Desak Made dan Kadek Adi Tembus Final Chamonix 2026

Chamonix, Prancis — Dua atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan langkah ke putaran final atau 16 besar dalam ajang IFSC Climbing World Cup Ser...

Jul 12, 2026 - 04:55
0 0
Desak Made dan Kadek Adi Tembus Final Chamonix 2026

Chamonix, Prancis — Dua atlet panjat tebing putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan langkah ke putaran final atau 16 besar dalam ajang IFSC Climbing World Cup Series Chamonix 2026. Kepastian itu mereka dapat usai menuntaskan babak kualifikasi nomor speed putri di dinding panjat Chamonix, Kamis (18/6).

Berdasarkan catatan redaksi yang dihimpun langsung dari arena, Desak Made tampil dominan dengan membukukan waktu 6,82 detik pada jalur kualifikasi A. Catatan itu menempatkan atlet asal Bali tersebut di posisi tiga besar klasemen sementara kualifikasi. Sementara itu, Kadek Adi Asih mencatatkan waktu 7,15 detik di jalur B, cukup untuk mengamankan satu tempat di antara 16 pemanjat tercepat yang berhak melaju ke babak eliminasi.

Jalur Mulus dari Kualifikasi

Pada sesi kualifikasi yang berlangsung dalam kondisi cuaca cerah dengan suhu sekitar 18 derajat Celsius, kedua atlet Indonesia menunjukkan konsistensi start dan akselerasi sejak peluit dibunyikan. Desak Made, yang turun di jalur A, menempel ketat catatan waktu Aleksandra Mirosław (Polandia) yang menjadi patokan. Adapun Kadek Adi sempat mengalami sedikit kendala pada pijakan ketiga, namun berhasil memulihkan ritme dan menyentuh sensor finis dengan selisih hanya 0,03 detik dari rekor pribadinya.

Manajer Tim Panjat Tebing Indonesia, Hendra Basir, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari persiapan intensif selama tiga pekan di training camp Prancis jelang seri ini.

“Kami sengaja melakukan adaptasi lebih awal di Eropa untuk membiasakan atlet dengan suhu dan tekstur dinding yang berbeda dari biasanya. Hari ini mereka mampu mengeksekusi strategi sesuai instruksi, khususnya pada fase akselerasi awal,”
ujar Hendra melalui sambungan telepon.

Peta Persaingan di 16 Besar

Keberhasilan melaju ke babak 16 besar menempatkan Desak Made dan Kadek Adi dalam undian yang akan mempertemukan mereka dengan lawan-lawan berat. Desak Made diproyeksikan berhadapan dengan pemanjat asal Jepang, Ai Kawabata, yang mengantongi waktu 6,95 detik di kualifikasi. Sementara Kadek Adi akan berduel dengan wakil Amerika Serikat, Emma Hunt, yang dikenal sebagai spesialis start cepat.

Di atas kertas, rekor pertemuan Desak Made dengan Kawabata masih menguntungkan. Dalam dua perjumpaan terakhir di seri World Cup, Desak Made selalu unggul tipis. Namun, Kadek Adi perlu mewaspadai Hunt yang musim ini tampil progresif dengan torehan waktu di bawah 7,10 detik secara konsisten.

Modal Penting Menuju Olimpiade

Seri Chamonix 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus ajang pematangan teknik dan mental bertanding bagi para atlet elite. Bagi Indonesia, hasil positif di Chamonix diharapkan menjadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi seri-seri berikutnya, termasuk World Cup di Villars dan Innsbruck.

Desak Made, yang sebelumnya telah mengukir sejarah sebagai peraih medali emas Kejuaraan Dunia 2023 di Bern, mengaku terus mematangkan teknik transisi dan kekuatan finger grip selama persiapan.

“Saya fokus memperbaiki kesalahan kecil yang sering muncul di babak eliminasi. Setiap milidetik berharga di nomor speed, jadi kami terus evaluasi video rekaman latihan,”
tutur Desak Made singkat.

Sementara itu, Kadek Adi yang tampil dengan semangat baru pasca pemulihan cedera engkel mengatakan bahwa targetnya adalah menembus perempat final untuk meningkatkan peringkat dunia.

“Saya tidak mau terlalu terbebani. Yang penting bisa tampil maksimal, menikmati setiap duel, dan menerapkan semua yang sudah dilatih,”
ungkap Kadek Adi.

Dengan lolosnya dua wakil ke final, Indonesia memiliki peluang untuk mengamankan setidaknya satu tiket ke putaran berikutnya. Babak 16 besar dijadwalkan berlangsung Jumat (19/6) mulai pukul 19.00 waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Seluruh rangkaian lomba disiarkan secara langsung melalui kanal resmi IFSC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User