PARIS — Diva pop dunia asal Quebec, Celine Dion, akhirnya mewujudkan impiannya untuk kembali beraksi di atas panggung musik internasional. Penyanyi lagu legendaris "My Heart Will Go On" tersebut dijadwalkan menyapa puluhan ribu penggemarnya secara langsung di Plenitude Arena, Paris, setelah enam tahun absen akibat berjuang melawan gangguan autoimun langka.
Pelantun berusia 58 tahun ini dijadwalkan menggelar total 26 jadwal pertunjukan, yang terbagi dalam 16 konser pada periode September hingga Oktober, serta 10 konser lanjutan pada Mei tahun depan. Konser akbar ini menjadi bukti pemulihan vokal luar biasa Celine Dion setelah divonis menderita Stiff Person Syndrome (SPS).
Kronologi Perjuangan Melawan Penyakit Langka
Kondisi kesehatan Celine Dion sempat menyita perhatian global ketika ia pertama kali mengungkapkan kondisi medisnya. Penyakit langka tersebut menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang otot parah di seluruh tubuh.
- Desember 2022: Celine Dion mengumumkan diagnosis Stiff Person Syndrome kepada publik, yang memaksanya menunda dan membatalkan seluruh agenda tur dunia.
- Awal 2024: Dalam wawancara eksklusif bersama NBC, ia menegaskan tekadnya untuk tetap bernyanyi di hadapan penonton meski harus merangkak ke panggung.
- Juli 2024: Dion membuat kejutan emosional dengan tampil membawakan lagu "Hymn to Love" milik Edith Piaf di Menara Eiffel saat upacara pembukaan Olimpiade Paris.
- September 2024: Memulai rangkaian 26 konser berskala arena di Paris di hadapan lebih dari 30.000 penonton.
Sindrom Orang Kaku merupakan kelainan autoimun ekstrem yang hanya menyerang satu hingga dua orang per satu juta populasi di seluruh dunia. Dion sempat menceritakan bahwa rasa sakit akibat kejang otot tersebut terasa seperti dicekik dan bahkan pernah menyebabkan tulang rusuknya patah akibat kram yang terlalu kuat.
"Saya akan kembali ke atas panggung, bahkan jika saya harus merangkak. Bahkan jika saya harus berbicara dengan bahasa tangan sekalipun," ujar Dion dalam wawancara resminya.
Persiapan Fisik Ekstrem Menuju Panggung Spektakuler
Kembalinya Dion ke panggung berkapasitas 30.000 penonton ini bukan perkara instan. Pascapenampilan singkatnya di Olimpiade Paris yang sempat menuai spekulasi lip-sync, sang diva menjalani program pemulihan intensif yang disiplin layaknya seorang atlet profesional.
- Terapi Fisik dan Balet: Melakukan latihan balet dan pilates rutin beberapa kali seminggu untuk memulihkan elastisitas otot.
- Terapi Vokal Intensif: Melatih kembali kontrol pita suara dan diafragma yang sempat terganggu spasme otot.
- Dukungan Keluarga: Menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anaknya yang diakui sebagai motivasi utama dalam proses penyembuhan.
Biografer resmi Celine Dion asal Prancis, Elisabeth Reynaud, menegaskan bahwa motivasi penyanyi kawakan tersebut tidak pernah padam. "Dia memiliki tekad yang luar biasa baja dan menolak untuk menyerah pada penyakit ini," ungkap Reynaud.
Konser di Paris ini menandai era baru ketahanan seorang legenda musik dunia yang berhasil menaklukkan penderitaan fisik demi membalas cinta para penggemar setianya di seluruh dunia.
Comments (0)