Desak Made dan Kadek Adi Melaju ke Final Piala Dunia Chamonix
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing putri Indonesia nomor lead (panjang tebing), Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan langkah ke babak 16 besar (final) dalam seri ketiga IF...
Chamonix, Prancis — Dua pemanjat tebing putri Indonesia nomor lead (panjang tebing), Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, memastikan langkah ke babak 16 besar (final) dalam seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2026 di Chamonix, Prancis, Jumat (10/7/2026). Kepastian itu diraih setelah keduanya melewati sesi semifinal dengan perolehan poin yang menempatkan mereka di antara pemanjat elite dunia yang akan bertarung pada partai puncak.
Desak Made mencatatkan 34+ poin dan menempati urutan ke-7, sedangkan Kadek Adi membuntuti di posisi ke-14 dengan torehan 28+ poin—dari total 26 semifinalis yang memperebutkan 16 tiket final. Keduanya menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil menembus babak pamungkas nomor lead putri, mengungguli pesaing dari Thailand dan Filipina yang kandas di semifinal.
"Ini hasil dari program latihan intensif selama pemusatan di Yogyakarta. Desak dan Kadek menunjukkan kemampuan membaca jalur yang semakin tajam dan ketenangan mental yang membuat mereka bisa mengatasi rute-rute rumit," ujar Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Hendra Basir, melalui sambungan telepon Jumat malam WIB.
Persaingan Sengit di Dinding Semifinal
Sesi semifinal yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat (20.00 WIB) itu mempertemukan 26 pemanjat dari 14 negara. Desak Made yang tampil di grup pertama langsung menyita perhatian dengan melewati crux di segmen tengah yang memakan korban tiga atlet unggulan, termasuk juara bertahan seri sebelumnya, Janja Garnbret (Slovenia). Atlet asal Buleleng, Bali, itu nyaris mencapai top sebelum akhirnya terpeleset di hold ke-35, namun poinnya sudah cukup untuk mengamankan tempat di final.
Sementara itu, Kadek Adi yang start di grup kedua sempat mengalami insiden kecil saat kakinya selip di pijakan ke-18. Dengan sisa tenaga, ia berhasil memulihkan posisi dan melanjutkan panjatan hingga titik ke-29 sebelum waktu habis. "Saya hanya fokus pada instruksi pelatih: jangan menyerah sebelum buzzer. Alhamdulillah bisa tembus final," kata Kadek Adi singkat seusai lomba.
Peluang Ganda dan Dampak Strategis
Lolosnya dua pemanjat putri Indonesia ke final Piala Dunia Chamonix merupakan pencapaian historis. Sebelumnya, hanya satu wakil Merah Putih yang mampu menembus partai puncak nomor lead pada edisi Chamonix 2024. Ketua Umum PB Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Mayjen (Purn) Yudi Prasetyo, dalam keterangan tertulisnya menyebut capaian ini sebagai sinyal positif menjelang Kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan mengakumulasi poin dari seri Piala Dunia.
"Kami optimistis kedalaman atlet lead putri kita semakin kompetitif. Jika di final nanti salah satu dari mereka bisa menembus delapan besar, poin bagi peringkat dunia akan sangat berharga untuk tiket Olimpiade," tegas Yudi. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang telah mengucurkan dana pembinaan dan pengiriman atlet ke Eropa sepanjang musim 2026.
Di partai final yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat, Desak Made dan Kadek Adi akan bersaing dengan pemanjat-pemanjat top dari Amerika Serikat, Jepang, Austria, dan Slovenia. Meski medali bukan target utama, Hendra Basir menegaskan bahwa tim pelatih telah menyiapkan strategi khusus berdasarkan analisis rute semifinal. "Kami sudah memetakan kelemahan dan keunggulan masing-masing lawan. Yang terpenting, anak-anak bisa tampil lepas dan mengeksekusi sesuai rencana," ucapnya.
Menatap Panggung Dunia
Desak Made Rita selama ini dikenal sebagai andalan Indonesia di nomor lead setelah sukses menyabet medali emas Asian Games Hangzhou 2022. Adapun Kadek Adi Asih adalah bintang muda yang mulai menanjak sejak merebut perak di Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2024 di Manila. Kombinasi pengalaman dan tenaga baru ini diyakini menjadi fondasi skuad panjat tebing Indonesia dalam menghadapi siklus Olimpiade mendatang.
"Kami tidak hanya mengejar prestasi sesaat. Final di Chamonix ini adalah bagian dari peta jalan besar menuju Olimpiade. Setiap seri Piala Dunia adalah kesempatan mengumpulkan poin dan mengasah mental bertanding di level tertinggi," pungkas Hendra. Dengan dua wakil di final, Indonesia berpeluang memperkuat posisi di peringkat dunia sekaligus mengibarkan Merah Putih di salah satu gengsi tertinggi panjat tebing internasional.
Comments (0)