Seorang pria paruh baya bernama Sutrimo (52) ditemukan tak bernyawa di depan Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/7) siang. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar itu kini tengah didalami oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kebayoran Baru. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan terkait kronologi menjelang kematian korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, Sutrimo terlihat berjalan dengan langkah gontai menuju klinik sebelum akhirnya ambruk di halaman depan. Warga yang menyaksikan langsung memberikan pertolongan, namun korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat dievakuasi ke dalam klinik.
Kronologi Versi Saksi
Salah seorang saksi, Rian Hidayat (38), pedagang makanan keliling yang biasa berjualan di sekitar lokasi, menuturkan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB ia melihat Sutrimo berjalan dari arah Jalan Kramat menuju Klinik Mordent. Korban tampak memegangi dada kirinya dengan ekspresi kesakitan.
"Saya lihat beliau jalannya sudah sempoyongan. Tiba-tiba dia terjatuh di dekat pot bunga depan klinik. Saya langsung berlari bersama teman-teman lain untuk menolong, tapi kondisinya sudah lemas dan tidak merespons," ujar Rian saat ditemui di lokasi kejadian.
Saksi lainnya, Sari Indahwati (29)—seorang perawat di klinik tersebut—mengatakan dirinya mendengar suara teriakan dari luar dan segera keluar untuk memberikan bantuan medis. "Kami langsung bawa masuk ke ruang tindakan, tapi detak jantungnya sudah tidak ada. Kami coba lakukan resusitasi selama 15 menit, tetapi tidak berhasil," tuturnya dengan nada getir.
Identitas Korban dan Barang Pribadi
Dari kartu identitas yang ditemukan di dompet korban, diketahui bahwa Sutrimo beralamat di Jalan Cipete Dalam, Jakarta Selatan. Ia tercatat bekerja sebagai pegawai honorer di salah satu instansi pemerintah. Polisi juga mengamankan sebuah ponsel, uang tunai sebesar Rp350.000, serta obat-obatan resep dokter yang diduga berkaitan dengan penyakit jantung.
"Kami menemukan obat pengencer darah dan nitrogliserin dalam tas kecil korban. Ini menjadi petunjuk awal bahwa korban memiliki riwayat penyakit kardiovaskular," ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kebayoran Baru, Inspektur Satu (Iptu) Dedi Prasetyo, di sela olah tempat kejadian perkara (TKP).
Respons Kepolisian
Petugas kepolisian dari Polsek Kebayoran Baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB setelah menerima laporan dari pihak klinik. Olah TKP dilakukan oleh Tim Inafis Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik. Polisi juga telah memasang garis kuning di area sekitar jatuhnya korban.
"Kami masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk memastikan penyebab pasti kematian. Untuk sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Iptu Dedi Prasetyo.
Polisi juga tengah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) milik klinik dan beberapa toko di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. "Rekaman CCTV akan kami analisis secara digital untuk merekonstruksi pergerakan korban sebelum meninggal dunia," tambahnya.
Duka Keluarga
Pihak keluarga korban yang dihubungi polisi langsung bergegas menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 17.00 WIB. Istri korban, Sumarni (48), tidak kuasa menahan tangis saat tiba di rumah sakit. Kepada awak media, ia mengonfirmasi bahwa suaminya memang memiliki riwayat penyakit jantung dan rutin kontrol di klinik tersebut.
"Beliau pagi tadi pamit mau periksa rutin seperti biasa. Saya tidak menyangka ini yang terakhir," ucap Sumarni dengan suara bergetar.
Pihak Klinik Mordent menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Manajemen klinik juga menyatakan akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian untuk memberikan klarifikasi atas kejadian ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak lain yang ditetapkan sebagai tersangka, dan kasus ini masih dalam penyelidikan intensif Polsek Kebayoran Baru.
Comments (0)