Cerita Rahmad Temukan Hidayah di Nusakambangan: Belajar Mengaji Hingga Budidaya Udang

Cilacap - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan kerap dipersepsikan sebagai tempat yang menakutkan. Namun, bagi Rahmat Hidayat, justru di balik tembok tinggi pulau penjara itu ia menemukan pen

Jul 07, 2026 - 23:26
0 0
Cerita Rahmad Temukan Hidayah di Nusakambangan: Belajar Mengaji Hingga Budidaya Udang

Cilacap - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan kerap dipersepsikan sebagai tempat yang menakutkan. Namun, bagi Rahmat Hidayat, justru di balik tembok tinggi pulau penjara itu ia menemukan pencerahan hidup. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berusia 32 tahun ini membagikan kisah transformatifnya selama menjalani masa hukuman dan bekerja di program ketahanan pangan tambak udang. Laporan media kami mengungkap, perjalanan spiritual pria asal Bengkulu ini berubah drastis sejak dipindahkan ke pulau yang terkenal dengan pengamanan super ketat itu.

Dari Rasa Takut Menjadi Ladang Ibadah

Rahmat, yang merupakan seorang ayah dua anak, divonis dalam kasus narkotika sekitar 2,5 tahun lalu. Dengan kondisi kaki yang masih terpasang alat pemantau GPS, ia menceritakan pengalaman pertamanya dipindahkan dari Lapas Bentiring, Bengkulu, ke Lapas Nusakambangan. Awalnya, Rahmat mengaku diliputi rasa takut yang luar biasa. Bayangan tentang kerasnya kehidupan di Nusakambangan menghantuinya. Namun, persepsi itu perlahan sirna. Di balik rutinitas pembinaan, ia mulai diajari membaca Al-Qur’an dan mendalami ilmu agama oleh para pembina di lapas.

"Saya sangat takut saat pertama kali menginjakkan kaki di sini. Tapi ternyata di sini saya malah dapat hidayah, diajari mengaji dan belajar jadi pribadi yang lebih sabar," ungkap Rahmat kepada awak media di sela-sela aktivitasnya di tambak udang.

Saya sangat takut saat pertama kali menginjakkan kaki di sini. Tapi ternyata di sini saya malah dapat hidayah, diajari mengaji dan belajar jadi pribadi yang lebih sabar.

Produktif di Balik Jeruji Besi

Selain pendalaman spiritual, program pembinaan kemandirian menjadi titik balik bagi Rahmat. Ia kini dilibatkan secara aktif dalam program budidaya udang vaname, yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional di Lapas Nusakambangan. Setiap hari, Rahmat dengan telaten merawat tambak seluas puluhan meter persegi itu. Mulai dari menebar benur, mengontrol kualitas air, hingga memantau pertumbuhan udang, semuanya ia lakoni dengan semangat baru.

Kegiatan di tambak ini tidak hanya mengisi waktu luangnya, tetapi juga membekali Rahmat dengan keterampilan teknis yang bernilai ekonomi. Ia berharap, ilmu budidaya udang yang didapat selama di dalam lapas dapat menjadi bekal mata pencahariannya kelak saat bebas nanti. Transformasi Rahmat menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penghukuman, melainkan juga sebagai ruang rehabilitasi dan revitalisasi moral bagi para narapidana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User