Sep 16, 2026
Hukum

Bupati Nias Barat Temui Wamenparekraf Bahas Potensi Wisata Bahari

Di tengah deru ombak Samudra Hindia yang menghempas pesisir barat Pulau Nias, tersimpan potensi pariwisata bahari kelas dunia yang kini mulai dilirik secar

Bupati Nias Barat Temui Wamenparekraf Bahas Potensi Wisata Bahari

Di tengah deru ombak Samudra Hindia yang menghempas pesisir barat Pulau Nias, tersimpan potensi pariwisata bahari kelas dunia yang kini mulai dilirik secara serius oleh Pemerintah Pusat. Langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pesisir tersebut dipertegas lewat pertemuan penting antara Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, dengan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan tingkat tinggi yang turut dihadiri oleh jajaran deputi kementerian ini memfokuskan pembahasan pada pemetaan dan akselerasi destinasi pesisir unggulan di Kabupaten Nias Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nias Barat memaparkan cetak biru pengembangan sektor pariwisata bahari yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi warga lokal. Salah satu poin krusial yang disepakati bersama dalam diskusi tersebut adalah penetapan tiga desa pesisir sebagai pilot project (proyek percontohan) pengembangan desa wisata bahari berbasis komunitatif.

Strategi Penguatan Kawasan Pesisir Nias Barat

Bupati Eliyunus Waruwu menegaskan bahwa keterbatasan infrastruktur dasar dan aksesoris penunjang selama ini menjadi tantangan utama dalam memperkenalkan pesona alam Nias Barat ke kancah internasional. Kendati demikian, keeksotisan pulau-pulau kecil seperti Kepulauan Hinako dan Pulau Asu telah lama menjadi destinasi impian bagi para peselancar mancanegara. Melalui kerja sama erat dengan Kementerian Pariwisata, potensi yang selama ini terisolasi diharapkan mampu bertransformasi menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru.

"Nias Barat memiliki keindahan pesisir dan ombak yang luar biasa, namun kami membutuhkan sentuhan program strategis dari Kementerian Pariwisata agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal. Penetapan tiga desa percontohan ini adalah langkah awal yang sangat berharga," ujar Eliyunus Waruwu penuh harap.

Merespons paparan tersebut, Wamenparekraf Ni Luh Puspa mengapresiasi sikap proaktif pemerintah daerah dalam menyiapkan kesiapan destinasi. Pihak kementerian mengonfirmasi siap memberikan asistensi teknis, pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta alokasi dukungan promosi skala nasional maupun internasional.

"Kami ingin memastikan bahwa pembangunan pariwisata di daerah tidak hanya tampak megah di atas kertas, tetapi menyentuh kesejahteraan warga di tingkat tapak secara nyata. Tiga desa pilot project ini akan kita dampingi secara intensif," tegas Ni Luh Puspa.

Rencana Fokus Pengembangan Desa Wisata Bahari

Berikut adalah matriks rencana pemetaan dan intervensi program kerja sama antara Pemkab Nias Barat dan Kementerian Pariwisata:

Pilar Pengembangan Fokus Kegiatan Target Hasil
Infrastruktur & Akses Peningkatan dermaga wisata dan jalan lingkungan pesisir Kemudahan mobilitas wisatawan antar-pulau
SDM & Kelembagaan Pelatihan Pokdarwis & sertifikasi pemandu wisata lokal Standar layanan hospitality berkelas internasional
Pemasaran & Ekosistem Promosi digital terpadu & festival budaya pesisir Peningkatan kunjungan turis domestik dan asing

Tiga Desa Pilot Project dan Tantangan Infrastruktur

Penunjukan tiga desa pilot project ini dirancang untuk menciptakan standar baku (benchmark) bagi desa-desa pesisir lainnya di kawasan Nias Barat. Ketiga desa ini dipilih berdasarkan kesiapan ekosistem mangrove, terumbu karang yang masih terjaga, serta potensi atraksi budaya bahari yang otentik. Keberhasilan di tiga lokasi percontohan ini akan menjadi lokomotif pembangunan bagi belasan desa pesisir sekitarnya.

Selain fokus pada pengembangan objek wisata alam, program ini juga menekankan pentingnya konservasi ekosistem laut secara menyeluruh. Pengadaan fasilitas pengolahan sampah pesisir dan pelatihan edukasi lingkungan hidup bagi warga lokal masuk dalam agenda prioritas yang disodorkan kepada kementerian. Tanpa kelestarian alam, daya tarik wisata bahari Nias Barat diyakini akan pudar dalam jangka panjang.

Sinergi Pusat dan Daerah Dorong Ekonomi Lokal

Dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dipandang sebagai momentum emas bagi Pemkab Nias Barat untuk melepaskan diri dari ketertinggalan ekonomi. Dengan menggenjot sektor pariwisata bahari, sektor-sektor pendukung seperti perikanan tangkap, UMKM olahan kuliner laut, hingga kerajinan tangan khas Nias diperkirakan akan ikut terangkat secara signifikan.

Langkah taktis pasca-pertemuan ini adalah penerjunan tim teknis dari Kementerian Pariwisata ke Nias Barat untuk melakukan verifikasi lapangan serta pemetaan kebutuhan langsung di tiga desa percontohan tersebut. Publik dan masyarakat Nias Barat kini menaruh harapan besar agar komitmen di tingkat pusat ini dapat segera terealisasi secara konkret demi mewujudkan pariwisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkearifan lokal.

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menggelar pertemuan dengan Wamenparekraf Ni Luh Puspa di Jakarta. Langkah strategis ini menyepakati penetapan 3 desa pesisir sebagai percontohan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi warga lokal. Baca berita lengkapnya hanya di Apaberita.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User