Drone TNI Bantu Padamkan Karhutla 7 Hektare di Rokan Hilir

ROKAN HILIR, Apaberita — Tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Manggala Agni mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk memetakan titik api dan mendukung operasi pemadaman di lahan gambut ...

ROKAN HILIR, Apaberita — Tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Manggala Agni mengerahkan pesawat nirawak (drone) untuk memetakan titik api dan mendukung operasi pemadaman di lahan gambut seluas 7 hektare di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Selasa (8/7/2025). Langkah ini diambil setelah api sulit dijangkau akibat medan berlumpur dan minim akses jalan darat.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra, Andi Santoso, menyatakan bahwa penggunaan drone thermal menjadi game changer dalam mendeteksi sebaran api di bawah permukaan gambut. “Kami telah menerbangkan drone sebanyak tiga sorti untuk memindai area terdampak. Alat ini mampu menangkap titik panas hingga kedalaman 1,5 meter, sehingga kami bisa mengatur strategi penyemprotan lebih presisi,” ujarnya saat dihubungi dari Pekanbaru.

Kendala Akses dan Mobilisasi Personel

Sebanyak 45 personel gabungan dari Manggala Agni, TNI, dan BPBD setempat dikerahkan ke lokasi. Namun, kondisi lapangan memperlambat upaya pemadaman. Medan gambut yang tebal dan minimnya sumber air membuat 4 unit pompa portable harus dioperasikan secara bergilir. “Kesulitan utama adalah jarak sumber air terdekat mencapai 800 meter, sehingga kami perlu memasang instalasi selang sepanjang itu dengan ekstra hati-hati agar tak rusak di tanah gambut,” jelas Komandan Regu Manggala Agni Daops Rokan Hilir, Budi Hartono.

Berdasarkan data dari Posko Karhutla Riau per pukul 15.00 WIB, kebakaran ini telah menghanguskan 7,2 hektare lahan. Meski titik api berhasil dilokalisasi, proses pendinginan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari ke depan karena sulitnya memadamkan api di dalam tanah gambut.

Dukungan Udara dan Teknologi

Selain drone, satu unit helikopter water bombing berkapasitas 4.000 liter juga dikerahkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan penyemprotan dari udara. Hingga sore hari, helikopter telah menjatuhkan 24 kali water bombing. “Kombinasi pemetaan drone dan water bombing sangat membantu efisiensi armada darat. Kami bisa fokus menyisir spot yang paling kritis,” kata Budi.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dalam keterangan terpisah menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk menangani karhutla di Riau sebagai prioritas nasional. “Seluruh sumber daya kami kerahkan, termasuk drone pengawasan dari BPPT dan TNI AU untuk deteksi dini. Tahun ini, kami tidak ingin kejadian 2015 terulang,” tegasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Rokan Hilir menunjukkan kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 75 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB, sedikit di atas ambang batas harian. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

[TAGS]: Karhutla, Riau, drone, Manggala Agni, BNPB, kebakaran gambut [SOCIAL_TWEET]: Drone thermal membantu tim Manggala Agni atasi karhutla 7 ha di Rokan Hilir. Kendala akses dan gambut jadi tantangan. #KarhutlaRiau #SiagaBencana [SOCIAL_FB]: Tim gabungan Manggala Agni, TNI, dan BPBD berjibaku memadamkan karhutla di lahan gambut Rokan Hilir. Drone diterbangkan untuk petakan titik api bawah tanah. Proses pendinginan diperkirakan 3 hari ke depan. Selengkapnya: [Link] [SOCIAL_TG]: Kebakaran gambut seluas 7,2 hektare di Rokan Hilir, Riau. Drone dan water bombing dikerahkan. BMKG catat PM2.5 mencapai 75 µg/m³. Masyarakat diminta waspada. [SOCIAL_THREADS]: Pemadaman karhutla di Rokan Hilir memasuki hari kedua. Medan gambut menyulitkan akses darat, drone thermal jadi solusi. Baca liputan lengkap di Apaberita. #Riau #KebakaranHutan #TeknologiDrone

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User