Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terkena OTT KPK Terkait Dugaan Korupsi

SUKOHARJO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Sukoharjo Etik Surya

Jul 12, 2026 - 07:52
0 1
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terkena OTT KPK Terkait Dugaan Korupsi

SUKOHARJO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Sukoharjo Etik Suryani diamankan bersama sejumlah pihak dalam operasi senyap yang digelar pada malam hingga dini hari tadi. Informasi yang dihimpun menyebutkan OTT ini berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Kronologi Operasi Tangkap Tangan

Tim penindakan KPK bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi mencurigakan yang melibatkan pejabat tinggi di Sukoharjo. Operasi dilakukan di beberapa lokasi berbeda, termasuk kediaman pribadi dan kantor Bupati. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim KPK berhasil mengamankan sejumlah pihak beserta barang bukti.

  1. KPK menerima laporan masyarakat tentang dugaan suap proyek di Pemkab Sukoharjo
  2. Tim melakukan pemantauan dan pengintaian selama beberapa hari
  3. OTT dilaksanakan saat transaksi diduga tengah berlangsung
  4. Bupati Etik Suryani diamankan berikut sejumlah pejabat lainnya
  5. Para pihak yang diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta

Barang Bukti yang Diamankan

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah signifikan. Meski belum dirinci secara resmi, sumber internal KPK menyebutkan nilai uang yang disita mencapai ratusan juta rupiah dalam bentuk pecahan rupiah dan mata uang asing. Selain uang, tim juga menyita dokumen-dokumen kontrak proyek dan alat komunikasi yang diduga digunakan untuk koordinasi pemberian suap.

Siapa Etik Suryani?

Etik Suryani adalah Bupati Sukoharjo periode 2021–2026 yang diusung oleh PDI Perjuangan. Ia merupakan bupati perempuan pertama di Sukoharjo dan sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sukoharjo. Karier politiknya yang panjang di kabupaten yang menjadi bagian dari eks-Karesidenan Surakarta ini membuat OTT terhadapnya mengejutkan banyak pihak.

Sukoharjo sendiri merupakan wilayah strategis di Jawa Tengah dengan APBD tahun anggaran 2024 mencapai Rp2,7 triliun. Kabupaten ini memiliki puluhan proyek infrastruktur dan pengadaan setiap tahunnya yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Dugaan Modus Operandi

Berdasarkan informasi awal, OTT ini terkait dengan proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta beberapa dinas lainnya. Modus yang diduga digunakan adalah pengaturan pemenang tender dengan meminta fee proyek kepada kontraktor yang ingin memenangkan paket pekerjaan tertentu. Besaran fee diduga bervariasi antara 10 hingga 15 persen dari nilai kontrak.

"Ini pola yang kerap terjadi di daerah. Kepala daerah menggunakan kewenangannya untuk mengintervensi proses lelang dan menentukan siapa yang menang, tentu dengan kompensasi tertentu," ujar pengamat hukum tata negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Proses Hukum Selanjutnya

KPK memiliki waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Dalam waktu dekat, KPK dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk memaparkan kronologi lengkap, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta konstruksi perkara. Setelah penetapan tersangka, para pihak akan menjalani proses penahanan untuk 20 hari pertama yang dapat diperpanjang.

Reaksi Publik dan Pemerintah Daerah

Kabar OTT Etik Suryani menyebar cepat dan menuai beragam reaksi. Aktivis anti-korupsi di Solo Raya mengapresiasi langkah KPK, namun juga menyayangkan masih terjadinya praktik korupsi di level kepala daerah. Sementara itu, Pemkab Sukoharjo menyatakan tetap menjalankan roda pemerintahan seperti biasa. Wakil Bupati Sukoharjo langsung mengambil alih koordinasi pemerintahan untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu.

Rentetan OTT Kepala Daerah oleh KPK

OTT terhadap Etik Suryani menambah panjang daftar kepala daerah yang ditangkap KPK dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2020, setidaknya sudah lebih dari 15 gubernur, bupati, dan wali kota yang terjerat OTT KPK. Angka ini menunjukkan bahwa praktik korupsi di daerah masih menjadi persoalan serius meskipun berbagai instrumen pencegahan telah diterapkan.

Dampak Politik dan Pemerintahan

Penetapan tersangka terhadap Etik Suryani berpotensi memicu kekosongan kepemimpinan di Sukoharjo jika ia ditahan dan diberhentikan sementara. Berdasarkan UU Pemerintahan Daerah, Menteri Dalam Negeri dapat menunjuk pelaksana tugas (Plt) bupati jika bupati definitif berhalangan tetap karena proses hukum. Di sisi politik, PDI Perjuangan sebagai partai pengusung harus bersiap menghadapi konsekuensi elektoral menjelang Pilkada serentak mendatang.

Kasus ini sekali lagi mengingatkan bahwa pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di daerah harus terus diperkuat—baik oleh aparat penegak hukum, DPRD, media, maupun partisipasi aktif masyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: Bupati Sukoharjo Etik Suryani diamankan KPK dalam OTT dugaan suap proyek. Uang tunai ratusan juta dan dokumen kontrak disita. Modus pengaturan tender dengan fee 10-15%. Ini OTT kepala daerah ke sekian kalinya. #BupatiSukoharjo #OTT_KPK #BerantasKorupsi[SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING OTT KPK! Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap Terkait Dugaan Suap Proyek. 💰 Uang tunai ratusan juta disita 📋 Modus: pengaturan tender & fee proyek 10-15% 🏛️ Dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selengkapnya klik 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User