Calon Taruna Asal Kalteng Raih Skor Lari Tertinggi Akpol 2026

Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Polri mencatatkan pencapaian istimewa dalam gelaran Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026. Seorang calon taruna asal Kalimantan Tenga...

Calon Taruna Asal Kalteng Raih Skor Lari Tertinggi Akpol 2026

Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Polri mencatatkan pencapaian istimewa dalam gelaran Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026. Seorang calon taruna asal Kalimantan Tengah, Jonathan Putra Siregar, berhasil menorehkan jarak tempuh 3.575 meter dalam uji lari selama 12 menit yang merupakan bagian dari rangkaian tes kesamaptaan jasmani. Hasil ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta yang mengikuti seleksi tersebut, sekaligus melampaui ambang batas nilai maksimal yang ditetapkan panitia.

Rangkaian Tes Kesamaptaan Jasmani (Garjas) Akpol 2026 dilaksanakan di Lapangan Utama Pusdiklat Polri, Kawah Candradimuka, Semarang, pada Sabtu (26/7/2026). Jonathan, yang merupakan putra dari pasangan Bripka Rudi Hartono dan Sri Wahyuni, berhasil mencatatkan angka yang memukau para penguji dan peserta lainnya. Dengan torehan 3.575 meter, ia tidak hanya memenuhi standar kelulusan, tetapi juga menunjukkan kapasitas fisik yang jauh di atas rata-rata.

Melampaui Ambang Batas Skor Maksimal

Berdasarkan Pedoman Penilaian Kesamaptaan Jasmani Polri, tes lari 12 menit menggunakan metode Cooper Test. Untuk calon taruna pria, jarak minimal yang harus ditempuh adalah 2.800 meter, sedangkan skor maksimal biasanya diberikan pada capaian 3.200 meter. Capaian Jonathan yang menyentuh 3.575 meter bukan hanya mencapai nilai sempurna, melainkan melampaui parameter tertinggi dalam tabel penilaian.

Koordinator Tim Penguji Kesamaptaan, AKBP dr. Yudha Pratama, Sp.KO, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil yang diraih Jonathan. "Ini adalah pencapaian yang sangat langka. Kami telah melakukan verifikasi dan memastikan jarak tersebut tercatat dengan akurat. Ini menjadi bukti bahwa calon taruna kita memiliki potensi fisik yang luar biasa," ujarnya di sela-sela pengumuman hasil.

AKBP Yudha menambahkan, rata-rata peserta mampu menempuh jarak antara 2.900 hingga 3.100 meter dalam tes tersebut. Dengan demikian, capaian Jonathan unggul sekitar 475 meter dari batas skor sempurna, yang menunjukkan tingkat kebugaran kardiovaskular yang sangat prima.

Kunci Keberhasilan: Disiplin dan Program Latihan Sistematis

Diwawancarai setelah tes, Jonathan menceritakan bahwa kunci utama keberhasilannya adalah latihan rutin dan terprogram. Pria berusia 18 tahun itu mengaku telah mempersiapkan diri sejak dua tahun lalu, dengan fokus pada peningkatan daya tahan dan kecepatan. "Setiap hari saya bangun pukul 04.00 WIB untuk jogging sejauh 8 kilometer. Sore harinya saya melanjutkan dengan latihan interval di lintasan untuk meningkatkan kecepatan. Saya sangat bersyukur bisa memberikan hasil terbaik untuk orang tua dan membanggakan Kalimantan Tengah," kata lulusan SMA Negeri 3 Palangka Raya itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat bimbingan dari seorang pelatih lari lokal, Hendra Gunawan, mantan atlet nasional yang kini menjadi instruktur kebugaran. "Pelatih selalu menekankan pentingnya konsistensi dan pemulihan. Saya juga menjaga pola makan dan tidur yang teratur," tambah Jonathan.

Selain lari, Jonathan juga menunjukkan performa unggul pada tes kesamaptaan lainnya, seperti pull up, push up, dan sit up. Namun, capaian di nomor lari 12 menit menjadi sorotan utama karena berhasil menorehkan skor tertinggi dalam sejarah seleksi Akpol di tahun tersebut.

Persaingan Ketat dan Motivasi Bagi Generasi Muda

Seleksi Penerimaan Taruna Akpol 2026 diikuti oleh 1.827 calon taruna dari seluruh Indonesia yang telah lolos tahap administrasi dan kesehatan awal. Mereka kemudian mengikuti serangkaian tes, termasuk Tes Potensi Akademik, Psikotes, dan Kesamaptaan Jasmani. Dari jumlah tersebut, hanya 250 orang yang akan diterima menjadi Taruna Akpol.

Wakil Kepala Pusdiklat Polri, Brigjen Pol. Dr. Andi Rian Djajadi, S.I.K., M.H., yang hadir meninjau langsung pelaksanaan tes, menyatakan bahwa capaian Jonathan menjadi pemicu semangat bagi peserta lainnya. "Kami berharap calon-calon taruna tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki fisik yang prima. Contoh seperti Jonathan harus menjadi teladan," tegasnya.

Lebih lanjut, Brigjen Andi Rian menekankan bahwa Polri membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. "Dengan fisik yang prima, seorang polisi akan lebih siap menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan pelayanan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, orang tua Jonathan, Bripka Rudi Hartono, yang bertugas di Polres Palangka Raya, mengaku sangat bangga atas pencapaian putranya. "Kami tidak menyangka hasilnya akan setinggi ini. Sebagai orang tua, kami hanya bisa mendukung dan memfasilitasi latihannya. Semoga ini menjadi langkah awal bagi Jonathan untuk menjadi perwira Polri yang membanggakan," tutur Rudi.

Menatap Pendidikan di Akpol

Dengan capaian tersebut, Jonathan diprediksi akan lolos dengan peringkat tinggi dalam seleksi akhir. Jika diterima, ia akan mengikuti pendidikan selama empat tahun di Akpol Semarang untuk menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian dan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) setelah lulus.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karobindal) Polri, Irjen Pol. Drs. Bambang Supriyanto, M.H., menutup dengan harapan agar capaian ini menjadi inspirasi. "Kami terus berkomitmen menjaring putra-putri terbaik bangsa. Prestasi Jonathan adalah bukti bahwa dengan tekad dan latihan serius, semua bisa diraih. Selamat kepada Jonathan, terus berlatih dan jaga integritas," ucapnya melalui keterangan tertulis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User