Argentina Tantang Inggris Usai Singkirkan 10 Pemain Swiss

Stadion Kansas City bergemuruh pada Minggu malam, 12 Juli 2026, saat Argentina mengukir kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss di perempat final Piala Dunia 20

Jul 12, 2026 - 16:14
0 0

Stadion Kansas City bergemuruh pada Minggu malam, 12 Juli 2026, saat Argentina mengukir kemenangan dramatis 3-1 atas Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung selama lebih dari 120 menit itu menjadi saksi bagaimana pasukan Lionel Scaloni bangkit dari tekanan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, dan akhirnya memastikan tempat di semifinal melawan Inggris. Pertandingan ini bukan hanya soal angka di papan skor, melainkan pertarungan mental dua tim yang menampilkan sepak bola penuh hasrat dan ketegangan.

Gol Cepat Mac Allister dan Dominasi yang Tak Berujung Gol

Argentina langsung mengambil inisiatif sejak wasit meniup peluit pertama. Belum genap sepuluh menit, Alexis Mac Allister membuka keunggulan lewat tandukan mematikan, menyambut sepak pojok Lionel Messi di menit ke-10. Ribuan suporter La Albiceleste meledak dalam euforia, namun perayaan itu tak segera berlanjut. Meski penguasaan bola mutlak di kaki pemain Argentina—berkisar 65 persen—Swiss tampil dengan disiplin tinggi, menutup celah dan sesekali mengancam lewat serangan balik cepat.

Babak pertama ditutup dengan skor 1-0, tapi sinyal bahaya sudah terlihat: penyelesaian akhir Argentina kurang klinis, sementara Swiss makin percaya diri dengan pendekatan pragmatis mereka. Pelatih Scaloni terlihat beberapa kali bangkit dari bangku cadangan, memberikan instruksi gestural kepada para pemainnya.

Gol Penyeimbang Ndoye dan Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Argentina belum juga berbuah gol. Justru kejutan datang di menit ke-67 ketika Dan Ndoye berhasil menyamakan kedudukan. Umpan silang dari sisi kanan pertahanan Argentina tak mampu diantisipasi sempurna, dan Ndoye melepaskan tembakan yang tak bisa dibendung kiper Emiliano Martínez. Kedudukan 1-1 membuat Stadion Kansas City seketika terbelah—pendukung Swiss menyanyikan yel-yel penuh energi, sementara kubu Argentina terdiam sejenak.

Belum hilang rasa percaya diri Swiss, petaka datang di menit ke-72. Penyerang andalan mereka, Breel Embolo, diusir keluar lapangan setelah wasit meninjau tayangan VAR. Pelanggaran keras yang sebelumnya luput dari pandangan kini berbuah kartu merah langsung. Swiss harus bermain dengan sepuluh pemain, dan momentum seketika berbalik. Namun, secara mengejutkan, Argentina justru kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di sisa waktu normal. Pertahanan Swiss yang ditarik rapat dan heroiknya kiper Nati memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

"Kami tahu pertandingan ini akan menguji karakter kami. Swiss bermain dengan organisasi luar biasa, tapi kami terus percaya pada proses. Gol di menit awal memang membantu, tapi perjuangan sebenarnya dimulai setelah kartu merah itu," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Drama Perpanjangan Waktu: Alvarez dan Lautaro Jadi Pahlawan

Babak tambahan menjadi panggung bagi para pemain pengganti Argentina untuk memamerkan kualitas mereka. Pada menit ke-112, Julián Álvarez berhasil memecah kebuntuan. Menerima umpan tarik dari sisi kiri, striker Manchester City itu melepaskan tendangan mendatar yang menghujam pojok bawah gawang. Gol ini seperti mengangkat beban berat dari pundak seluruh anggota tim. Stadion berubah menjadi lautan biru-putih yang bergemuruh.

Swiss yang kelelahan mulai kehilangan fokus. Saat pertandingan memasuki menit terakhir masa perpanjangan waktu, Lautaro Martínez memastikan kemenangan Argentina menjadi 3-1. Umpan terobosan akurat dari lini tengah langsung dikonversi menjadi gol oleh penyerang Inter Milan itu. Tak ada lagi keraguan, Argentina melaju ke semifinal.

Pertandingan ini menegaskan kembali reputasi Argentina sebagai tim yang tidak hanya mengandalkan bakat individu, tetapi juga kekuatan mental luar biasa. Meski sempat terhentak oleh gol penyeimbang dan frustrasi menghadapi 10 pemain Swiss, mereka tetap tenang dan menanti celah. Total, Argentina melepaskan 22 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran, sementara Swiss hanya mencatatkan 5 tembakan dengan 2 on target.

Jalan Menuju Inggris: Semifinal yang Dinanti

Dengan kemenangan ini, Argentina akan berhadapan dengan Inggris di babak semifinal. Duel dua raksasa tersebut diprediksi akan berlangsung panas, mengingat sejarah rivalitas kedua tim di panggung internasional. Inggris sendiri lolos setelah menumbangkan lawannya di perempat final, menampilkan performa solid sepanjang turnamen.

Jadwal semifinal akan digelar pada 16 Juli 2026 di Stadion AT&T, Arlington. Para pengamat menyebut laga nanti sebagai ulangan final Euro 2024 yang legendaris. Mampukah Argentina meneruskan dominasi mereka? Atau Inggris yang akan membalas dendam? Satu hal yang pasti, pertandingan itu akan menjadi salah satu duel paling ditunggu di Piala Dunia 2026.

Kansas City telah menjadi saksi, dan kini mata dunia tertuju pada Arlington.

[SOCIAL_TWEET]: Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah drama 3-1 atas Swiss! Mac Allister, Alvarez, dan Lautaro jadi pahlawan di perpanjangan waktu. Selanjutnya: Inggris! #PialaDunia2026 #Argentina [SOCIAL_TG]: 🏆 Hasil Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina 3-1 Swiss (Mac Allister 10', Ndoye 67', Alvarez 112', Lautaro 120') Kartu merah Embolo 72'. La Albiceleste lolos ke semifinal, akan berhadapan dengan Inggris pada 16 Juli.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User