DPRD Jabar Siapkan Tambahan Anggaran PORPROV 2026 di APBD-P
BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapan untuk menambah alokasi anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Tahun 2026. Sinyal ini di...
BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapan untuk menambah alokasi anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Tahun 2026. Sinyal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Jabar, Senin (17/5). Tambahan pendanaan akan dibahas dan disahkan melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang dijadwalkan bergulir pada pertengahan tahun ini.
Keputusan untuk memperkuat dukungan fiskal terhadap ajang olahraga terbesar di Jawa Barat itu mencuat setelah beberapa fraksi menyampaikan pandangan bahwa alokasi awal yang terdapat dalam APBD Murni 2026 dinilai belum memadai. Komitmen penambahan ini menjadi sinyal penting bahwa legislatif memberikan prioritas tinggi terhadap suksesnya PORPROV yang akan digelar di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Pangandaran tersebut.
Sinyal Komitmen dari Fraksi-Fraksi
Komitmen untuk menambah anggaran tidak hanya datang dari unsur pimpinan dewan, tetapi juga disuarakan oleh perwakilan fraksi secara kolektif. Dalam forum tersebut, Ketua Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat dan olahraga, Dede Rohman, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelaahan menyeluruh terhadap kebutuhan riil penyelenggaraan. "Kami menegaskan bahwa DPRD Jabar secara kelembagaan siap mengakomodasi penambahan alokasi. Persiapannya tidak bisa setengah-setengah. Ini menyangkut nama baik provinsi, pengembangan atlet, dan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembahasan di tingkat Badan Anggaran telah berjalan konstruktif. Semua fraksi, mulai dari Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi PDI Perjuangan, hingga Fraksi Golkar dan partai lainnya, memberikan dukungan prinsip.
"Kami tidak ingin keterbatasan anggaran menjadi kendala. Oleh karena itu, dalam APBD Perubahan nanti, kami akan memastikan dana tambahan ini tersedia sesuai dengan rekomendasi teknis dari dinas terkait,"tegas Dede.
Estimasi Kebutuhan dan Sumber Pendanaan
Berdasarkan data yang dihimpun dari dokumen rapat, proyeksi kebutuhan total penyelenggaraan PORPROV XV mencapai Rp 420 miliar. Angka itu mencakup pembangunan dan renovasi venue, akomodasi dan logistik kontingen, honorarium pelatih dan ofisial, serta kegiatan promosi. Sementara itu, APBD Murni 2026 baru mengalokasikan sekitar Rp 285 miliar, sehingga terdapat selisih sekitar Rp 135 miliar yang harus dipenuhi.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Dedi Taufik, dalam paparannya menyebutkan bahwa potensi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun ini memberi ruang fiskal yang cukup. "Proyeksi PAD hingga akhir tahun 2026 diperkirakan melampaui target, sehingga penambahan alokasi hingga Rp 150 miliar dalam APBD Perubahan sangat memungkinkan tanpa mengganggu program prioritas lainnya," jelas Dedi. Sumber dana di luar PAD juga disiapkan melalui optimalisasi dana bagi hasil dan silpa tahun anggaran sebelumnya.
Mekanisme Pengesahan dalam APBD Perubahan
Proses pengesahan tambahan anggaran akan menempuh tahapan formal sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang pengelolaan keuangan daerah. Ketua Badan Anggaran DPRD Jabar, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa pembahasan akan dimulai dengan penyampaian rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan oleh Gubernur pada awal Juni 2025. "DPRD akan membahasnya secara maraton bersama TAPD. Kami menargetkan APBD Perubahan bisa ditetapkan paling lambat September 2025, sehingga dana tambahan dapat segera digunakan untuk persiapan PORPROV," katanya.
Ia menambahkan bahwa penambahan anggaran ini akan dikonsentrasikan pada pos belanja langsung yang mendesak, terutama penyelesaian infrastruktur stadion dan gelanggang olahraga di kedua kabupaten tuan rumah. Komisi III DPRD yang membidangi infrastruktur juga telah melakukan peninjauan lapangan dan merekomendasikan percepatan pembangunan sport center di Kuningan dan venue bola voli pantai di Pangandaran.
Dampak Ekonomi dan Pembinaan Atlet
Di luar aspek teknis, DPRD menyoroti potensi dampak ekonomi yang signifikan dari PORPROV XV. Kunjungan ribuan atlet, ofisial, dan penonton dari 27 kabupaten/kota di Jabar diprediksi akan menggerakkan sektor pariwisata, usaha mikro, dan jasa akomodasi di sekitar lokasi pertandingan. Oleh karena itu, beberapa anggota dewan mendorong agar tambahan anggaran juga diarahkan untuk program promosi destinasi wisata dan pelibatan UMKM lokal.
Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar menyambut positif langkah DPRD. Kepala Dispora, Asep Sukmana, menuturkan bahwa tambahan dana akan memperkuat program pembinaan atlet jelang PORPROV. "Dengan anggaran yang memadai, kami bisa menggelar pelatihan daerah secara lebih intensif, mengirim atlet ke kejuaraan nasional sebagai uji coba, serta memberikan dukungan sport science yang selama ini terkendala keterbatasan," ujarnya. PORPROV XV sendiri akan diikuti oleh lebih dari 10.000 atlet dan ofisial yang akan bertanding dalam 45 cabang olahraga.
Penambahan anggaran juga dinilai sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaring atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2028. DPRD menekankan bahwa investasi pada olahraga daerah harus dipandang sebagai upaya strategis, bukan sekadar belanja seremonial. "Kami ingin PORPROV bukan hanya pesta empat tahunan, tetapi menjadi titik awal lahirnya juara-juara nasional dan internasional dari Jabar," pungkas Dede Rohman.
Comments (0)