Solo — Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Solo secara resmi menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Keputusan tersebut disahkan melalui mekanisme internal partai dan menjadi sikap resmi DPD Golkar tingkat kota.
Sekretaris DPD II Golkar Kota Solo Taufiqurrahman menegaskan bahwa penetapan Sekar Tanjung merupakan hasil keputusan organisasi yang telah melalui tahapan pembahasan di tingkat pengurus. Menurutnya, dukungan tersebut pada dasarnya telah menjadi kesepakatan seluruh jajaran pengurus partai di wilayah Solo.
"Pada dasarnya, keputusan mengusung Sekar Tanjung ini merupakan hasil kesepakatan pengurus DPD Golkar Kota Solo yang telah dibahas secara mendalam," menyatakan Taufiqurrahman dalam keterangannya, Senin (24/2).
Sekar Krisnauli Tandjung dikenal sebagai putri dari politikus senior Akbar Tandjung, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Latar belakang tersebut dinilai menjadi salah satu pertimbangan politik dalam penetapan dirinya sebagai bakal calon di Solo.
Mekanisme Penetapan dan Konsolidasi Internal
Taufiqurrahman menjelaskan bahwa penetapan bakal calon dilakukan melalui serangkaian rapat yang melibatkan pengurus harian dan unsur pimpinan di lingkungan DPD II Golkar Kota Solo. Ia menyatakan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, sehingga keputusan yang dihasilkan bersifat sah dan mengikat bagi seluruh kader.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya partai dalam menindaklanjuti aspirasi sejumlah struktur di tingkat kecamatan dan kelurahan yang menginginkan figur dengan kapasitas dan latar belakang yang kuat. Golkar, kata dia, memandang perlu mengusung figur yang mampu merangkul berbagai kalangan di Solo.
Ia juga menyatakan bahwa DPD Golkar Kota Solo akan segera melakukan konsolidasi internal untuk memastikan seluruh kader bergerak dalam satu barisan. Konsolidasi tersebut mencakup penyusunan tim pemenangan, komunikasi dengan partai koalisi, serta penjajakan terhadap pemetaan politik di tingkat kota.
Respons Terhadap Dinamika Politik Lokal
Penetapan Sekar Tanjung disebut sebagai langkah awal dalam menghadapi dinamika politik lokal menjelang pelaksanaan pilkada. Taufiqurrahman menuturkan bahwa Golkar Solo akan membuka ruang komunikasi dengan partai politik lain yang berkeinginan membangun koalisi. Namun, ia menekankan bahwa posisi utama partai telah ditetapkan, yakni mengusung Sekar Tanjung sebagai calon.
Ia menambahkan bahwa komunikasi politik lintas partai akan dijalankan secara terbuka dan mengedepankan kepentingan pembangunan kota. Menurutnya, koalisi dibangun bukan semata-mata untuk memenuhi syarat pencalonan, melainkan untuk memastikan stabilitas pemerintahan di tingkat kota pascapilkada.
"Kami membuka komunikasi dengan partai lain, namun keputusan mengusung Sekar Tanjung sudah ditetapkan dalam rapat," tegas Taufiqurrahman.
Pengamat politik menilai bahwa pencalonan figur dengan latar belakang keluarga tokoh nasional memiliki keunggulan tersendiri, terutama dalam hal akses jaringan dan pengalaman politik. Meski demikian, elektabilitas di tingkat lokal tetap ditentukan oleh rekam jejak dan kemampuan figur tersebut dalam menyentuh persoalan warga sehari-hari.
Tahapan Selanjutnya dan Pendaftaran Bakal Calon
Setelah penetapan internal, DPD Golkar Kota Solo menyatakan akan menyiapkan seluruh berkas persyaratan yang dibutuhkan komisi pemilihan umum setempat. Taufiqurrahman menerangkan bahwa proses kelengkapan administrasi akan diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilu.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap Sekar Tanjung akan diikuti dengan penyusunan visi, misi, dan program yang berorientasi pada pembangunan kota. Partai, katanya, akan melibatkan kader dan masukan dari berbagai elemen masyarakat dalam merumuskan agenda tersebut.
Menanggapi respons publik, Taufiqurrahman menegaskan Golkar Solo tetap berpegang pada keputusan yang telah disahkan. Ia mengimbau seluruh kader dan simpatisan menjaga kondusivitas serta menjunjung tinggi etika politik sepanjang tahapan pilkada berlangsung.
Dengan penetapan tersebut, DPD II Golkar Kota Solo menjadi salah satu partai yang menegaskan posisi politiknya lebih awal di Solo. Keputusan itu diambil dalam rapat yang dihadiri pengurus harian, dan hasilnya ditetapkan sebagai sikap resmi partai untuk menindaklanjuti tahapan pencalonan pada pilkada mendatang.
Comments (0)