DayTrans Operasikan Van Listrik Farizon SV di Dua Rute

Perusahaan jasa transportasi antarkota DayTrans mulai mengoperasikan delapan unit van listrik Farizon SV sebagai armada travel reguler mulai Rabu (12/8). Kendaraan berbasis baterai tersebut ditetapkan...

DayTrans Operasikan Van Listrik Farizon SV di Dua Rute

Perusahaan jasa transportasi antarkota DayTrans mulai mengoperasikan delapan unit van listrik Farizon SV sebagai armada travel reguler mulai Rabu (12/8). Kendaraan berbasis baterai tersebut ditetapkan melayani rute Jakarta–Semarang dan Jakarta–Cilegon dengan tarif resmi yang telah disahkan untuk layanan komersial. Keputusan pengoperasian armada listrik ini diambil untuk menindaklanjuti program hemat energi pemerintah sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya perjalanan jarak jauh.

Komitmen Efisiensi dan Kenyamanan

Direktur DayTrans, Yosepha Melani Darmawan, menyatakan bahwa penggunaan Farizon SV didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yakni kenyamanan konsumen, pengurangan beban operasional, serta aspek keselamatan pengemudi. Menurutnya, hasil uji coba yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa biaya operasional untuk rute panjang cenderung lebih hemat apabila menggunakan kendaraan listrik dibandingkan dengan armada konvensional berbahan bakar solar.

"Tujuan kami utamanya untuk kenyamanan konsumen, kedua dari segi cost lebih murah untuk rute tertentu, dan ketiga untuk sopir juga lebih aman karena ada ADAS,"

ujar Yosepha saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu (12/8).

Sebaliknya, untuk trayek dengan jarak tempuh lebih pendek, beban operasional kendaraan listrik dinilai setara dengan armada berbahan bakar minyak. Oleh karena itu, perusahaan memfokuskan penggunaan van listrik pada koridor yang memungkinkan penghematan maksimal, khususnya Jakarta–Semarang yang menempuh jarak signifikan.

Spesifikasi Armada dan Tarif Resmi

Farizon SV yang dipergunakan DayTrans memiliki spesifikasi kabin dengan atap tinggi, sehingga memberikan ruang gerak lebih leluasa bagi penumpang. Akses masuk dan keluar menuju baris belakang juga dirancang lebih praktis melalui pintu sisi kiri kendaraan. Desain tersebut ditetapkan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang pada layanan travel premium.

Dari total delapan unit yang disiapkan, seluruh armada telah disahkan untuk beroperasi secara komersial pada dua rute strategis tersebut. Harga tiket ditetapkan sebesar Rp100.000 untuk perjalanan Jakarta–Cilegon, sementara untuk rute Jakarta–Semarang dibanderol dalam rentang Rp275.000 hingga Rp300.000 per penumpang.

Yosepha menegaskan bahwa penetrasi kendaraan listrik ke sektor transportasi umum merupakan langkah konkret dalam mendukung transisi energi nasional. Ia menyatakan bahwa di tengah fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak yang tidak menentu, diversifikasi sumber energi menjadi keharusan bagi pelaku usaha transportasi.

"Ekosistem listrik kan sekarang kita sudah harus beralih ya. Kita harus cari solusi buat pengganti BBM,"

tambahnya.

Implikasi Kebijakan Energi dan Target Operasional

Pengoperasian Farizon SV oleh DayTrans dinilai sejalan dengan arahan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dalam sektor transportasi. Langkah perusahaan ini diharapkan dapat menjadi model bagi penyedia jasa transportasi lainnya dalam menerapkan armada ramah lingkungan tanpa mengorbankan aspek ekonomi dan keselamatan.

Dengan hadirnya van listrik di rute Jakarta–Semarang dan Jakarta–Cilegon, DayTrans menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan jaringan layanan berbasis teknologi bersih. Armada Farizon SV tersebut kini telah resmi beroperasi dan dapat diakses oleh masyarakat sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User