Dongker Gelar Konser Melankolia di Priok, Ribuan Penonton Hadir

Grup musik Dongker menggelar konser bertajuk "Melankolia" di Plaza Kalibaru, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/10/2026). Konser tersebut dipadati ribuan penonton yang memenuhi kawasan pelabuhan tersebut, ...

Oct 10, 2026 - 18:21
0 0
Dongker Gelar Konser Melankolia di Priok, Ribuan Penonton Hadir

Grup musik Dongker menggelar konser bertajuk "Melankolia" di Plaza Kalibaru, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/10/2026). Konser tersebut dipadati ribuan penonton yang memenuhi kawasan pelabuhan tersebut, dengan latar belakang aktivitas perahu nelayan yang menjadi pemandangan khas wilayah Priok. Vokalis sekaligus gitaris Dongker, Arno, tampil membawakan sejumlah lagu di hadapan audiens yang hadir sejak sore hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, konser berlangsung sejak petang hingga malam. Penonton yang hadir tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitarnya. Kepadatan penonton terlihat di hampir seluruh area Plaza Kalibaru, yang memang sering digunakan sebagai ruang publik untuk kegiatan seni dan budaya.

Dongker Bawakan Sejumlah Lagu Andalan

Dalam penampilannya, Dongker membawakan sejumlah lagu yang telah dikenal oleh para penggemarnya, di antaranya "Metafora Berpelukan", "Disarankan di Bandung", dan "Lagu Selepas Hujan". Ketiga lagu tersebut dibawakan dengan aransemen yang disesuaikan dengan suasana konser bertajuk "Melankolia".

Arno tampil sebagai vokalis sekaligus gitaris, memimpin jalannya pertunjukan sepanjang konser berlangsung. Interaksi antara band dan penonton terlihat cair, terutama saat lagu-lagu tertentu dinyanyikan bersama-sama. Suasana konser disebut mengusung nuansa reflektif, sejalan dengan tema "Melankolia" yang diangkat pada acara tersebut.

"Konser ini menjadi ruang bagi kami untuk bertemu langsung dengan penonton di kawasan yang memiliki karakter kuat, yakni pelabuhan Priok," ujar Arno di atas panggung.

Konsep Tiket Unik dengan Tukar Beras dan Buku

Hal yang membedakan konser ini dari pertunjukan musik pada umumnya adalah penerapan sistem tiket yang tidak menggunakan uang sebagai alat pembayaran. Panitia menetapkan bahwa penonton dapat masuk dengan menukarkan 2 kilogram beras dan 1 buah buku. Kebijakan tersebut disahkan sebagai mekanisme resmi dalam konser "Melankolia".

Konsep tiket tersebut dinilai memberikan dimensi sosial pada penyelenggaraan konser. Beras dan buku yang terkumpul selanjutnya dikelola oleh penyelenggara untuk keperluan yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan. Sejumlah penonton yang ditemui mengaku tidak keberatan dengan skema tersebut karena dianggap sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam kegiatan yang memiliki nilai lebih.

Penerapan tiket dengan menukarkan beras dan buku juga menjadi perhatian karena berbeda dari praktik umum pertunjukan musik. Penyelenggara menyatakan bahwa mekanisme itu telah disosialisasikan kepada calon penonton sebelum hari pelaksanaan, sehingga proses masuk ke area konser berjalan tertib.

Latar Pelabuhan Priok Jadi Pilihan Lokasi

Pemilihan Plaza Kalibaru sebagai lokasi konser tidak terlepas dari karakter kawasan tersebut. Latar belakang panggung memperlihatkan aktivitas perahu nelayan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekitar pelabuhan. Pemandangan itu disebut sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan tempat penyelenggaraan konser.

Kawasan Priok dan Kalibaru dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas maritim yang tinggi. Kehadiran konser di ruang publik tersebut menambah dinamika kegiatan di kawasan itu, sekaligus menarik kunjungan warga dari luar daerah pada hari pelaksanaan.

Dengan jumlah penonton yang mencapai ribuan orang, konser "Melankolia" tercatat sebagai salah satu kegiatan musik berskala besar yang digelar di Plaza Kalibaru. Penyelenggara menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya. Konser ditutup pada malam hari setelah Dongker membawakan seluruh daftar lagu yang telah disiapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User