Dishub DKI Luncurkan Gebrak Pagi, Kerahkan 1.500 Personel
JAKARTA — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menetapkan kebijakan operasional baru berupa program Gebrak Pagi, akronim dari Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi Hari. Program tersebut mulai dibe...
JAKARTA — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menetapkan kebijakan operasional baru berupa program Gebrak Pagi, akronim dari Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi Hari. Program tersebut mulai diberlakukan pada Senin, 12 Oktober, dengan mengerahkan lebih dari 1.500 personel untuk mengatur lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan pada jam sibuk pagi.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyatakan bahwa personel yang diturunkan dalam program ini mencakup seluruh lapisan organisasi, mulai dari pejabat struktural hingga petugas penyedia jasa lainnya. Penempatan personel dilakukan pada rentang waktu pukul 06.30 hingga 08.00 WIB, yang ditetapkan sebagai periode puncak arus pergerakan masyarakat menuju pusat aktivitas.
"Di mana seluruh pejabat, ya, Kepala Dinas, Wakil Kepala Dinas di Perhubungan, seluruh eselon III, eselon IV, staf, dan juga PJLP, serta tenaga ahli semua kita turun di titik-titik kemacetan pada pukul 06.30 sampai 08.00 mengatur lalu lintas di jalan," kata Budi saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Oktober.
Jadwal dan Pola Penempatan Personel
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan, pelaksanaan Gebrak Pagi tidak dilakukan setiap hari kerja. Program ini dijadwalkan berlangsung pada setiap Senin, Selasa, dan Kamis. Penetapan hari tersebut didasarkan pada hasil pemetaan Dishub DKI terhadap pola kepadatan arus lalu lintas yang menunjukkan puncak volume kendaraan pada ketiga hari tersebut.
Budi menegaskan bahwa penempatan personel tidak hanya difokuskan pada ruas jalan utama, tetapi juga pada sejumlah titik yang dinilai memerlukan perhatian khusus. Petugas akan disiagakan di simpang jalan, kawasan penyeberangan zebra cross, serta pelican crossing yang berpotensi menimbulkan antrean kendaraan.
"Iya, simpul-simpul jalan, ya, terus di simpang, lalu di zebra cross, pelican crossing yang memang perlu perhatian, nah kita hadir di sana semua," ujar Budi.
Ia menambahkan bahwa jumlah personel yang dikerahkan mencapai hampir 1.500 orang dan akan didistribusikan ke seluruh wilayah administrasi Jakarta sesuai hasil pemetaan titik kemacetan. Salah satu lokasi yang disebut secara spesifik sebagai area penempatan petugas adalah kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.
Harapan terhadap Kelancaran Arus Pagi
Dishub DKI menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas pada pagi hari, terutama pada jam keberangkatan kerja dan sekolah. Menurut Budi, keterlibatan langsung seluruh jajaran, termasuk tenaga ahli dan petugas penyedia jasa lainnya, merupakan bentuk komitmen institusi dalam menindaklanjuti persoalan kemacetan yang menjadi keluhan rutin masyarakat ibu kota.
Kebijakan ini ditetapkan di tengah tingginya volume kendaraan yang melintas di ruas jalan utama Jakarta setiap pagi. Dengan penempatan petugas pada simpul-simpul strategis, Dishub DKI berupaya memastikan pengaturan arus kendaraan berjalan lebih tertib, khususnya pada persimpangan yang kerap menjadi titik penumpukan kendaraan.
Program Gebrak Pagi juga disebut sebagai langkah koordinasi internal di lingkungan Dishub DKI, dengan melibatkan pejabat eselon III, eselon IV, serta staf pelaksana. Seluruh personel yang diterjunkan bertugas membantu pengaturan lalu lintas secara langsung di lapangan, bukan hanya melakukan pemantauan dari pusat kendali.
Komitmen Penanganan Kemacetan Jakarta
Budi menekankan bahwa pelaksanaan program ini akan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitasnya terhadap kelancaran arus lalu lintas. Evaluasi tersebut mencakup kajian terhadap titik-titik penempatan personel, waktu pelaksanaan, serta respons pengguna jalan di kawasan yang menjadi sasaran program.
Dengan penetapan jadwal pada Senin, Selasa, dan Kamis, Dishub DKI berharap pola penanganan kemacetan pagi dapat berjalan konsisten dan terukur. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam mengelola mobilitas warga serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi di wilayah DKI Jakarta.
Dishub DKI mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia. Kepatuhan pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Gebrak Pagi dalam menekan tingkat kepadatan pada jam sibuk pagi hari.
Comments (0)