Cerita David Wewe Nyamar Jadi Pengamen hingga Ustaz untuk Tangkap Penjahat
Padang, Apaberita.com – Aiptu Dafit Rico Darmawan, yang lebih dikenal dengan nama David Wewe, membagikan kisahnya dalam memburu para pelaku kejahatan di Kota Padang, Sumatra Barat. Pria yang menj
Padang, Apaberita.com – Aiptu Dafit Rico Darmawan, yang lebih dikenal dengan nama David Wewe, membagikan kisahnya dalam memburu para pelaku kejahatan di Kota Padang, Sumatra Barat. Pria yang menjabat sebagai Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang ini bukan sekadar polisi biasa. Selama lebih dari dua dekade mengabdi di reserse kriminal, David telah menyamar menjadi berbagai tokoh – mulai dari pengamen jalanan hingga ustaz – demi meringkus penjahat yang sering kali sulit ditangkap dengan cara konvensional.
Perjalanan Panjang Sang ‘Siluman’
David Wewe telah meniti karier di dunia reserse kriminal nyaris 25 tahun. Ketekunan dan insting tajamnya membawanya dipercaya sebagai Kepala Tim Klewang Polresta Padang, sebuah satuan khusus yang bergerak cepat menangani pengaduan masyarakat. Tim ini menjadi ujung tombak kepolisian dalam membongkar berbagai kasus kriminal, mulai dari pencurian dengan kekerasan hingga peredaran narkoba.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada saat dibutuhkan, khususnya ketika masyarakat melaporkan suatu kejadian kepada kami, Tim Klewang Polresta Padang,” ujar David Wewe dalam wawancara khusus dengan Apaberita.com, Senin (22/6/2026).
Kreativitas Penyamaran Tanpa Batas
Yang membuat David begitu disegani adalah kemampuannya menyamar. Tidak satu atau dua kali ia mengubah penampilan total demi mendekati target buruan. Suatu kali, ia menjadi pengamen berambut kusut yang mengelilingi terminal dan pusat keramaian untuk mengintai komplotan curanmor. Di lain kesempatan, David tampil sebagai ustaz dengan kopiah dan sarung, lengkap dengan pengetahuan keagamaan yang meyakinkan, untuk mengumpulkan informasi di lingkungan yang curiga terhadap orang asing.
Penyamaran-penyamaran ini bukan hanya membutuhkan kemampuan akting, tetapi juga pendalaman karakter yang serius. David mengaku sering menghabiskan waktu berhari-hari untuk mempelajari dialek, kebiasaan, dan bahkan gestur khas profesi yang ia perankan agar tidak menimbulkan kecurigaan. “Pelaku kriminal makin canggih, jadi polisi juga harus lebih kreatif. Tidak bisa hanya mengandalkan seragam dan tulisan polisi,” tambahnya.
Kepercayaan Warga Padang
Di bawah kendali David Wewe, Tim Klewang tidak hanya mengandalkan teknik penyamaran. Mereka rutin melakukan patroli dan respons cepat setiap kali ada laporan masuk. Kerja kolaboratif dengan tokoh masyarakat serta pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi kunci keberhasilan menekan angka kejahatan di wilayah hukum Polresta Padang. Atas dedikasinya, David telah beberapa kali menerima penghargaan dari institusinya, meski ia mengaku itu bukan tujuan utamanya.
“Yang paling sulit adalah membangun kepercayaan masyarakat. Begitu mereka percaya, pelaku kejahatan tidak punya tempat bersembunyi,” tutup David.
Kisah Aiptu David Wewe menjadi bukti bahwa dedikasi dan kreativitas seorang polisi bisa melampaui batas-batas konvensional. Dari menyamar sebagai pengamen hingga ustaz, ia tidak hanya menangkap penjahat, tapi juga menegaskan bahwa pelayanan publik adalah panggilan jiwa.
Comments (0)