Pemkab Lumajang Bantah Video Erupsi Semeru yang Viral di Medsos
LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan bahwa video erupsi Gunung Semeru yang beredar luas di media sosial merupakan hoaks. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul unggahan aku...
LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan bahwa video erupsi Gunung Semeru yang beredar luas di media sosial merupakan hoaks. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul unggahan akun YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli lalu yang menampilkan klaim letusan dahsyat, namun faktanya tidak sesuai dengan kondisi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa video yang beredar tersebut bukanlah rekaman aktivitas terbaru Gunung Semeru. "Kami memastikan video itu bukan kejadian hari ini atau kemarin. Masyarakat tidak perlu panik karena status gunung masih normal," ujarnya di Lumajang, Senin (7/7).
Klarifikasi Resmi Pemkab Lumajang
Pemkab Lumajang melalui BPBD telah melakukan verifikasi langsung terhadap konten video yang beredar. Berdasarkan penelusuran, rekaman tersebut merupakan cuplikan lama yang diunggah ulang dengan narasi menyesatkan. "Kami menemukan bahwa video itu pernah tayang pada erupsi tahun 2021 lalu. Jadi tidak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik saat ini," tegas Kepala Pelaksana BPBD Lumajang.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa Gunung Semeru berada pada status Level II atau Waspada sejak beberapa bulan terakhir. Aktivitas visual dan kegempaan masih dalam batas normal, dengan letusan abu hanya setinggi 100-200 meter di atas puncak. "Tidak ada peningkatan signifikan yang mengindikasikan erupsi besar seperti di video tersebut," jelasnya.
Pemkab Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Dalam Rapat Koordinasi yang digelar Jumat lalu, pihaknya memutuskan untuk memperkuat literasi digital di kalangan warga lereng Semeru. "Kami akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menindaklanjuti penyebaran hoaks ini," tambahnya.
Kronologi Penyebaran Video Hoaks
Video berdurasi sekitar dua menit tersebut pertama kali diunggah oleh akun YouTube @bencanapopuler pada 3 Juli. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan narasi yang mengaitkan video dengan erupsi besar Gunung Semeru yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Konten itu kemudian menyebar cepat melalui aplikasi WhatsApp dan platform media sosial lainnya.
Menurut catatan BPBD Lumajang, video tersebut sebenarnya merekam guguran awan panas yang terjadi pada Desember 2021. Saat itu, Gunung Semeru memang mengalami erupsi signifikan yang menyebabkan sejumlah desa terdampak. Namun, kondisi tersebut tidak sedang terjadi saat ini. "Kami sudah mengidentifikasi sumber video aslinya. Ini murni tindakan penyebaran informasi palsu," tegas Kepala Pelaksana BPBD.
Pemkab Lumajang telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak admin akun YouTube tersebut. Langkah hukum akan diambil jika terbukti ada unsur kesengajaan menimbulkan keresahan publik. "Kami tidak ingin masyarakat resah. Semua pihak harus bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan," ujarnya.
Imbauan dan Langkah Antisipasi
Dalam upaya mencegah kepanikan, Pemkab Lumajang meminta warga untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari PVMBG dan BPBD. Masyarakat dapat mengakses kanal resmi pemerintah atau menghubungi pos pengamatan gunung api untuk memastikan kondisi terkini. "Jangan pernah menyebarkan video atau berita yang tidak jelas sumbernya," pesannya.
Selain itu, Pemkab Lumajang juga meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat desa. Posko-posko siaga telah disiapkan di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Tempursari sebagai langkah antisipasi dini. "Meski status waspada, kami tetap melakukan monitoring rutin setiap hari. Ini bagian dari prosedur tetap," jelas Kepala Pelaksana BPBD.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), penyebar hoaks dapat dikenakan sanksi pidana. Pemkab Lumajang menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja membuat gaduh. "Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua," pungkasnya.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh konten-konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Aktivitas warga di sekitar Gunung Semeru masih berjalan normal, dan tidak ada rekomendasi evakuasi dari pihak berwenang. Pemkab Lumajang berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya melalui koordinasi lintas instansi yang berkelanjutan.
Comments (0)