Doa dari Pinggir Jalan: Kisah Ema Penarik Becak Sampah yang Akhirnya Berangkat Umrah
Apaberita.com, Jakarta — Lama sudah Yarmayati, atau yang akrab disapa Ema (65), menjalani hidup dalam kesederhanaan sebagai penarik becak pengangkut sampah dan pemulung di Padang, Sumatra Barat.
Apaberita.com, Jakarta — Lama sudah Yarmayati, atau yang akrab disapa Ema (65), menjalani hidup dalam kesederhanaan sebagai penarik becak pengangkut sampah dan pemulung di Padang, Sumatra Barat. Di tengah kerasnya perjuangan hidup, terselip kebiasaan yang ia jaga bertahun-tahun: setiap kali bus pengangkut jemaah haji melintas di dekat Asrama Haji Tabing, Ema akan menghentikan kayuhannya sejenak dan melambaikan tangan. Tak ada yang istimewa dari lambaian itu bagi mata yang memandang, namun di baliknya tersimpan doa-doa tulus untuk keselamatan dan kelancaran ibadah para tamu Allah. Dan di dalam diam, ada satu doa yang tak pernah berani ia lantangkan: sebuah harapan agar ia pun kelak dipanggil ke Tanah Suci.
Doa-doa yang dipanjatkan dari pinggir jalan itulah yang kini menemukan jawabannya. Ema resmi bertolak ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, untuk menunaikan ibadah umrah. Keberangkatannya ini menjadi bukti bahwa harapan yang disimpan dalam diam tak pernah luput dari perhatian-Nya.
Peran Andre Rosiade Wujudkan Impian Ema
Keberangkatan Ema ke Tanah Suci tak lepas dari perhatian dan bantuan Anggota DPR RI asal Sumatra Barat, Andre Rosiade. Sosok politikus Gerindra yang dikenal dekat dengan masyarakat Sumbar ini secara langsung memfasilitasi perjalanan umrah bagi Ema, yang selama ini hanya bisa menyaksikan jemaah haji melintas dari balik becaknya.
“Ini adalah kisah yang menyentuh hati. Seorang ibu paruh baya yang setiap hari berjuang mengais rezeki sebagai penarik becak sampah, namun tak pernah luput mendoakan orang lain yang berangkat ke Tanah Suci. Kini saatnya doa beliau yang diijabah,” ujar Andre Rosiade saat ditemui media kami di sela-sela pelepasan Ema.
Bantuan ini bukanlah yang pertama kalinya diberikan oleh Andre. Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini memang dikenal kerap memberikan perhatian kepada warga Sumbar yang membutuhkan, khususnya dalam aspek keagamaan dan kesejahteraan sosial.
Perjalanan yang Dinanti, Doa yang Terjawab
Ema terbang menuju Madinah sebagai kota pertama dalam rangkaian ibadah umrahnya, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan seluruh rukun umrah. Tidak ada lagi lambaian tangan di pinggir jalan—kini Ema menjadi bagian dari tamu-tamu Allah yang akan disambut di kota suci.
Kisah Ema membawa pesan yang begitu dalam: bahwa takdir kebaikan bisa datang dari arah yang tak disangka. Dari balik becak pengangkut sampahnya, ia tak henti mendoakan orang lain, dan doa itu kini mengantarnya sendiri ke Tanah Suci. Keberangkatannya tak hanya menjadi kado terindah bagi Ema, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang kekuatan doa dan ketulusan hati.
Comments (0)