta kunjungan wisata di kawasan adat.
Prioritas Penanganan Warga dan Rencana Restorasi
Pemerintah Provinsi NTB saat ini memprioritaskan penanganan warga terdampak kebakaran sebelum memasuki tahap pemulihan kawasan. Lalu menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga, termasuk tempat tinggal sementara dan bantuan logistik, menjadi perhatian utama pemerintah dalam beberapa hari ke depan.
Dalam menyusun rencana restorasi, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta melibatkan tokoh adat dan masyarakat setempat. Langkah tersebut ditempuh agar pemulihan kawasan tidak menghilangkan kekhasan budaya yang melekat pada Kampung Adat Sade.
Setelah penanganan warga selesai, pemerintah mulai menyiapkan rencana restorasi Kampung Adat Sade. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Sasak, sehingga proses pemulihan akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian adat dan tradisi setempat. Langkah restorasi tersebut, menurut Lalu, akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kami akan memastikan tahap pemulihan berjalan dengan tetap menjaga nilai budaya yang ada di Kampung Adat Sade. Kawasan ini merupakan warisan budaya yang harus dijaga bersama,” demikian Lalu menegaskan.
Pemerintah berharap investigasi dapat segera tuntas sehingga penanganan warga terdampak dan pemulihan kawasan dapat berjalan sesuai rencana. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik.
Comments (0)