Oct 10, 2026
Politik

Bulog Karawang Cetak Rekor Serapan Gabah 92,41 Ribu Ton

KARAWANG — Kantor Cabang Perum Bulog Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatatkan kinerja penyerapan gabah dan beras petani sebesar 92,41 ribu ton setara beras sepanjang periode yang ditetapkan. Capa...

Bulog Karawang Cetak Rekor Serapan Gabah 92,41 Ribu Ton

KARAWANG — Kantor Cabang Perum Bulog Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatatkan kinerja penyerapan gabah dan beras petani sebesar 92,41 ribu ton setara beras sepanjang periode yang ditetapkan. Capaian tersebut ditetapkan sebagai rekor nasional dalam penyerapan hasil panen raya di lingkungan Perum Bulog dan menjadi yang tertinggi di antara seluruh kantor cabang di Indonesia.

Angka itu melampaui target yang dibebankan kepada Kantor Cabang Bulog Karawang sekaligus mengukuhkan posisi kawasan lumbung padi Jawa Barat sebagai penyumbang utama cadangan beras pemerintah. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari percepatan pembelian gabah petani yang dilakukan melalui sejumlah titik serapan di sentra produksi padi di wilayah utara Karawang.

Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Karawang menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari penajaman skema pembelian gabah yang menyentuh langsung kelompok tani. "Kami memperkuat jemput bola ke titik panen, sehingga gabah petani dapat terserap lebih cepat dengan harga sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya dalam Rapat Koordinasi evaluasi serapan di Karawang.

Melampaui Target dan Rekor Nasional

Berdasarkan laporan resmi kantor cabang, realisasi serapan 92,41 ribu ton setara beras itu melampaui pagu penugasan yang ditetapkan pada awal periode. Persentase capaian disebut menembus ambang target secara signifikan, sehingga Karawang ditetapkan sebagai kantor cabang dengan volume serapan tertinggi secara nasional.

Pencapaian itu juga menandai pertama kalinya satu kantor cabang menembus angka di atas 90 ribu ton setara beras dalam satu siklus serapan. Bulog menilai torehan tersebut menjadi tolok ukur baru bagi daerah lumbung padi lain dalam mengamankan pasokan beras nasional, terutama pada musim panen raya.

"Capaian 92,41 ribu ton setara beras ini menegaskan Karawang sebagai penyangga utama cadangan beras pemerintah. Kami akan menindaklanjuti dengan penguatan sarana dan jaringan serapan," tegasnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, jajaran kantor cabang menyatakan percepatan serapan ditopang ketersediaan gudang, tenaga penyortir, serta kelancaran angkutan dari titik panen ke gudang. Seluruh proses, menurut laporan, dijalankan berdasarkan standar mutu dan ketentuan harga pembelian pemerintah yang berlaku.

Faktor Pendorong dan Tantangan Lapangan

Sejumlah faktor ditetapkan sebagai pendorong utama tingginya serapan. Pertama, luas panen yang meningkat pada musim tanam periode ini. Kedua, penguatan kerja sama dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani melalui kontrak pembelian. Ketiga, percepatan pembayaran kepada petani sehingga arus gabah ke gudang Bulog berjalan lancar.

Meski demikian, kantor cabang mengakui masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi kadar air gabah akibat curah hujan tinggi, serta keterbatasan kapasitas pengeringan. Kondisi itu, menurut laporan, sempat memperlambat proses penerimaan pada sejumlah hari puncak panen.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bulog Karawang menambah jam operasional gudang dan mengoptimalkan mesin pengering. Langkah itu dilakukan agar gabah petani tidak tertahan di titik serapan dan mutu tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.

Dampak bagi Petani dan Pasokan Nasional

Sejumlah ketua kelompok tani menyambut baik capaian tersebut. Mereka menyatakan harga pembelian yang ditetapkan Bulog memberi kepastian bagi petani di tengah tekanan harga saat panen raya. "Dengan serapan yang cepat, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak dan harga tidak jatuh," ujar salah satu ketua kelompok tani setempat.

Pengamat pertanian menilai capaian Karawang berkontribusi langsung terhadap penguatan cadangan beras pemerintah. Serapan yang tinggi, menurutnya, menekan kebutuhan impor serta menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen pada periode mendatang.

Kantor Cabang Bulog Karawang menyatakan akan mempertahankan momentum tersebut dengan memperluas titik serapan dan memperkuat kemitraan dengan penyuluh pertanian. Penambahan titik serapan di kawasan pantai utara Karawang ditetapkan sebagai prioritas pada siklus tanam berikutnya.

Dengan torehan 92,41 ribu ton setara beras, Karawang menegaskan posisinya sebagai daerah penyangga pangan nasional. Bulog menargetkan capaian tersebut menjadi pijakan untuk memastikan ketersediaan beras pemerintah tetap terkendali sepanjang tahun, sekaligus menjaga kesejahteraan petani di sentra produksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User