Dony Oskaria Hibahkan Lahan 19 Hektare untuk Sekolah Rakyat di Tanah Datar

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria resmi menghibahkan lahan seluas 19 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kab

Jul 06, 2026 - 13:42
0 0
Dony Oskaria Hibahkan Lahan 19 Hektare untuk Sekolah Rakyat di Tanah Datar

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria resmi menghibahkan lahan seluas 19 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pemberian hibah ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan masyarakat setempat sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mempercepat pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut.

Wujud Keteladanan dan Gotong Royong

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dony Oskaria beserta keluarga atas hibah lahan yang dinilainya sangat berarti bagi masa depan generasi Tanah Datar. Ia menegaskan bahwa ketersediaan lahan siap bangun menjadi salah satu faktor kunci yang mempercepat persetujuan pemerintah pusat untuk merealisasikan proyek Sekolah Rakyat di wilayah itu. Menurutnya, hibah ini bukan sekadar penyerahan aset fisik, melainkan bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi kemajuan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dony Oskaria beserta keluarga. Ini bukan sekadar hibah tanah, tetapi investasi besar bagi masa depan generasi Tanah Datar. Keteladanan seperti ini menjadi inspirasi bahwa membangun daerah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Eka Putra kepada media kami, Jumat (26/6/2026).

“Ini bukan sekadar hibah tanah, tetapi investasi besar bagi masa depan generasi Tanah Datar. Keteladanan seperti ini menjadi inspirasi bahwa membangun daerah adalah tanggung jawab bersama.”

Bupati Eka Putra berharap aksi nyata dari tokoh seperti Dony Oskaria dapat memicu semangat serupa dari berbagai pihak, baik dari kalangan pengusaha, profesional, maupun masyarakat umum, untuk turut serta memajukan dunia pendidikan di Tanah Datar. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran proses pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk dalam hal perizinan dan infrastruktur pendukung, sehingga kehadiran sekolah tersebut dapat segera dinikmati oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dukungan untuk Pendidikan Inklusif

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar merupakan bagian dari program nasional yang digagas untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan lahan seluas 19 hektare yang dihibahkan, sekolah tersebut diharapkan mampu menampung peserta didik dalam jumlah yang cukup besar dan dilengkapi fasilitas yang memadai. Lokasinya yang strategis di Nagari Tanjung Alam juga dinilai akan memudahkan akses bagi warga dari wilayah sekitar, sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya atau jarak.

Laporan dari Apaberita.com mencatat, antusiasme masyarakat setempat sangat tinggi begitu kabar hibah ini tersiar. Tokoh masyarakat dan pemuda di Nagari Tanjung Alam menyatakan siap bergotong royong membantu proses pembangunan jika diperlukan. Mereka menilai bahwa keberadaan Sekolah Rakyat akan mengubah wajah pendidikan di Tanah Datar, khususnya di kawasan pedesaan yang selama ini masih minim akses ke jenjang pendidikan menengah dan pelatihan keterampilan.

Hibah lahan ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan elemen masyarakat dalam membangun sektor pendidikan. Pemerintah pusat sebelumnya telah menyetujui proposal pendirian Sekolah Rakyat di Tanah Datar, namun ketersediaan lahan menjadi syarat utama yang harus dipenuhi. Dengan adanya jaminan lahan dari Dony Oskaria, tahap selanjutnya adalah percepatan penyusunan rencana detail teknis dan pelelangan konstruksi yang direncanakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Program Sekolah Rakyat sendiri menargetkan pembangunan 100 sekolah di seluruh Indonesia, dan Tanah Datar menjadi salah satu daerah prioritas karena komitmen kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pendidikan inklusif.

Eka Putra menegaskan, hibah ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah gerakan moral yang mendorong kolaborasi demi kepentingan generasi muda. Ia berharap semakin banyak figur publik dan pengusaha di Sumatera Barat yang terpanggil untuk melakukan langkah serupa, baik dalam bentuk hibah lahan, beasiswa, atau dukungan fasilitas pendidikan. “Kita ingin anak-anak Tanah Datar bisa bersekolah tanpa beban, agar kelak mereka bisa menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi daerah ini,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User