Brimob Sterilisasi GOR UNJ, Pastikan Keamanan Kapolri Cup 2026

Jakarta – Turnamen bulu tangkis bergengsi Kapolri Cup 2026 resmi digelar di kompleks Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ), Minggu pagi (27/7). Ajang yang mempertemukan atlet-atle...

Brimob Sterilisasi GOR UNJ, Pastikan Keamanan Kapolri Cup 2026

Jakarta – Turnamen bulu tangkis bergengsi Kapolri Cup 2026 resmi digelar di kompleks Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Jakarta (GOR UNJ), Minggu pagi (27/7). Ajang yang mempertemukan atlet-atlet potensial dari berbagai daerah ini dibuka dengan pengamanan ketat, setelah personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi total di seluruh area pertandingan dan sekitarnya. Langkah ini ditempuh guna menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan sejak hari pertama.

Kegiatan sterilisasi dimulai sejak pukul 06.00 WIB, melibatkan puluhan personel dari Satuan Brimob, dibantu tim penjinak bahan peledak (jihandak) dan satuan anjing pelacak K-9. Setiap sudut GOR, termasuk area VIP, tribun penonton, lapangan utama, ruang ganti pemain, hingga area parkir, disisir secara metodis. Pemeriksaan menggunakan metal detector, cermin inspeksi, serta peralatan deteksi canggih lainnya dilakukan secara berlapis. Kepala Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ardiansyah, menegaskan bahwa sterilisasi ini merupakan prosedur standar untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.

“Kami tidak ingin meninggalkan celah sekecil apa pun. Setiap barang bawaan tamu undangan dan panitia diperiksa, setiap ruangan dipastikan aman. Ini komitmen kami untuk memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta dan penonton yang hadir,”

ujar Ardiansyah di sela-sela proses sterilisasi. Selain pengamanan fisik, Brimob juga menyiagakan personel di titik-titik strategis sepanjang hari, berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk mengurai kemacetan di sekitar Jalan Pemuda, Rawamangun, yang kerap padat saat akhir pekan.

Pembukaan Simbolis dan Harapan Besar PBSI

Usai sterilisasi dinyatakan rampung, acara pembukaan resmi dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), M. Fadil Imran, serta para pejabat tinggi kepolisian dan pengurus provinsi. Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya mempererat silaturahmi dan mendeteksi bibit-bibit pebulu tangkis daerah yang siap diasah menjadi atlet kelas dunia.

Ketua Umum PBSI menyambut baik inisiatif Korps Bhayangkara itu. Ia percaya Kapolri Cup 2026 dapat menjadi jalan pembuka bagi lahirnya generasi emas bulu tangkis Indonesia.

“Kita sangat optimistis turnamen ini bisa melahirkan calon-calon juara dunia. Pola pembinaan yang terstruktur dan kompetisi yang ketat akan mempertajam naluri bertanding para atlet muda. PBSI siap menampung talenta-talenta terbaik yang muncul dari ajang ini,”
kata Fadil Imran di hadapan peserta. Ia juga menambahkan bahwa PBSI telah menyiapkan program pelatnas khusus bagi para pemenang, sehingga potensi mereka dapat langsung dikembangkan di bawah pengawasan pelatih bersertifikasi internasional.

Antusiasme Peserta dan Penonton

Turnamen yang akan berlangsung hingga 3 Agustus 2026 ini diikuti oleh lebih dari 500 atlet dari 34 provinsi, mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sejak pagi, ratusan pendukung sudah memadati tribun, membawa spanduk dan atribut daerah masing-masing. Panitia membatasi kapasitas tribun hingga 75 persen untuk kenyamanan, sembari menyiagakan petugas medis dan ambulans di beberapa sudut GOR.

Seorang peserta asal Sumatera Utara, Dian Rahayu (17), mengaku bangga dapat tampil di even berskala nasional ini. “Saya tidak menyangka pengamanannya seketat ini. Semua barang diperiksa, bahkan tas kecil saya. Rasanya seperti berada di turnamen internasional. Ini pengalaman luar biasa,” katanya. Antusiasme serupa diungkapkan pelatih tim Jawa Timur yang menilai sterilisasi dan pengamanan yang serius menunjukkan profesionalisme penyelenggara.

Pengamanan Berlapis hingga Penutupan

Polda Metro Jaya menerapkan pola pengamanan berlapis selama delapan hari penyelenggaraan. Selain Brimob, personel gabungan dari Satuan Sabhara, Satuan Intelijen, dan Direktorat Reserse Kriminal Umum turut diterjunkan. Sistem ring pengamanan dibagi menjadi tiga zona: zona satu di dalam GOR, zona dua di perimeter gedung, dan zona tiga di luar area parkir dan jalan utama. Setiap zona dikawal oleh petugas berpakaian dinas sipil maupun seragam dengan perlengkapan komunikasi langsung ke posko terpadu.

Kombes Pol. Ardiansyah memaparkan bahwa pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan panitia dan pengelola GOR UNJ seminggu sebelumnya. “Kami melakukan asesmen kerawanan, evaluasi riwayat kejadian di venue serupa, dan menyesuaikan jumlah personel dengan eskalasi pertandingan. Final nanti akan ada penambahan kekuatan pengamanan,” ujarnya. Seluruh prosedur ini, menurut dia, tertuang dalam keputusan Kapolda Metro Jaya yang diterbitkan pada 25 Juli 2026.

Sementara itu, panitia lokal menyediakan posko informasi dan tim help desk bagi penonton yang kehilangan barang atau membutuhkan bantuan. CCTV di 32 titik terintegrasi dengan layar pemantau di ruang kendali utama. “Kita pastikan aspek keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas. Ini event bergengsi milik institusi kepolisian, sudah sepatutnya jadi percontohan tata kelola keamanan event olahraga,” tegas Ardiansyah.

Dengan seluruh persiapan itu, penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 di GOR UNJ diharapkan tidak hanya melahirkan juara di lapangan, tetapi juga menjadi standar baru dalam pengamanan kompetisi bulu tangkis tingkat nasional. Para peserta kini tinggal fokus bertanding, sementara personel keamanan tetap siaga penuh hingga penutupan pada 3 Agustus mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User