MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi bidang pendidikan yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti komitmen pembangunan sektor pendidikan di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Menurut Aliyah, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan program pendidikan yang terencana, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Ia menyatakan bahwa pemerintah kota memandang sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang, bukan sekadar pos pengeluaran tahunan.
"Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan," tegas Aliyah Mustika Ilham di hadapan peserta rapat.
Pernyataan tersebut diletakkan dalam konteks tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan kebijakan pembangunan yang ditetapkan, pendidikan diposisikan sebagai sektor prioritas yang pelaksanaannya memerlukan sinergi lintas perangkat daerah, mulai dari perencanaan anggaran hingga pengawasan mutu di tingkat satuan pendidikan.
Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Daerah
Dalam kerangka kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Makassar menekankan pentingnya kesinambungan program pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah. Aliyah menuturkan bahwa kualitas lulusan menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan daerah, karena lulusan yang kompeten akan menjadi penggerak pertumbuhan di sektor ekonomi, sosial, dan budaya.
Ia juga menyinggung bahwa investasi pendidikan tidak hanya berbicara soal sarana dan prasarana, tetapi mencakup peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penguatan kurikulum, serta penyediaan lingkungan belajar yang kondusif. Menurutnya, seluruh komponen tersebut harus dikelola dalam satu kerangka kebijakan yang utuh agar hasilnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Aliyah menyatakan bahwa pemerintah kota berkomitmen memastikan setiap kebijakan pendidikan yang ditetapkan memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting agar program yang dijalankan tidak berhenti pada seremonial, melainkan berjalan sesuai rencana pembangunan yang telah disahkan.
Sinergi Lintas Perangkat Daerah
Dalam Rapat Koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi antar perangkat daerah agar pelaksanaan program pendidikan berjalan efektif. Aliyah menegaskan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat ditangani secara parsial oleh satu dinas saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menuturkan bahwa pemerintah kota akan terus mendorong kolaborasi antara dinas pendidikan, badan perencanaan pembangunan daerah, serta perangkat terkait lainnya dalam menyusun prioritas anggaran. Menurutnya, keputusan alokasi sumber daya harus berlandaskan pada kebutuhan riil di lapangan dan hasil evaluasi program yang telah berjalan.
"Sinergi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar setiap program pendidikan dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan," ujarnya.
Selain itu, Aliyah mengingatkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengakses layanan pendidikan. Ia menyebut bahwa kelompok masyarakat kurang mampu dan wilayah pinggiran kota perlu mendapatkan perhatian khusus agar kesenjangan mutu pendidikan dapat ditekan.
Menentukan Masa Depan Sumber Daya Manusia
Pandangan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas. Aliyah menilai bahwa kualitas manusia menjadi penentu utama daya saing daerah di masa mendatang, terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi yang berlangsung cepat.
Ia menyatakan bahwa pemerintah kota akan terus mengevaluasi capaian sektor pendidikan secara berkala, termasuk melalui indikator partisipasi sekolah, angka kelulusan, dan tingkat kompetensi lulusan. Hasil evaluasi tersebut, lanjutnya, akan dijadikan dasar dalam menetapkan kebijakan lanjutan setiap tahun anggaran.
Di akhir keterangannya, Aliyah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga komitmen terhadap pendidikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah semata.
Dengan penegasan tersebut, Pemerintah Kota Makassar menempatkan pendidikan sebagai agenda strategis yang pelaksanaannya akan terus ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi, evaluasi berkala, dan penajaman kebijakan sesuai keputusan yang ditetapkan dalam forum-forum resmi pemerintahan daerah.
Comments (0)